Lost in Jepara, 7 Mei 2011

Sabtu, 7 Mei 2011 ..

Saya berhasil menyeret seorang kawan, Wulan, untuk jalan-jalan, sekedar menghilangkan alergi setelah 3 bulan tidak mengubah rute jelajah harian, dari kos ke kantor. Tidak jauh, hanya ke Jepara, sekitar 2 jam saja dari Semarang. Lepas Subuh, saya bersiap, karena travel berangkat pukul 7 pagi. Nah, ketika siap-siap itulah, saya mendengar suara rintik air di luar. Kyaaa, HUJAN !! Omigoooddd ..

Kebayang lah ya, mau liburan ke pesisir dan hujan turun. Huhuhuhu .. Ah, katanya, sekali layar terkembang, pantang pulang ke daratan *sambil mengepalkan tangan ke udara*, maka saya dan Wulan tetap berangkat, dengan harapan nanti di Jepara terang benderang. Berangkat pukul 7, sampai Jepara pukul 9 dan posisi langit di Bumi Kartini itu tetap putih, tertutup mendung, bahkan gerimis sesekali turun. Swediiihhh ..

Start dari Hotel Segoro, yang merupakan pool travel Central Java, yang kami tumpangi. Tujuan pertama kami adalah Pulau Panjang. Untuk menuju pulau kecil yang terletak sekitar 1,5 km dari Kota Jepara itu, kami memilih untuk menyeberang dari Pantai Kartini dan bukan Pantai Bandengan. Kenapa ? Pertama, kami tidak berkendara sendiri, agak sulit menempuh perjalanan tambahan dari kota ke Bandengan, yang berjarak sekitar 10 km. Kedua, penyeberangan dari Pantai Bandengan ke Pulau Panjang memakan waktu lebih lama, dengan gelombang yang lumayan besar ..

Oh ya, Jepara adalah kota yang terbilang minim angkot, terutama untuk daerah-daerah yang jauh dari pusat keramaian, semacam pasar dan terminal. Mau ngga mau, moda transportasi becak lah yang jadi harapan. Seperti kami, dari Hotel Segoro ke Pantai Kartini, yang berjarak kurang lebih 2 km, ya mbecak. Jelas lebih mahal daripada jika ada angkutan, tapi bagaimana lagi, adanya itu ..

Sesampainya di Pantai Kartini, kami ngeyup dulu, hujan cukup deras. Langit totally washout ! Jelas tidak kondusif untuk hunting foto ..

Ketika hujan mereda, kami segera menuju ke dermaga Pulau Panjang, letaknya di kanan kiri Kura-Kura Ocean Park. Sepi euy .. Cuma ada saya dan Wulan, juga beberapa ibu dengan anak-anaknya, bermain air di pantai yang tidak berpasir ini. Hwaduuuhhh .. Setelah celingak celinguk cukup lama, seorang bapak menawari kami untuk menyeberang ke Pasir Putih, begitu dia berkata, notabene itulah sebutan untuk Pulau Panjang. Berhubung kami hanya berdua, Si Bapak menetapkan harga yang sedikit lebih mahal dari tarif biasanya ..

Kami melaut diatas kapal kayu bermesin sederhana ke Pulau Panjang kurang lebih selama 10 menit. Laut cukup tenang, karena memang bukan laut lepas dan dangkal, tapi ya itu, langit putih, tidak ada biru-birunya sama sekali. Astogooo ! Dan tracking di pulau seluas kurang lebih 7 hektar ini pun dimulai. Si Bapak tukang perahu berkata akan menunggui kami di dermaga. Sip ..

Pagi itu, Pulau Panjang sepi sekali. Jangan khawatir tersesat, meskipun vegetasi yang tumbuh di pulau tersebut cukup rapat, terdapat paving block yang mengitari sekeliling pulau. Kami sempat menjumpai serombongan anak muda yang camping di salah satu sudut pulau berpasir putih itu. Ah, tampaknya memang menyenangkan pasang dome, bakar-bakar jagung dan menikmati suasana malam bersama para sahabat di Pulau Panjang .. πŸ˜‰

Penjelajahan dilanjutkan, sampai kami menjumpai makam seorang tokoh ulama Jepara, bernama Syeikh Abu Bakar bin Yahya Ba’alawy. Keberadaan makam Syekh inilah yang membuat Pulau Panjang selalu ramai oleh rombongan ziarah. Kami sempat mengisi perut dulu di warung depan makam, dengan mie rebus. Hehehehe .. πŸ˜‰

Lepas dari makam Syekh Abu Bakar, hutan Pulau Panjang kembali merapat. Kondisi hujan dan sepanjang jalur tracking hanya ada kami berdua. Wow, agak horor juga. Apalagi di kanan kiri kami temui banyak tumbuhan yang dikenal sebagai makanan ular. Nyeeehhh .. Kalau tiba-tiba ada ular nongol, siap-siap ngacir lah yaaa ..

Setelah berjalan kira-kira 15 menit, kami kembali menemui peradaban. Distrik Navigasi Pulau Panjang. Disinilah mercusuar Pulau Panjang, yang berketinggian sekitar 45 meter, berada. Kompleks yang berada di bawah Departemen Perhubungan ini dijaga oleh 3 petugas, untuk memfungsikan menara suar, sebagai panduan bagi kapal-kapal yang melintasi Laut Jawa. Hujan kembali menderas, tepat ketika kami ditawari mampir duduk di Distrik Navigasi oleh para petugas. Lumayan, bisa ngobrol-ngobrol tentang seluk beluk pekerjaan mereka ..

Niat untuk melanjutkan tracking keliling pulau dicegah petugas Distrik Navigasi. Alasannya, cuma berdua, cewek semua pula, vegetasi semakin rapat di sisi pulau yang belum kami lewati dan jaraknya masih cukup panjang. Ya sudah, kami putuskan untuk balik lewat jalur yang sudah kami lewati sebelumnya. Huhuhu .. Andai saja, cuaca cerah dan rombongan lebih banyak .. :(

Kami kembali ke dermaga, untuk menyeberang kembali ke Pantai Kartini. Pulau Panjang, kapan-kapan aku akan kembali, suatu saat ketika cuaca cerah. Tracking lagiii .. Kalau perlu camping deh .. πŸ˜‰

Di Pantai Kartini, saya dan Wulan makan siang di warung hasil rekomendasi Si Bapak tukang perahu, namanya Warung Bu Miseh. Rasa ikan bakarnya memang yahud, ditambah sambal terasi dan sambal tomatnya. Nyummyyy ..

Berhubung waktu kepulangan masih lama, kami memutuskan untuk melanjutkan jelajah Jepara. Dekat-dekat kota saja sih, bukan ke Benteng Portugis dan Pulau Mandalika yang disebut-sebut para petugas Distrik Navigasi tadi. Itu jatah trip lain kali. Hehehe .. Tujuan kami adalah Museum Kartini yang berada di pusat kota, dekat alun-alun Jepara. Lagi-lagi, untuk menuju kesana tidak ada angkutan, harus mbecak. Bu Miseh berbaik hati untuk memanggilkan becak untuk kami. Makasih, Bu .. πŸ˜‰

Museum yang berisi tentangΒ sejarah Kota Jepara dan aneka perabot RA Kartini itu tampak memprihatinkan. Sepi, meskipun cukup bersih dan terawat. Sayang sekali .. Kami tidak lama berada di Museum Kartini. Selanjutnya ya hanya mbambung di alun-alun Jepara, duduk-duduk dan menikmati hotspot yang ternyata tidak bisa dinikmati. Hedehhh ..

Menjelang pukul 4 sore, kami berjalan kaki menyusuri pusat keramaian Kota Jepara, menuju Hotel Segoro. Cukup jauh, mungkin sekitar 2 atau 3 km, tapi seru. Tambah seru lagi ketika saya menyadari jaket yang saya letakkan di cangklongan ransel raib entah kemana. Dicari balik ngga ada .. Heuuu, berakhirlah sudah sejarah Si Merah menemani saya .. *mewek*

Tepat pukul 4 sore, travel Central Java kembali membawa saya dan Wulan ke Semarang. Alhamdulillah perjalanan lancar, sampai di TIC Semarang sekitar pukul 6 petang. Yayyy, berakhir sudah acaraΒ mbambung kami, yang kami beri nama : Lost in Jepara .. πŸ˜‰

in charge :

  1. Travel Central Java dari Semarang ke Jepara PP : 56K IDR — CP : 024 70231340
  2. Becak dari Hotel Segoro ke Pantai Kartini : 7,5K IDR — 15K IDR dibagi 2
  3. Tiket masuk Pantai Kartini : 5K IDR
  4. Perahu Sapta Pesona dari Pantai Kartini ke Pulau Panjang PP : 20K IDR
  5. Nge-brunch mie rebus : 4K IDR
  6. Makan siang : 16K IDR
  7. Becak dari Pantai Kartini ke alun-alun Jepara : 10K IDR — 20K IDR dibagi 2
  8. Tiket masuk Museum Kartini : 3K IDR

TOTAL : 121,5K IDR

19 thoughts on “Lost in Jepara, 7 Mei 2011

  • May 8, 2011 at 22:49
    Permalink

    Hmmm… besok lagi kalo ke sana mampir ke warung Budhe Sartimah (Mbak Sar), itu warung Budheku. Makanan sih biasa, ga istimewa, tapi di situ bisa dimulai penjelajahan di Jepara. Bukan kenapa, Budheku hobi banget cerita, mbak bisa tahu apa aja yg menarik di Jepara dari ceritanya. Barangkali dari situ bisa tahu ke mana tujuan mbambung-nya di Jepara. hahahaha…

    Reply
  • May 8, 2011 at 23:59
    Permalink

    Wah, harusnya aku kmaren ke museum kartini jg ya.. Padahal aku naik motor lho, tp karena gak mudeng kota jepara yo cuma muter2 tok trus balik. hehe

    Reply
  • May 9, 2011 at 04:48
    Permalink

    selalu menarik membaca cerita perjalanan mb zizah (sekaligus bikin cemburu,huhuhu..T_T),selain ada foto,jg ada kisi2 budget,recomended lah,kalau ad rncna mau jalan tgal buka bookmark blog mb zizah..=D

    seneng..liat foto2nya,
    semakin baguuus..^^

    Reply
  • May 9, 2011 at 09:06
    Permalink

    Fotonya kok blah ya bu, gak kayak biasanya …
    Don’t blame it on camera, tp yg make kameranya

    “Puff” “menghilang”

    Reply
  • May 9, 2011 at 10:02
    Permalink

    @ ombolot : Kalo nyalahin langit yang washout boleh ngga ya ?
    *timpuk Ombolot pake konde*

    @ sapar : Huhuhuhu .. :(
    *nangis di pundak Sapar*
    *ups, bukan muhrim dink !*

    @ sa : Makasih, Sa, niatan berbagi emang biar memudahkan temen2 yang mau jalan ke tujuan yang sama .. πŸ˜‰

    @ bee : Tapi kurang worth it kok, Bee .. Tapi alun-alunnya cukup lumayan lah buat nongkrong-nongkrong gitu .. πŸ˜‰

    @ timo : Yaaahhh, telat deh bilangnyaaa .. :(

    Reply
  • May 25, 2011 at 20:52
    Permalink

    @ cungkrink : Apa ndak kebalik ya ? Perasaan seringan Si Kakek deh jalan2nya .. Lebih deketan ke objek2 wisata pula .. πŸ˜‰

    Ajak2 yaaa .. Hehehehe ..

    Reply
  • May 29, 2011 at 23:20
    Permalink

    klo pengen lebih seru ke p.mandalika

    Reply
  • June 5, 2011 at 11:15
    Permalink

    Keren sekali ceritanya mba, sehari yang mendung sudah dapat foto foto bagus..

    salut dagh

    Hamid Anwar

    Reply
  • June 6, 2011 at 22:47
    Permalink

    @ hamid : Eh, itu beneran foto2nya bikin ilfil begitu sampe rumah loh, jwelek2, ngga ada yang sip .. Diakalin, kolase sana sini .. Hehehehe .. πŸ˜‰

    Reply
  • July 16, 2011 at 20:58
    Permalink

    @ hamid : Walaaahhh, malah ndhisiki ke Benteng Portugis yaaa .. πŸ˜‰

    Reply
  • July 18, 2011 at 13:23
    Permalink

    haha.. Iya, dan itu jauh sekali.. kira kira 30 km lebih dari Jeparanya..

    kapan2 anda wajib mengunjunginya lah yaa

    Reply
  • July 18, 2011 at 20:16
    Permalink

    @ hamid : Insya Allah .. Dan nanti gantian saya yang nyontek catpermu yaaa .. Hohoho .. πŸ˜‰

    Reply
  • July 20, 2011 at 12:50
    Permalink

    Haha.. Baiklah anak muda.. saya tunggu jeprat jepret dan corat coretnya .. :)

    Reply
  • September 24, 2012 at 23:07
    Permalink

    Keren nih !
    Ada informasi in-charge-nya ! Hehehee..

    Reply
  • September 25, 2012 at 21:36
    Permalink

    @ mkhuda : Terima kasih sudah berkunjung .. Semoga infonya bermanfaat yaaa .. πŸ˜‰

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: