[SBC 2011] Under Expectation ..

Solo Batik Carnival 2011 ..

IMG_9086

Akhirnya, kesampaian juga saya menjadi saksi penyelenggaraan event tahunan Kota Solo, yang untuk tahun ini merupakan pelaksanaan kali keempat. Alhamdulillah ..

Solo Batik Carnival (SBC) 2011 digelar pada tanggal 25 Juni 2011, di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, starting point di perempatan Purwosari dan berakhir di depan Balaikota Solo. Sejak pukul 17.30, saya sudah bersiap di area persiapan peserta, jalanan masih cukup lengang, hanya ada beberapa rombongan warga yang siap menonton karnaval. Disitu, saya bergabung dengan rekan-rekan fotografer *saya sempat ciut, ah, siapalah saya dengan ilmu jepret sangat cetek, diantara mereka yang canggih-canggih itu* untuk mengambil momen-momen persiapan yang dilakukan oleh para peserta pawai ..

Pada tahun keempat penyelenggaraannya, SBC kali ini mengangkat tema Keajaiban Legenda, dengan 4 sub tema di dalamnya, yaitu Ande-Ande Lumut (performer anak-anak), Roro Jonggrang, Ratu Kencono Wungu dan Ratu Laut Selatan (ketiganya ditampilkan oleh performer remaja dan dewasa). Selain arak-arakan yang terhimpun dalam 4 sub tema tadi, SBC dimeriahkan juga oleh pasukan drum band Keraton dan penampil koreografi tari khas Solo. Wow, di benak saya, bayangan mengenai sebuah pagelaran luar biasa berkelebat. Tidak sabar ..

Mendekati pukul 19.00, saya mulai berjalan ke arah Timur, mencari tempat yang nyaman untuk jepret. Slamet Riyadi sudah basah, setelah sengaja disiram air oleh mobil pertamanan dan blangwir (pemadam kebakaran). Saat itulah, saya mulai merasa tidak nyaman. Warga mulai memadati jalanan, merangsek hingga badan jalan, tanpa ada pengaturan dari petugas keamanan. Kondisi lampu jalan yang hanya sebatas kuning remang-remang, juga membuat saya semakin drop. Ini semua diluar perkiraan saya, hedeeeuuuhhh ..

Ketika pukul 7 malam sudah lewat beberapa menit, warga mulai gelisah, pawai tidak kunjung dimulai. Saya pun, jalan kesana kemari, mencari tahu, apakah rombongan sudah diberangkatkan dari panggung Purwosari. Sampai akhirnya, sekitar pukul 19.30, gemerlap karnaval mulai terlihat di tempat saya berdiri. Kekhawatiran saya pun terjadi, penonton sama sekali tidak mengindahkan gertakan petugas keamanan untuk sedikit mundur, memberi ruang bagi para peserta pawai. Penonton yang riweuh, kemruyek, petugas keamanan yang minimalis, rombongan karnaval yang tidak kebagian badan jalan, ditambah lagi official super duper galak, sampai-sampai tidak mengijinkan fotografer leluasa jeprat jepret. Yes, totally, saya putus asa dan hanya jepret sekenanya ..

Mungkin saya yang terlalu over ekspektasi ya ..

Mengacu pada event serupa yang digelar di Semarang pada 30 April 2011 lalu, Semarang Night Carnival (SNC), saya berharap SBC 2011 jauh lebih spektakuler, mengingat SBC 2011 adalah SBC yang keempat bagi Kota Solo, sementara SNC adalah yang pertama bagi Kota Semarang. Ternyata, oh, ternyataaa ..

Di luar segala macam keluh kesah mengenai SBC 2011 tadi, saya cukup terpana dengan aura Walikota Solo, Bapak Joko Widodo atau biasa dipanggil Jokowi. Ini kali pertama saya bertemu, bahkan berjabat tangan dengan walikota yang banyak menuai cerita positif mengenai keberhasilannya membangun wilayah yang dipimpinnya *plus kebandelannya melawan Pemerintah Provinsi, dimana Beliau memilih untuk mempertahankan Saripetojo, yang termasuk situs bersejarah Kota Solo, dibanding menuruti instruksi Gubernur untuk membangun kawasan komersial disana*. Salut, Pak, i heart you !

Dan inilah, sedikit dari yang berhasil saya abadikan lewat view finder dan tombol shutter EOS 1000D tercinta. Mohon maaf kalau mengganggu mata, semua memang karena kebodohan saya memegang kamera. Mohon bimbingannyaaa .. :)

IMG_9079

IMG_9135

IMG_9143

6 thoughts on “[SBC 2011] Under Expectation ..

  • June 28, 2011 at 15:15
    Permalink

    apakah panitia kurang mengantisipasi ledakan pengunjung ditengah semakin populernya acara ini? pemirrssaaahhh

    Reply
  • June 30, 2011 at 13:27
    Permalink

    kalo karnaval 17an di klaten aja udah rame gitu
    nggak bisa mbayangin ramenya karnaval ini …
    btw, jd inget salah satu tokoh di komik yotsuba yg ogah motret kegiatan2 rame, riweuh kali ya.

    Reply
  • July 1, 2011 at 15:42
    Permalink

    @ kokoh : Hehehehe .. Kokoh Rose banget daaahhh ..
    Iya, menurutku karena dipas2in sama liburan sekolah juga, jadi yang nonton bener2 membludak .. Buktinya hampir semua hotel pada full booked .. :(

    @ sapar : Bayangin aja, Par, sepanjang Jalan Slamet Riyadi itu orang semuaaahhh .. Tumplek bleeeggg .. 😉

    Reply
  • July 5, 2011 at 16:51
    Permalink

    hehe.. emang begitu Zah :)
    Waktu 2 tahun lalu di Jember juga uyek2an pas pawainya lewat. Petugasnya yang galak2 emang nyuruh smua penonton untuk ngasih jalan para peserta pawai, tapi tetep ajah penontonnya ndablek2. Wekeke..
    Jadilah aku – penonton – petugas rebutan menjalankan ‘tugas’ masing2 ;P

    Reply
  • July 5, 2011 at 20:45
    Permalink

    @ mba ndiet : Huwaaa .. Long time no see, Mbaaa .. 😉

    Hahaha, iya, semua ndableg, ya penonton, ya petugas, bahkan peserta pawainya ndableg, ngga peduli ada orang glosotan di depannya, di hajar aja .. Hehehehe .. 😉

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: