Ironi Kayna

August 26, 2010 - 11:46 am 2 Comments

Wanita itu berbisik dan menarikku ke belakang.

” Ikut aku .. “, katanya, mengajakku meninggalkan keramaian.

Memang hanya itu yang dia lantunkan, yang berhembus masuk ke telingaku. Namun efeknya, seperti banjir bandang yang memporakporandakan segala apa yang dilewatinya. Atau seperti pusaran yang menelanku hingga dasar yang paling dalam. Aku terkapar, tepat di hadapannya.

Sumpah ! Aku nyaris terjengkang dari alam sadarku, ketika mendadak dia muncul di sela-sela kerumunan orang. Wanita itu tersenyum. Aku paham senyum itu. Bagaimana tidak, jika hampir setiap hari senyum itulah yang menghantuiku, yang membayang-bayangi setiap detikku. Aku ingin menghindar, tapi apa daya, dia lebih cepat menahan lenganku. Aku terperangkap.

Read the rest of this entry »

Tentang Suatu Pagi ..

August 24, 2010 - 10:27 am No Comments

Tadi pagi, saat berangkat kantor, beberapa kali saya berpapasan dengan anak2 sekolah yang diantar orang tuanya menggunakan motor. Beberapa di antara yang temui itu, badge di seragamnya tertulis “ SMU Negeri 1 Magelang “, almamater saya dulu.

Hmm, saya mendadak ingat sesuatu ..

Saya ingat diri saya sendiri, 11 tahun yang lalu ..

Read the rest of this entry »

Inventaris Perjalanan, Periode Nov ‘07 – Agt ‘10

August 23, 2010 - 10:49 pm 4 Comments

Mendadak saya ingin menginventarisir perjalanan saya dalam periode November 2007 hingga Agustus 2010. Masa itu adalah masa saya mulai kembali ke kampus untuk kuliah D4, sampai sekarang, masa menunggu penempatan. Ternyata, memang selama tugas belajar itulah, saya bisa benar2 aktif menjalani hobi saya, traveling. Dan sepertinya, setelah kembali bekerja, saya tidak akan bisa seluasa waktu2 kemarin .. Huhuhu .. Pastinya saya akan merindukan masa2 penuh keluangan ituuu .. :(

1. Bali, 19-26 Desember 2007 : Ini adalah perjalanan pertama saya pada masa tugas belajar. Ngga tanggung2, seminggu di Pulau Dewata ! Perjalanan ini juga mencetak rekor budget paling rendah. Gimana ngga, 1 minggu cuma habis Rp. 2 juta, include tiket pesawat Jakarta-Denpasar PP, akomodasi, transportasi selama di Bali, makan malam mewah 2 kali & masuk ke semua objek wisata. Yuhuuu .. Objek yang saya datangi selama di Bali adalah : Pantai Kuta, Tanjung Benoa, Pura Uluwatu, Batubulan, Celuk, GWK, Pantai Dreamland, Legian, Bali Zoo, Pura Goa Gajah, Kintamani, Tirta Empul, Ubud, Museum Antonio Blanco, Pura Taman Ayun, Danau Beratan, Pura Ulun Danu, Tanah Lot, Pura Besakih & Sukawati. Teman seperjalanan : Feni, Ceha, Sosro, Yudha, Winarno, Yasser & Denny.

2. Yogya, 28 Desember 2007-1 Januari 2008 : Perjalanan ini saya lakukan bersama sahabat2 Mobulers : Dufi, Burhan, Edi & Ginanjar. Ceritanya mau tahun baruan bareng gitu .. Hehehe .. Selama di Yogya ini, saya ke Taman Sari, Candi Prambanan & Kaliurang.

3. Anyer, 26-27 Januari 2008 : Lagi2, perjalanan ke ujung Barat Jawa ini saya lakukan bersama sahabat2 Mobulers, kali ini versi lengkap : Achied, Burhan, Dufi, Santoso, Edi & Ginanjar. Awalnya, kami berencana mau jalan2 bersama temen2 TOP, cuma ternyata pada berhalangan ikut dan kebetulan yang bisa ikut cuma anak2 Mobulers .. Hehehe .. ^^ v

Read the rest of this entry »

Ya Rabb, Saya Rindu ..

August 17, 2010 - 11:07 am No Comments

Malam ini ..

Rasanya saya tidak sedang bersimpuh di hamparan sajadah karpet, berwarna hijau dengan detail putih tulang dan bergambar gerbang masjid, namun di atas pualam putih, yang senantiasa dingin, meskipun terik matahari, membuat suhu daratan mencapai 38 derajad celcius ..

Rasanya yang ada di jauh sebelah kanan saya bukan bangunan SDIT, yang ruang2 kelasnya berjajar membentuk lorong, namun monumen dimana tertinggal sejejak kaki Bapak semua ummat, Ibrahim, juga selekuk tempat, dimana Ismail diletakkan oleh Ibundanya, Siti Hajar, ketika istri Ibrahim itu mencarikan Ismail setetes air penyambung hidup ..

Rasanya bukan sederet tempat parkir motor, yang ada di luaran sebelah kiri saya, namun sebuah batu hitam yang kepadanya lah saya pernah melambaikan tangan dan menyampaikan salam, “Bismillahi Allahu Akbar ..” ..

Rasanya yang terbentang di belakang tempat saya bersholat bukanlah bangsal2 Rumah Sakit Islam, namun dua bukit, Safa Marwah, dimana Siti Hajar pernah berlarian kesana kemari sebanyak tujuh kali, berjuang mencari air bagi Ismail, buah hatinya, yang akhirnya Alloh langsung lah Yang menolongnya : bekas hentakan kaki Ismail menjadi mata air yang tidak pernah surut hingga sekarang, mata air zam2 ..

Rasanya jalanan yang ada di depan sana bukan Jalan Jeruk Raya, namun Gerbang King Fahd ..

Rasanya suara pemimpin sholat itu bukanlah suara Bapak, namun suara seorang imam besar, yang tidak sembarang orang bisa menjadi seperti dirinya ..

Rasanya yang ada di hadapan saya bukan mimbar mungil yang terbuat dari kayu jati dan berukir indah, namun Ka’bah ..

Malam ini,

rasanya saya tidak sholat Isya & Tarawih di Masjid As Syifa, Magelang, namun di Masjidil Haram, Mekkah al Mukaromah ..

#Ya Rabb, rindu ini begitu ingin tertuntaskan, sampaikanlah hamba & suami kesana lagi, amiiinnn ..

#6 Ramadhan 1431H, selepas Isya ..

[Fiksi] Ilusi Seorang Ilusionis

August 14, 2010 - 8:14 pm No Comments

Di atas panggung gemerlap ini, senyum saya merekah. Gemuruh tepuk tangan penonton di depan sana, yang entah berapa ribu jumlahnya, mampu menerbangkan saya hingga tingkat jumawa yang tertinggi. Baru saja, saya, Yasmin, ilusionis perempuan terhebat di Indonesia, melakukan pertunjukan spektakuler : menyandingkan Candi Borobudur, yang notabene adalah candi umat Budha terbesar di dunia, dan ironisnya tersisih dari 7 keajaiban dunia, dengan Menara Eiffel dan Colosseum !

Saya mendapatkan jabat erat dari Bapak Presiden, juga Duta Besar Perancis dan Italia untuk Indonesia. Pertunjukan saya, disiarkan live, tidak hanya oleh media nasional, tapi juga ratusan media internasional. Dunia menyaksikan kesuksesan saya. Ide menyandingkan Borobudur dengan Eiffel dan Colosseum dianggap momen monumental oleh banyak pihak : usaha mengembalikan kepercayaan dunia pada dunia pariwisata Indonesia yang sempat runtuh karena isu teroris, sekaligus kritik pada semesta, yang telah menyingkirkan Candi Borobudur dari 7 keajaiban dunia.

Dan saya berhasil !

Read the rest of this entry »

Saya Mau Curhat, eh, Kaya’ SBY Aja Ya ..

August 13, 2010 - 5:28 pm 6 Comments

Ada satu cerita yang nyelip di antara kebahagiaan saya jalan2 ke Nangroe Aceh Darussalam, wiken kemarin. Cerita yang sedikit mengganggu, cerita yang membuat mood saya terjun bebas dari tebing2 di depan Tugu Nol Kilometer ..

Begini ..

Susah ya, kalau kita jalan ke satu tujuan, dimana tujuan tersebut pernah disambangi seseorang yang mengalami shock travel. Hmm, shock travel itu istilah saya sendiri sih, kurang lebih artinya, sindrom yang menyerang seseorang yang jarang jalan, jadi begitu jalan agak jauhan, yang ada jumawa setinggi Monasnya muncul. Beuuuhhh ..

Udah deh, jadilah hampir separuh perjalanan saya kemarin penuh dengan petuah2 bijak Beliau via dunia maya. Capek ! Jengkel ! Pengin nggecek2 ! Setreeesss ! Arghhh ..

Puncaknya, ketika petuah bijak Beliau menyinggung2 masalah kepergian saya yang kurang lengkap tanpa suami. Talk to my hand, hah ?!

Okay, saya paham saya sedikit berbeda dari perempuan2 lain yang sudah bersuami, yang memilih lebih banyak di rumah. Kalaupun bepergian, ya berdua dengan suami. Ngga seperti saya, lebih sering jalan sama teman .. Ya tapi itulah saya. Dan bagi saya dan suami, hal itu bukan masalah. Asalkan setiap perjalanan, saya mengantongi ijin dari Beliau, tujuannya ngga aneh2 & ada minimal 1 teman perempuan yang ikut serta dalam perjalanan itu. Sudah !

Selebihnya, jika saya bisa bahagia dengan melihat tempat2 baru, dengan menjejakkan kaki di berbagai belahan bumi, dengan menghirup hawa berbeda, dengan mencicipi aneka kuliner khas, dengan mendengar debur2 ombak dari aneka pantai Nusantara, ITULAH CARA SAYA BAHAGIA !

Saya bahagia dengan cara melakukan perjalanan kemana2, meski tanpa suami. Sekali lagi, itu cara saya bahagia. Eh, itu beda makna dengan ’saya tidak bahagia ketika dengan suami’, ya .. Tidak ada hubungannya !

Saya hanya heran, udah hampir seperempat abad kok ya ngga paham kalau setiap orang punya cara untuk bahagia. Cara2 itu unik, tidak sama di setiap manusianya. Gitu kok masih selaluuu sok punya cara paling canggih untuk bahagia. Pake acara ceramah di dunia maya pula .. Ihhh !! Sumpah, gemeeesss !!

Ah, sudah, itu saja curhat saya, kalau panjang2 ntar saya jadi mirip SBY, yang kerjaannya curhat mulu sama rakyatnya ..

bagi seseorang yang merasa, kalau kebetulan membaca blog ini :

Saya harap Anda merasa bahwa yang saya omongkan di post ini adalah Anda. Saya memang tidak berniat membicarakannya langsung di depan Anda, karena bagi saya Anda bukan model orang yang bisa diajak bicara & bisa menerima pendapat orang lain dengan bijak. Maka dari itu, saya males ngomong langsung sama Anda.

Setelah baca ini, semoga Anda paham, saya empet dengan semua jumawa & ceramah Anda. Sudah lama, sebenarnya, sekaranglah puncaknya, saya sudah benar2 malas berurusan lagi dengan Anda.

Ngga usah sok imut lagi, udah ngga pantes. Ngga usah sok jumawa lagi, ingat, di atas langit masih ada langit ! Oke ..

[Fiksi] Anak Venus

August 12, 2010 - 9:28 pm No Comments

Matahari mulai tinggi.

Saya bergeming. Lukisan tentang birunya langit dan laut, dengan sapuan biru yang berbeda, berbingkai tebing2 angkuh dan kusam, memaku pandangan saya hanya pada mereka. Suara debur2 ombak dari bawah sana, juga kepak sayap camar, yang sesekali melintas di atas kepala, memaksa saya tercenung berkepanjangan.

Tempat duduk saya saat ini adalah pagar beton, yang membatasi daratan dan laut lepas. Persis seperti keterbatasan saya, yang memisahkan masa lalu dan masa lalu. Membuat saya tidak bisa sekedar melongok ke hamparan waktu yang telah saya tinggalkan. Apalagi kembali kesana, sungguh saya tak bisa.

Saya mengesah perlahan.

Sejauh ini saya berjalan, selelah ini saya melangkah, tidak ada satupun hal yang berlabel masa lalu mampu saya temukan. Padahal semua petunjuk telah saya ikuti. Sama saja. Hasilnya nol !

Read the rest of this entry »

[Catper] Banda Aceh & Sabang, 6-9 Agustus 2010

August 12, 2010 - 3:17 pm No Comments

Perjalanan ini saya rencanakan, kalau tidak salah, sejak akhir Mei lalu. Hanya setelah komen2an di status Facebook Mba Ratna, saya pun memutuskan untuk bergabung dan segera mencari tiket. Sebelum eksekusi perjalanan, banyak kendala, mulai dari kemungkinan batal ikutnya Mba Ratna, sampai kabar briefing mendadak di Kantor Pusat, yang membuat saya harus reschedulle tiket pulang. Fiuhhh .. Alhamdulillah, semuanya lancar2 kok .. ^^

6 Agustus 2010

Saya memulai perjalanan ke propinsi paling Barat Indonesia itu selepas Subuh. Harus ke Blok M dulu, berhubung X Trans shuttle bus jurusan Bintaro – Bandara habis. Untung, Ani bersedia mengantarkan saya, thanks yaaa .. :) Perjalanan dengan menggunakan bis Damri dari Blok M ke Bandara sangat lancar, cuma memakan waktu, kurang dari 1 jam. Yippy ! <Bis Damri Blok M-Bandara : 20K IDR> Sampai Bandara, setelah check in, saya sempatkan sarapan di salah satu kedai, mengingat perjalanan sampai ke Banda Aceh bakalan ditempuh dalam waktu yang cukup lama. Males kalo sampe kelaperan di pesawat. <Sarapan : 35K IDR. Mahal !>

Tepat pukul 8 pagi, saya boardingRute CGK – BNA ini saya menggunakan pesawatBatavia Air, dengan no penerbangan Y6-537. <Tiket Y6-537 : 607K IDR, airport tax Soe-Ta : 40K IDR>

Lepas tengah hari, saya landing di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandarmuda, Banda Aceh. Bersama 2 sahabat seperjalanan, Ombolot & Kokoh, yang ternyata 1 pesawat, mereka naik dari Medan. Menunggu kedatangan Mba Ratna, yang penerbangannya dari Kuala Lumpur sempat ter-delay, kami bertiga cemal cemil Pop Mie di kedai bandara. <Cemal cemil di kedai bandara : 18K IDR> Setelah personel lengkap, kami berempat segera bergerak menuju kota dengan jasa taksi bandara, yang tarifnyaflat –> 1 mobil 70K IDR, bisa diisi 4 orang penumpang. <Taksi dari Bandara ke kota : 17,5K IDR, parkir bandara : 1,25K IDR>

Read the rest of this entry »

[Fiksi] Rantai Kentjana*

August 5, 2010 - 8:12 pm No Comments

Ah, kenapa siang ini begitu terik ?

Matahari garang sekali, persis seperti serdadu bermata sipit, yang mondar mandir sambil membawa bedil.

Ini hari Jumat, seperti Jumat2 sebelumnya, seluruh siswa Syoto Chu Gakko** yang tidak seberapa jumlahnya, dibebaskan dari kewajiban belajar mengajar. Bukan untuk bersantai dan menikmati hembusan angin dingin Magelang, namun untuk bersama2 melakukan kegiatan Kinrohoshi***. Sialnya, di hari sepanas ini, kelompokku kebagian membangun lubang perlindungan di bawah buk Kali Manggis.

Sungguh, aku iri dengan kelompok Kang Yitno. Enak sekali mereka, yang hanya bertugas membersihkan lingkungan dalam sekolah. Gedung2 tinggi dan pohon2 yang bergerumbul, jelas melindungi mereka dari sengatan panas yang bukan main gilanya. Nasib baik juga menghinggapi kelompok Prapto. Mereka cuma perlu berjongkok2 di bawah pohon jarak dan memunguti bijinya. Meskipun kaki pegal karena terlipat lama, lagi2, mereka tidak seperti kelompokku yang bergulat dengan cangkul, sekaligus matahari.

Huh ..

Tapi, pribumi bisa apa ?

Read the rest of this entry »

[Fiksi] Pasar Malam

August 2, 2010 - 8:32 am No Comments

Kamu tau pasar malam ?

Ah, seharusnya kamu tau, bukankah kamu yang menciptakan pasar malam di hampir setiap malam milikku ?!

Ya, setiap malam yang kau buat riuh. Mulai dari kincir raksasa, dremolen (komidi putar, dari kata dreamland, diucapkan oleh orang jawa.red), pancing berhadiah, sampai penjual arum manis, semua ada. Lengkap. Hingga setiap penghuni negeriku bersorak sorai mengimbangi keriuhan yang kau ciptakan. Bahagia. Membuncah. Hingga kadang luber ke permukaan, membentuk seuntai senyumku, yang arti senyum itu sering kau pertanyakan. Dan aku diam, tanpa jawaban. Membiarkanmu membuat rusuh malamku, dengan pasar malammu.

Read the rest of this entry »