Trip Minang Day 1st : Harau, Penghalau Galau ..

Prolog :

Perjalanan ke Ranah Minang ini sudah lama saya inginkan, namun terkendala teman perjalanan. Tidak ada satu pun teman yang bersedia saya ajak menjelajahi Sumatera Barat dengan alasan, “Memangnya mau lihat apa di Padang ?”. Sampai ketika seorang sahabat menginjakkan kaki juga disana, karena diajak mudik teman kantornya, saya semakin mupeng. Alhamdulillah Jejak Kaki, sebuah komunitas jalan-jalan, membuat event Trip Minangkabau, tanpa babibu, saya segera minta ijin ke Mas Bojo untuk ikut serta di trip tersebut. Alhamdulillah diperbolehkan .. Dan inilah trip pertama saya dimana tidak ada satupun teman perjalanan yang pernah saya kenal sebelumnya. Deg-degan, tapi seruuu .. Ternyata kekhawatiran melakukan trip bersama ‘orang asing’ sama sekali tidak beralasan, semua berjalan baik-baik saja, bahkan selain jelajah Sumatera Barat, saya mendapat bonus tambahan : Teman-teman baru yang asoy .. Hehehehe ..

15 September 2011 ..

Pukul 7 pagi, saya sudah stand by di Terminal 1B, Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, menanti penerbangan JT 350 yang akan membawa saya ke Bandara Minangkabau, Padang. Sampai di ruang tunggu, saya masih belum tahu yang mana teman-teman seperjalanan saya. Sekitar setengah jam sebelum boarding, akhirnya saya memberanikan diri mendekati sekelompok orang, yang salah satunya saya yakini sebagai Santos, founder-nya Jejak Kaki. Alhamdulillah saya tidak salah orang. Disitulah saya berkenalan juga dengan Tri, Mba Frisca, Mba Tarie, Pak Hendra, Mas Dian dan Mba Nuning.

Penerbangan ke Padang, ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Dan hebatnya, saya bisa tidur pulas di dalam pesawat ! Ini rekor, sekaligus keajaiban, karena sebelumnya saya tidak pernah bisa memejamkan mata dalam penerbangan-penerbangan sebelumnya. Hahahaha .. *jumawa*

Sampai di Bandara Minangkabau, Padang, sambil menunggu klaim bagasi, saya berkenalan dengan seorang teman baru lagi. Dialah Tante Mely. Dan di luar bandara sudah menunggu teman-teman yang lain, yang sudah sampai lebih dulu. Mereka adalah Mba Nanin, Mba Ade, Pak Zulfan, Mas Inul, Pak Herman, Irene, Mba Maria, Uni Lusi dan Melinda. Plus ada Pak Arie dan Pak Usman, sebagai guide lokal. Rame deh itu bisnya .. Sebelum meluncur ke Lembah Harau, tujuan pertama Trip Minangkabau ini, kami mampir ke Soto Angkasa, yang terletak tidak jauh dari bandara. Pada kelaparaaannn ..

IMG_0082_2

Setelah lumayan kenyang, perjalanan pun dimulai. Tujuannya adalah Lembah Harau, yang berada di Kabupaten 50 Kota, sekitar 4 jam perjalanan dari Kota Padang. Di sepanjang perjalanan, kami mampir-mampir kok .. Yang pertama, mampir ke air terjun Lembah Anai, yang terletak di jalan raya Padang – Bukittinggi, via Tanah Datar dan Padang Panjang. Cantik, walaupun kesannya riweuh, karena benar-benar terletak tepat di pinggir jalan dan hanya dibatasi oleh pagar seadanya. Oh ya, di depan air terjun, terdapat rel kereta api dengan jenis yang sama dengan rute rel kereta api Ambarawa – Jambu, yaitu rel dengan pengait di bagian tengahnya. Rel seperti ini biasa ditemukan di daerah-daerah pegunungan, untuk mempertahankan posisi kereta api agar tidak merosot ..

IMG_0087_2

IMG_0096_2

Selanjutnya, kami mampir juga di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau, yang terletak di Kabupaten Padang Panjang. Niat awalnya, kami hendak foto bersama berlatar belakang Rumah Gadang atau Bagonjong, yang notabene rumah khas Minang. Ternyata bukan cuma foto bersama, tapi foto sendiri-sendiri juga. Hooo, benar-benar traveler narsis kabeh .. Hahahaha ..

IMG_0119_2

Lepas dari PDIKM, kami makan siang *hah ?! makan lagi ?!* di Rumah Makan Spesifik Minang, Pak Datuk. Sebelumnya mampir sebentar ke Sate Mak Syukur, yang terletak sekitar 100 meter sebelum Pak Datuk. Makan dobel gitu deh ceritanya. Hehehe ..

Sekitar pukul 3 sore, kami mampir lagi ke pusat kerajinan tenun tradisional, Pande Sikek, yang terletak di Kabupaten Tanah Datar. Belanja belanji deeehhh .. Dan bresss, hujan turun, membuat selera belanja kami semua meningkat sekian tingkat *laaahhh, apa hubungannya yak ?!*. Saya sempatkan membeli kerudung dengan sulaman khas Pande Sikek, juga beberapa pernak pernik khas Minang untuk buah tangan ..

IMG_0131_2

Perjalanan menuju Lembah Harau dilanjutkan, masih jauh, Jenderal ! Lepas Tanah Datar, kami melewati Bukittinggi dan Payakumbuh, hingga akhirnya sekitar pukul 5 sore, kami memasuki Kab. 50 Kota, sebuah kota kecil dimana Lembah Harau berada. Niatnya mau langsung tracking, sekedar mengetahui kegiatan harian masyarakat Harau, apa daya, hujan malah turun lumayan deras. Ya sudahlah, kami pun langsung check in di penginapan yang super cozy, Echo Home Stay. Penginapan ini terletak tepat di bawah dua tebing Harau, yang diketahui merupakan jenis batuan breksi dan konglomerat. Karena keberadaan kedua jenis batuan itulah, Harau dikatakan unik, karena breksi dan konglomerat adalah batuan yang ditemukan di dasar lautan. Nah lho !

IMG_0147_2

Lembah Harau ini benar-benar sunyi dan menenangkan. Selalu diselimuti kabut. Keren lah pokoknya .. Cuma ya itu, siap-siap ya, sinyal ponsel agak sulit ditemukan disini. Remote area .. Pas lah untuk berkontemplasi, tsaaahhh ..

Legenda Putri Sari Banilai, seorang putri dari tanah Hindustan, mewarnai kehidupan masyarakat Harau. Untuk cerita yang satu ini, tunggu ya, saya berniat menuliskannya dalam sebuah cerita fiksi. Hehehe .. *malah promosi !*

Menjelang petang, kami berkumpul di resto Echo Home Stay. Ceritanya sih mau ice breaking alias kenalan, padahal otomatis sudah saling kenal satu sama lain di bis. Hehehehe ..

Selanjutnya, makan malam bersama dan tiduuurrr ..

Alhamdulillah, hari pertama yang menyenangkan. Catatan perjalanannya lanjut nanti lagi .. Stay tune yaaa .. *dibalang keripik balado*

.. to be continued ..

13 thoughts on “Trip Minang Day 1st : Harau, Penghalau Galau ..

  • September 28, 2011 at 15:13
    Permalink

    itu Lembah Anai emang keren viewnya…aku suka turun disitu buat duduk2 bentar trus lanjut naik bis lain kalo pas lagi jalan Padang-Bukittinggi. cuma buat nikmati sebentar doang

    Reply
  • September 28, 2011 at 15:48
    Permalink

    @ kokoh : Sepakat ! Lembah Anai dan daerah di sekitarnya itu damai banget ya, walaupun terletak tepat di pinggir jalan .. Ayeee bangeeettt .. 😉

    Reply
  • October 3, 2011 at 18:55
    Permalink

    Thx atas info nya loh…
    Akhir Okt ini, aku & seorang temen akan jalan ke Padang-Bukittinggi….
    Walaupun sudah intip semua Catper, tetap kita msh butuh “keyakinan” alias “kepastian”……

    Tambah ga sabar utk bisa menginjakkan kaki di tanah Minang…..

    Reply
  • October 4, 2011 at 09:05
    Permalink

    @ nita : Sama2, Mba .. Terima kasih juga udah mampir di “rumah” saya .. Semoga Trip Minangnya berhasil dan menyenangkan yaaa .. 😉

    Reply
  • October 6, 2011 at 11:35
    Permalink

    emang aku jg ngerasa dalem bgt kesannya selama di Lembah Harau, gegitu tenang, damai, rasa” dinegri dongeng.

    apalagi wkt kt nyampe dismbut hujan, kabut menyelimuti
    puncak” bukit disekitarnya.

    kpn ya bisa kesana lagi….

    Reply
  • October 15, 2011 at 21:39
    Permalink

    @ te mel : Iya, pengin kesana lagi deh, Te .. Kapan2 deh yaaa .. Lebih seru kalo bareng2 lagi .. 😀

    Reply
  • May 9, 2012 at 15:03
    Permalink

    Hai Mbak, saya Mila dari majalah Femina. Boleh minta nomor kontakmu? Pengen tanya-tanya seputar liburanmu bersama orang-orang yang sebelumnya tidak kamu kenal seperti di ceritamu ini. Email ke djamilah.djamilah@feminagroup.com ya Mbak. Terima kasih :)

    Reply
  • May 9, 2012 at 18:30
    Permalink

    @ djamilah : Boleh banget, Mba .. Saya kirim via email ya .. 😉

    Reply
  • May 21, 2012 at 14:30
    Permalink

    @ mba mila : Sudaaahhh yaaa ..

    Sekarang gantian aku yang ngga sabar baca tulisan Mba Mila di Femina, kan ada fotoku disitu, nampang .. Ahahihihihi .. 😉

    Reply

Leave a Reply to Kokoh Cancel reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: