[Catper] Ujung Genteng, 4-7 Desember 2009

Ini adalah kunjungan kedua saya ke pesisir Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat **jangan komen, emang di Sukabumi ada pantai ?!**, yang pertama dulu Mei 2008. Bedanya, kalo dulu saya bermobil dari Jakarta, yang kedua ini murni ngeteng. Pure backpacing ! Sensasinya jelas beda, lebih capek tapi lebih wowww ..

Ini dia catatan perjalanannya .. :)

(Bintaro – Lebak Bulus)
Petualangan dengan tujuan Ujung Genteng kali ini dijalani oleh 9 orang pegawai tugas belajar yang pengin refreshing selepas UAS. Hehe .. Kami bersembilan itu adalah : saya, Ani, Sosro, Muse, Aga, Yudha, Danang, Rahmat dan Ali. Perjalanan dimulai dengan meeting point di depan Gereja PJMI (nama gerejanya itu apa sih ?) pukul 16.00, molor dikit sih. Biasa. Mendung menggelayut, melepas kami meninggalkan Jakarta sejenak, hingga akhirnya hujan super deras, seolah2 ngga rela kami liburan. Kami carter angkot 08 yang kebetulan lewat, 50K IDR, diantar sampai dalam terminal, jadi ngga kebasahan, alhamdulillah .. :)

(Lebak Bulus – Baranangsiang)
Selanjutnya, kami menyambung perjalanan dengan bis Agra Mas jurusan Lebak Bulus – Bogor. Hujan masih turun gerimis, Jakarta masih begitu sendu ketika kami tinggalkan. Maafkan, kami akan segera kembali selepas liburan nanti .. :) Oh ya, ongkos bis 103,5K IDR untuk bersembilan, atau per orangnya 11,5K IDR. Murahhh, untuk sebuah bis AC yang nyaman. Sayangnya, kami berangkat pas orang2 pulang kerja, macet dehhh ..

(Bogor)
Kami sampai di Bogor pukul 19.30, sesuai rencana lah, karena mau ngejar bis MGI jurusan Baranangsiang – Surade yang terakhir, pukul 20.30. Tapiii, ternyata eh ternyata, kami salah info, bis MGI itu terakhir dari Bogor pukul 16.00. Hiks .. Ya sudahlah, berbekal tanya2 orang, transportasi yang harus kami cari jika mau ke Surade adalah angkutan ke Sukabumi, nanti dari Sukabumi sambung lagi yang ke Surade. Okayyy .. Daripada pusing, mending makan malam di depan Baranangsiang dulu. Warung tenda sederhana, tapi rasanya mantappp, harganya pun murahhh !! Cukup 84K IDR saja untuk sembilan orang dengan porsi makan kuli. Setelah makan, lanjut sholat di Masjid Raya Bogor. Yuhuuu ..

(Bogor – Terminal Lembur Situ, Sukabumi)
Lepas makan dan sholat, kami mulai hunting angkutan menuju Sukabumi. Kata orang, naik Elf atau L300 plat kuning dari depan Baranangsiang. Akhirnya ketemu juga dengan angkutan swadaya masyarakat yang dilegalkan Dephub itu. Awalnya sudah berprasangka baik, L300 yang kami tumpangi hanya mengangkut penumpang sesuai kapasitas L300 pada umumnya. Ternyata tidak, Sodara !! Selain kami bersembilan, ada 8 orang lain, plus 1 sopir !! 19 orang !! Ck ck ck .. Canggih. Belom lagi, sopirnya ternyata menenggak miras. Cleguk, deg2an setengah mati, Beliau bawa mobilnya bener2 serem. Wowww .. Alhamdulillah, kami diberi keselamatan sampai turun di Terminal Lembur Situ, Sukabumi, setelah merasakan L300 bumbu adrenalin sebotol. Hehe .. :) Ongkos L300 ini 135K IDR atau 15K IDR per orang.

(Terminal Lembur Situ, Sukabumi – Surade)
Kamipun sampai di Terminal Lembur Situ kira2 pukul 22.45 dan langsung naik angkutan menuju Surade berupa Elf. Masih sama dengan angkutan sebelumnya, penumpang Elf ini penuhhh. Di depan aja diisi 1 sopir plus 3 penumpang (saya salah satunya, alhasil selama perjalanan ngga senderan). Perjalanan ke Surade ditempuh dalam waktu 3 jam dengan medan yang spektakuler, mirip wahana roller coaster di Dufan, di tengah hutan pula. Beberapa kali saya melihat kelinci hutan atau anjing liar melintas di jalanan. Gelap gulita pula. Wooohhh, saya bener2 ngga bisa merem semenitpun, puyeng euy .. Ngobrol aja deh sama Si Bapak Sopir. Hiyeeehhh .. Ongkos Elf ini 198K IDR atau 22K IDR per orang.

(Surade – Ujung Genteng)
Alhamdulillah, kami mendarat mulus di Surade pukul 01.45, dengan kondisi gerimis tipis. Berhubung belum ada angkot menuju Ujung Genteng di tengah malam begitu, kami pun harus mencarter angkot lagi. Kami harus membayar 110K IDR untuk sampai di Ujung Genteng yang masih berjarak 22 km lagi dari Surade. Okay lah, ayoookkk aja, mata udah ngantuk ini ..

(Ujung Genteng 5 Desember 09 – 03.00 : Mama’s Losmen)
Ya, selama di UG, kami menginap di Mama’s Losmen yang berlokasi di Jl. Raya Kelapa Condong, HP : 081314686855. Letak penginapan ini pas banget di depan Pantai Ujung Genteng, jarak dari pasir pantai hanya 10 meter lah. Mantap. Awalnya kami mau menyewa 1 rumah dengan 3 tempat tidur, rate 225K IDR per malam. Tapi setelah dipikir2, kendala banget buat saya & Ani, yang harus pake jilbab terus, karena 1 tempat dengan para cowok2 itu. Akhirnya, setelah berunding, kami putuskan sewa 3 kamar, masing2 2 tempat tidur, rate 125K IDR per kamar per malam (setelah di nego kami hanya harus membayar 350K IDR, yayyy ..). Kemudian karena ternyata make kamarnya lebih dari waktu check out, maka kami harus nambah ekstra 100K IDR, jadi total 450K IDR untuk penginapan. Ngga papa deh, itungannya kami 39 jam loh nyewanya. Okay, acara berikutnya adalah TIDUR !!

(Ujung Genteng 5 Desember 09)

1. Setelah puas istirahat, memejamkan mata dan bersih2, pukul 09.30 kami mulai bergerak berpetualang di seputaran UG. Kami memutuskan, karena sulitnya transportasi di UG, seharian ini kami mencarter angkot yang dini hari tadi kami gunakan untuk menuju UG, dengan harga kesepakatan 250K IDR nett. Perjalanan dimulai dengan mengisi “bensin” bagi seluruh personel. Hehe .. Kami sarapan di warung dekat Tempat Pelelangan Ikan UG, cukup murah, 123K IDR untuk 9 orang. Ikan gorengnya mak nyusss .. :) Sebelum berangkat, sempat beli air mineral 2 botol besar, 10K IDR.

2. Tujuan pertama adalah Curug Cikaso, kurang lebih 10 km dari Surade atau total 32 km dari UG. Yaaa, 1 jam perjalanan lah. Tapi kami sempat harus tertunda 30 menit, karena ban belakang angkot pecah. Semoga bukan karena kelebihan muatan. Hehe .. :) Then, kami sampai di loket Cikaso kira2 pukul 11.30. Dari loket ke curug, kami harus menumpang perahu dengan ongkos yang (menurut saya) amat sangat mahal. Gimana ngga, untuk berperahu 10 menit kami harus membayar 60K IDR, plus retribusi 2K IDR per orang. Sementara perahunya benar2 minimalis dan suasana Cikaso yang harusnya indah, begitu kotornya dengan sisa2 sampah. Beuhhh .. Indonesiaku !! Okay, tapi semua itu ter-cover setelah melihat anggunnya Cikaso, 3 curug berdampingan, meluncurkan air dengan sangat indah, air di muaranya melimpah. Owhhh, saya jatuh cinta .. Puas jeprat jepret dan main air, kami meninggalkan Cikaso pukul 13.00. Oh iya, ada parkir 5K IDR ya ..

3. Setelah lepas dari Cikaso, kami istirahat untuk sholat Dhuhur di Masjid Surade dan makan siang di rumah makan Padang di depan masjid itu. Untuk makan bersembilan, kami hanya harus membayar 99K IDR, murah meriah, enak pula. Oh iya, sempet belanja tambahan logistik di Indomart (Indomart ?? Iyaaa, di Surade udah ada Indomart kok, hehe ..) 23K IDR.

4. Perjalanan berlanjut ke Curug Cigangsa yang kurang lebih berjarak 3 km dari pertigaan Surade. Jangan kaget ya, walopun ada objek wisata potensial, jalan menuju kesananya bener2 memprihatinkan. Okay, Curug Cigangsa adalah objek curug yang berbeda dari yang lain. Kalo biasanya kita liat air terjun dari sisi bawahnya, Cigangsa kebalikannya, kita berada di tebing dimana air meluncur kebawah. Cantikkk .. Kami main2 plus jeprat jepret di atas tebing itu, tanpa menyadari betapa berbahayanya hal yang kami lakukan. Bayangkan, jika tiba2 air naik dan datang banjir dari hulu, tidak ada yang bisa kami lakukan kecuali mengikuti arus deras air, meluncur jatuh ke bawah curug, dengan ketinggian tebing kurang lebih 30 m. Jadiii, kalo ke Cigangsa, hati2 yaaa .. Jangan ikuti kebandelan kami yang meloncat2 dari satu batu ke batu yang lain, hingga sampai di bibir curug. Ughhh .. Ada retribusi di Cigangsa, 18K IDR untuk bersembilan atau 2K IDR per orang.

5. Puas berpose di tebing Cigangsa, kami sholat Ashar di mushola di Terminal Surade. Kemudian lanjut ke Villa Amanda Ratu. Objek ini identik dengan Tanah Lot di Pulau Bali. Ada pulau kecil di tengah laut gitu, yang sebenernya adalah tanah bentukan muara, kalo jaman SD dulu namanya delta. Hehe .. Disini, kami ngga bisa turun main air, karena Villa Amanda Ratu ada diatas tebing, jadi cukup menikmati deburan ombak dari atas aja. Ngga ada retribusi disini, cukup bayar parkir aja 3K IDR. Tapi, pulang dari Villa Amanda Ratu, menuju penginapan, kami ditariki retribusi di gerbang masuk UG 22K IDR plus pungutan2 ngga jelas 13K IDR. Ughhh, nyebelin !!

6. Sampai UG masih sekitar pukul 17.00, kami maen2 air deh di depan penginapan. Sekalian nunggu sunset, siapa tau beruntung dan ternyata tidak karena mendung euy. Hiks .. Setelahnya, kami bersih2 dan lepas Maghrib makan malam di penginapan sebelah, Hexa. Menu yang ditawarkan sip, sayangnya masaknya luammmaaa .. Beuhhh .. Untuk makan malam “mewah” ini kami harus membayar 335,5K IDR untuk bersembilan. Worth it lah ..

7. Pukul 20.30, kami mulai bergerak ke Pantai Pangumbahan untuk melihat penyu. Angkutan kesana satu2nya adalah ojek dengan sewa 35K IDR per motor bolak balik. Perjalanan sebenernya ngga terlalu jauh, tapi medannya yahud. Bahkan sempat rada tegang gara2 air pasang, jadi jalan setapaknya ngga bisa dilewatin, terpaksa motor diangkut2 lewat atas batang kelapa gitu. Wewww .. Oh ya, sekarang pengunjung ngga bisa nunggu penyu di pantai, karena dikhawatirkan ganggu ketenangan penyu pas mo bertelur. Yahhh, padahal yang asik tuh tidur2an di pantai pasir putihnya itu. Trus lagi, sayangnya, setelah menunggu kurang lebih 3 jam, si penyu ngga kunjung naik. Cuma bisa liat bayi penyu yang baru aja menetas aja. Pulang ke penginapan dengan tangan hampa deh .. :( Ada pungutan lagi di tempat penangkaran penyu, 5K IDR per orang.

8. Istirahat malammm .. Pulesss !!

(Ujung Genteng, 6 Desember 2009)

1. Pagi2 bener, lepas Subuh, kami jalan ke Pantai Timur UG yang berjarak kurang lebih 2 km dari penginapan. Berharap bisa liat beautiful sunrise nya UG. Ternyata, lagi2 mendung menghalangi pandang kami pada munculnya matahari itu. Huhuhu .. Ya sudah, akhirnya cuma main air & jeprat jepret di Pantai Timur UG.

2. Setelah puas di Pantai Timur UG, kami sarapan di warung makan di pertigaan Jl. Ujung Genteng. Biar kata warung kecil, menurut saya, nasi gorengnya mantap. Porsi kuli, tetep tandas saya makan. Hehe .. :) Untuk sarapan pagi itu, kami membayar 89,5K IDR. Pulang ke penginapan carter angkot 27K IDR, udah ngga sanggup jalan. Hehe ..

3. Main2 air lagi deh di depan penginapan, tapi kali ini lebih ekstrim, pake berenang2 segala. Tapi saya ngga, cukup jadi juru foto aja atau basahin kaki dikit. Paling takut kalo harus nyemplung2 gitu. Hehe ..

4. Makan siang di Hexa lagi. Sabar menunggu euy, tetep lamaaa, padahal cuma kami aja pengunjungnya. Haha .. 😀 Untuk makan siang ini, kami membayar 163K IDR. Selepas makan siang, UG diguyur hujan cukup deras sampe sore. Niatan liat pelepasan anak penyu di Pantai Pangumbahan pukul 17.00 pun harus dibatalkan, karena cuaca ngga memungkinkan. Hiks .. Tidur2an all day long aja di penginapan, sama becanda2 ma anak2. Welehhh ..

5. Lepas Isya, kami harus meninggalkan UG, sedihnyaaa .. Untuk ke Surade, kami carter angkot yang kami pake seharian kemarin, bayar 100K IDR aja. Kami mengejar bis MGI jurusan Surade – Bogor yang pukul 22.00. Karena sampe Surade masih pukul 20.45, kami sempatkan makan malam di warung tenda, habisnya 110K IDR, kenyanggg. Trus nunggu bis berangkat deh di terminal aja.

(Surade – Baranangsiang)
Perjalanan dengan bis MGI ini kami tempuh kurang lebih 6 jam. Rute yang dilewati sama ketika berangkat, tapi karena lelahnya badan, saya bisa pulas tertidur. Bangun2 sudah sampai Sukabumi, lanjut tidur sebentar, ternyata si kernet udah teriak2, “Terminal abis, terminal abis”. Sudah di Bogor rupanyaaa, sudah Subuh pula .. :) Ongkos bis MGI ini 315K IDR untuk bersembilan atau 35K IDR per orang.

(Bogor)
Numpang sholat Subuh di Masjid Raya Bogor lagi. Beuhhh, badan berasa remuk, terutama kaki. Kaku bangettt .. Hiyaaa .. Tapi tetep hepi donggg ..

(Baranangsiang – Lebak Bulus)
Pukul 05.30, kami bergerak meninggalkan dinginnya Bogor dengan bis Agra Mas. Bis penuh dengan pelaju2 Bogor Jakarta, mereka rapi2, wangi, siap berangkat kerja lah. Kebalikan banget dengan kami yang kucelnya minta ampun. Hehe .. :) Ongkos Agra Mas sama ketika berangkat, 103,5 IDR bersembilan atau 11,5K IDR per orang.

(Lebak Bulus – Bintaro)
Yaaa, akhirnya pukul 06.45 kami sampai di ibukota, dengan segala macam peradaban dan kenyataan yang harus kembali kami hadapi. Carter angkot untuk pulang ke Bintaro, setelah dinego, kami harus bayar 50K IDR. Ya sudahlah, pas, itu uang terakhir yang kami miliki. Hehe ..

Alhamdulillah, petualangan kali ini berhasil kami selesaikan dengan menyenangkan. Oh ya, total pengeluaran kami kali ini adalah 3428K IDR atau 381K IDR per orang. Yang bikin agak over budget adalah makan !! Hehe .. Iya, kami makannya agak2 berlebihan deh kayanya, 3 kali sehari, penuh gizi pula .. 😀

Selamat menikmati indahnya Indonesia, Temans ..

7 thoughts on “[Catper] Ujung Genteng, 4-7 Desember 2009

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: