City Tour @ Semarang, 12 Desember 2010

Inilah cara saya menghabiskan Minggu pagi : Mbambung di Kota Lama & Lawang Sewu, sendirian .. :)

Yes, kamu tidak salah baca, saya memang sendirian. Habis, kalau menunggu ada teman baru jalan, bisa-bisa saya baru akan jalan tahun depan atau malah entah kapan. Hohohoho ..

Saya mulai melajukan motor dari kos sekitar pukul 7 pagi, menuju kawasan Kota Lama. Tidak terlalu jauh, hanya sekitar 10 menit saja dengan kecepatan normal. Spot pertama yang saya tuju adalah Gereja Blenduk. Sampai disana, saya mendadak ciut nyali. Bagaimana tidak, tidak kurang 5 orang berkamera DSLR dengan lensa yang panjang-panjang itu sudah mengambil posisi, nge-shoot gereja unik itu. Dooohhh .. Teringat kamera yang tersimpan rapi di tas saya hanya kamera pocket standar. Heuuu ..

Akhirnya, saya tidak jadi berhenti di Gereja Blenduk, mbablas saja ke arah Polder Tawang. Yak, disana saya mulai PD, jeprat jepret aaahhh ..

Pabrik Rokok Praoe Lajar

Polder Tawang

Setelah puas jeprat jepret di sekitar Polder dan Stasiun Tawang, saya balik lagi ke kompleks Gereja Blenduk. Saya kuatkan hati **sumpah, ini lebay** untuk mengeluarkan kamera mungil, sementara orang-orang di sekitar saya heboh dengan tele nya masing-masing. Hohoho .. Ternyata hasil jepretan kamera pocket saya lumayan koookkk .. **jumawa**

Gereja Blenduk

Kantor Jiwa Sraya

ITC

Saya menyebutnya Gedung Merah ..

PT Pelni

Puas 1 jam puter-puter Kota Lama, saya kembali nekad melajukan motor ke arah Tugu Muda. Lawang Sewu. Huwaaa .. Sudah lama saya ingin kesana, meskipun agak gambling, karena saya tidak tahu apakah bangunan bersejarah itu sudah dibuka atau belum, setelah proses renovasi yang dilakukan. Eh, ternyata dibuka looohhh .. :)

Setiap pengunjung Lawang Sewu dikenai tiket masuk seharga 10K IDR dan harus didampingi seorang guide, yang nantinya harus kita beri uang jasa minimal 25K IDR. Tapi jangan khawatir, uang yang kita keluarkan worth it kok dengan pendampingan yang kita dapatkan .. :)

Menurut Mas Ari, guide yang mendampingi saya, setelah selesai renovasi, Lawang Sewu akan dipergunakan oleh PT KAI dan Dinas Pariwisata. PT KAI akan berkantor di sebagian ruang yang ada disana, sementara Dinas Pariwisata akan menjadikan Lawang Sewu sebagai museum. Ternyata Lawang Sewu memang menyimpan sejuta sejarah lahirnya Indonesia. Proses pembangunannya saja sudah drama, Sang Arsitek dipaksa membuang semua desain bangunan agar tidak ada yang mencontoh konstruksi, eksterior dan interior Lawang Sewu. Dan memang, konstruksi, eksterior dan interior Lawang Sewu layak disebut outstanding. Salah satu contohnya adalah sistem sirkulasi udara yang sempurna. Pintu-pintu yang dibilang berjumlah seribu itu adalah alat sirkulasinya. Ditambah lagi, ruang bawah tanah yang ada di bawah seluruh bangunan Lawang Sewu, dimana ruang bawah tanah itu berisi air setinggi betis orang dewasa. Itulah sistem AC alami yang membuat hawa di dalam Lawang Sewu dingin dingin gimanaaa gitu .. **saya merinding melulu disana, ternyata bukan karena apa-apa, melainkan hawa dingin hasil AC alami itu**

Beberapa cerita mengenai penjajah yang kejam pun mewarnai Lawang Sewu. Ruang bawah tanah, selain digunakan sebagai sistem pendingin ruangan alami, ternyata juga digunakan sebagai penjara bagi tawanan-tawanan pribumi. Bukan penjara sembarang penjara, melainkan penjara berdiri, dimana tawanan hanya bisa berdiri sepanjang mereka dikurung, juga penjara jongkok, yang membuat tawanan hanya bisa jongkok selama mereka menjadi tawanan. Selain itu, ruang bawah tanah juga menyimpan cerita pembantaian tawanan yang membangkang. Kemudian, parit yang mengelilingi Lawang Sewu, tidak hanya berfungsi sebagai pertahanan saja, tapi juga tempat membuang jasad tawanan yang sudah digorok kepalanya. Heuuu .. :(

Namun, Lawang Sewu tidak melulu menyimpan cerita misteri loh .. Masih ingat film Ayat-Ayat Cinta besutan sutradara Hanung Bramantyo kan ? Nah, setting tempat film tersebut ternyata 80 % berada di bangunan Lawang Sewu. Apartemen Fahri dan Maria, rumah sakit tempat Fahri menikahi Maria, kantor polisi, kampus Al Azhar, penjara tempat Fahri ditawan .. Semua itu diambil di Lawang Sewu .. :)

Lawang Sewu

Bagian dalam Lawang Sewu

Orang-orang menyebut ini Lorong Hantu

Yaaakkk, itulah cerita jalan-jalan saya Minggu pagi kemarin. Sebenarnya masih ingin lanjut ke Masjid Agung Jawa Tengah, tapi apa daya, hujan terlanjur turun. Pulang deeehhh ..

Ayooo, siapa yang mau main ke Semarang, saya siap menjadi guide .. **asal ditraktir pecel Bu Sumo tapiii, hihihihi ..**

4 thoughts on “City Tour @ Semarang, 12 Desember 2010

  • December 13, 2010 at 12:27
    Permalink

    sebenarnya ke lawang sewu asyik jg klo mlm za, liat tugu muda dimalam hari dr menara air…

    Reply
  • December 13, 2010 at 13:37
    Permalink

    Wow keren ini g suka banget foto berikut cerita t4 yg dituju,jd pengen kesono hiks…hiks…hiks….banyak ilmu jg yah ternyata klu kita jalan2 begitu,ilmu ac berair he..he…kudu diperhatikan kalau someday mau bikin rumah,dibawahnya dibuat penampungan air aja biar sejuk tuh rumah sekalian

    Reply
  • December 13, 2010 at 15:42
    Permalink

    @ deni : Penginnya sih malem, Den, tapi kalo sendirian ngga berani .. Hehehe ..

    @ mba martini : Haduuu, makasih yaaa .. Jadi terharu .. ^^ Iya, Mba, ternyata ketika banyak pengunjung merasakan merinding, itu bukan karena horor2nya, tapi memang hawa di Lawang Sewu semilir-semilir gimana gituuu .. Hehehe ..

    Hayuuukkk ke Semarang, ditunggu ya, Mba .. :)

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: