Belum jauh dari kantor, ketika sebuah Honda Jazz hitam mensejajari langkah saya. Malas, karena saya paham betul siapa pengemudi, sekaligus pemilik mobil itu. Luhung Abhiprama. Laki-laki yang paling tidak pernah bisa saya mengerti apa maunya di dunia ini. Sialnya, lima hari dalam seminggu, saya harus berinteraksi dengan makhluk absurd yang satu itu. Saya mencoba tidak
Mengenal lebih dekat, lebih rekat, mencintai Indonesia apa adanya .. Menurut saya, Meraba Indonesia – Ekspedisi “Gila” Keliling Nusantara, karya Ahmad Yunus ini istimewa. Mengapa istimewa? Karena Ahmad Yunus dan Farid Gaban *partner perjalanannya* berhasil membuat saya ikut “gila” mengikuti perjalanan mereka menjelajah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, sejak Miangas hingga Pulau Rote. Siapa sangka,
Sekitar awal Desember 2011 lalu, saya menemukan sebuah artikel internet yang membahas tentang keberadaan sebuah Situs Megalitikum di Kabupaten Cianjur. Gunung Padang, namanya. Hmm, asing, baru pertama kali itu saya mengetahuinya. Browsing kesana kemari, ternyata hasilnya cukup sukses membuat saya semakin penasaran .. Saya harus sampai kesana ! Itu tekad saya. Sampai akhirnya saya memasang
Stasiun Tanjung Priok .. Ya, akhirnya saya berada di dalam pelataran stasiun yang terletak di ujung Barat-Utara Jakarta, pada hari pertama di tahun 2012. Sudah cukup lama, saya ingin menikmati suasana di dalam stasiun bernuansa art deco yang cukup kental itu. Alhamdulillah, kesampaian .. Saya dan kelima sahabat bersemangat memasuki gerbang utama Stasiun Tanjung Priok.
31 Desember 2011 Belum ada 1 jam sejak adzan Subuh berkumandang di pagi terakhir tahun 2011, taksi pesanan sudah ready di depan rumah, siap mengantarkan saya ke Bandara Ahmad Yani, Semarang. Yap, saya akan terbang ke Jakarta, via JT 511, boarding time 05.50 WIB. Pernikahan sahabat di Pasar Anyar, Tangerang menggerakkan saya sejenak meninggalkan kota
Sepertinya buku yang baru saja selesai saya baca ini belum terlalu populer ya. Terbukti Mbah Gugel hanya berhasil menemukan beberapa link resensi novel budaya karya Budi Sardjono, yang diterbitkan via penerbit Diva Press ini. Apalagi gambar cover-nya, hanya ada 2 link yang merujuk pada gambar yang tepat, itupun warna tulisan judulnya berbeda dengan versi cetak
Ups, ada yang kelewatan belum saya ceritakan, ternyata .. Di suatu Sabtu sore, 2 minggu lalu, tanggal 3 Desember 2011, saya nongkrong di Gramedia Amaris, Jalan Pemuda, Semarang. Ngapain ? Mau ketemu sama Mba Ririe aka. Yudhinia Venkanteswari, penulis buku “Jalan-Jalan Hemat ke Eropa“. Hehehe .. Ceritanya, Mba Ririe memang sedang mengadakan roadshow dalam rangka
Mari kita lanjutkan cerita pengalaman guiding pertama saya di Semarang dan sekitarnya, akhir pekan lalu .. Sekedar mengingatkan, korban yang bersuka rela menjadi kelinci percobaan saya adalah Mba Nuning, Mba Ade, Tante Mel, Uni Lusi dan Melinda. Mereka berlima adalah teman seperjalanan saya pada Trip Padang, September 2011 lalu .. Minggu, 11 Desember 2011 Niatnya, kami
Akhir minggu lalu, saya kedatangan 5 sahabat dari Jakarta. Mereka adalah teman seperjalanan saya pada Trip Padang, September lalu. Baru bertemu sekali, ternyata bukan halangan menjadikan pertemuan kedua kami menjadi begitu cair dan menyenangkan .. Ah, kalian memang traveler sejati, sangat bisa mengesampingkan ego, membaurkan canda, hingga orang-orang yang melihat keakraban itu, menyangka kita sudah
Sudah lama saya ingin memiliki buku “Untuk Indonesia yang Kuat (100 Langkah Untuk Tidak Miskin)” karya Ligwina Hananto ini, cuma ya baru kesampaian ketika Mas Bojo pulang. Minta dibeliin. Ahahihihihi .. *ra mutu dot com* *gambar dipinjam dari SINI* Berawal dari kesadaran bahwa menabung uang saja itu tidak akan membawa saya pada tingkat investasi yang