Trip Minang Day 2nd : Bukittinggi, Menawan Hati ..

16 September 2011 ..

Hari kedua, masih di tengah-tengah keheningan Harau ..

Sekitar pukul 5 pagi, penghuni ‘Wisma Putri’ sudah terjaga. Hawa dingin lembah cukup menusuk, tambah terasa ketika satu persatu dari kami menyentuh air. Brr .. Mantap ! Kami segera bersiap tracking, ada beberapa air terjun atau yang dalam bahasa Minang disebut sarasah, yang akan kami kunjungi. Tracking ringan, kata Pak Arie, salah satu local guide kami. Siappp !

Belum pukul 6, kami semua sudah siap di halaman depan Echo Home Stay. Dari sanalah pemandangan super ajaib terpampang di depan mata. Tebing-tebing Harau terpancang tangguh, dengan efek kabut yang dramatis. Oh iya, saya baru ngeh, mengapa tempat kami menginap memilih nama Echo, ternyata tepat di depan gerbang masuk penginapan ada semacam titik, yang kalau kita berdiri disana dan berteriak, suara kita akan kembali alias bergema, karena Echo Home Stay memang berada diantara dua tebing. Nah, Echo artinya gema kaaannn ?! *saya dan beberapa teman pun sibuk teriak-teriak, membuktikan gema itu benar-benar terjadi, hehehe ..*

Copy of IMG_0168

Baiklah, jalan-jalan santai dimulai. Benar apa yang dikatakan Pak Arie, kami hanya menyusuri jalanan aspal tanpa mendaki sama sekali, kurang lebih sejauh 3 KM. Ketika mendekati sarasah, track aspal berubah menjadi setapak tanah. Ada 3 sarasah yang kami kunjungi, kata Mbah Google namanya Aie Luluih, Bunta dan Murai. Ketiga air terjun ini memiliki ciri yang sama, airnya turun dari puncak tebing setinggi kurang lebih 30 M, dengan debit kecil, hingga ketika sampai di bawah, percikannya lembut sekali. Cantiiikkk ..

Copy of IMG_0199

Pukul 7.30, kami dijemput bis di pelataran parkir sarasah. Kami segera kembali ke penginapan, karena pukul 9 harus segera meninggalkan Harau, untuk mengejar bisa sampai Bukittinggi sebelum sholat Jumat. Setelah bersih-bersih dan sarapan, kami pun harus say bubye ke Echo Home Stay. Sebelum benar-benar meninggalkan Harau, kami dibawa mampir sebentar ke satu sarasah lagi, yaitu Akar Barayun. Bagus jugaaa ..

Copy of IMG_0210

Yak, tujuan selanjutnya adalah Bukittinggi, kota yang terletak 40-an KM dari Lembah Harau, ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Objek pertama yang dikunjungi adalah Ngarai Sianok, walaupun tidak turun sampai dasar lembah dan menyantap Itiak Mudo Lado Ijo, yang sangat terkenal itu, saya cukup puas dimanjakan keindahan ngarai. Luar biasa !

Copy of IMG_0222

Selanjutnya, kami berjalan sedikit ke arah kiri ngarai, disana terdapat pintu masuk Lobang Jepang. Berdasarkan keterangan guide resmi, Lobang Jepang dibangun pada tahun 1940-an oleh para pribumi yang dipaksa Tentara Jepang. Lobang ini panjangnya sekitar 1,4 KM dengan macam-macam bilik terdapat di dalamnya. Kondisinya yang remang-remang dan cerita seputar penyiksaan yang dilakukan Tentara Jepang kepada para pribumi, membuat bulu kuduk saya berdiri. Hehehehe ..

Copy of IMG_0229

Selesai mengitari Lobang Jepang, kami segera menuju ke Taman Jam Gadang, yang terletak di depan Istana Bung Hatta dan Pasar Atas. Berhubung waktu sholat Jumat sudah hampir tiba, bapak-bapak segera menuju Masjid yang berada di belakang Pasar Atas. Sementara ibu-ibu persiapan shopping. Hehehehe ..

Sebelum belanja, saya dan beberapa teman, menyempatkan diri foto-foto dengan latar belakang Jam Gadang yang tersohor itu. Iconic Kota Bukittinggi yang dijuluki Small Big Ben ini dibangun pada tahun 1926 dan merupakan hadiah Ratu Belanda kepada Sekretaris Kota di masa itu. Ada yang unik dari Jam Gadang ini, semua angka penunjuk waktunya ditulis menggunakan angka Romawi, namun untuk angka 4 ditulis IIII, bukan IV seperti pada umumnya ..

Copy of IMG_0245

Puas foto-foto, kami lanjut ke Pasar Atas dan perburuan dimulai. Sebenarnya saya hanya mencari baju koko dengan sulaman khas Bukittinggi, alhamdulillah ketemu. Beli satu deh, untuk Mas Bojo. Hehehehe .. Mumpung sudah sampai Pasar Atas, kami pun menyempatkan mengunjungi Nasi Kapau Uni Lis, di belakang Pasar Atas. Eh, saya beri tahu ya, itu makanan enaknya ampun-ampunan ! Dakak bumbu rendangnya, terutama .. Ngiler ..

Copy of IMG_0254

Tepat pukul 1, kami kembali ke Taman Jam Gadang, karena bis sudah menunggu disana. Ada yang lucu, karena keasyikan belanja, saya dan Tri menjadi rombongan terakhir yang sampai di bis. Hujan pula, bawa tentengan, lari-lari .. Wah, berasa sedang ikut The Amazing Race .. Hahahaha ..

Tujuan kami selanjutnya adalah Kelok 44 dan Danau Maninjau, yang berada di wilayah Kab. Agam. Namun sebelumnya mampir makan siang di Restoran Family Benteng, Bukittinggi. Makan lagi ?! Hehehehe .. Iya, saya juga heran, kenapa jadi banyak makan gini ya .. *tepok jidat*

Sekitar pukul 3 sore, kami mulai melintasi Kelok Sembilan, yang merupakan prolognya Kelok 44. Sembilan kelok selesai kami lewati, sampailah kami di Puncak Embun Pagi. Disanalah Danau Maninjau mulai terlihat membentang di kejauhan. Begitu pula dengan 44 kelokan, yang siap menyambut kedatangan kami. Hooo .. Itu kelokan bener-bener ekstrim ! Pengemudi harus bener-bener menguasai medan, apalagi kalau kabut sudah turun dan hujan. Tsaaahhh .. Horor !

Kami berhenti sejenak di kelok ke 34 untuk berfoto dengan latar belakang Danau Maninjau. Lepas foto-foto, kami melanjutkan perjalanan dan menuju tepian Maninjau. Kami berhenti lagi di sebuah tempat makan, sayang sekali, saya lupa apa nama restoran mungil, yang memiliki dermaga kecil untuk menuju ke tengah-tengah Maninjau ..

Copy of IMG_0255

Copy of IMG_0257

Jelang petang, kami meninggalkan Kab. Agam untuk kembali ke Kota Padang. Malam kedua itu kami memang menginap disana, di Hotel Bunda tepatnya. Sekitar pukul 8 malam kami sampai di ibukota Sumatera Barat itu, setelah sepanjang perjalanan diguyur hujan. Sebelum menuju penginapan, kami makan malam dulu di Daima Cultural Garden Restaurant, kemudian beli oleh-oleh khas Minang di Keripik Shirley ..

Lepas pukul 9 malam, sampai juga kami di Hotel Bunda. Fiuhhh, nyamaaannn .. Saya kebagian sekamar dengan Mba Frisca, teman duduk juga di bis. Aseeekkk .. Malam itu, kami tidur nyenyaaakkk ..

Hari kedua lancar jaya, walaupun hujan turun merata setelah menjelang malam. Masih ada lanjutannya ya, jangan kemana-mana .. *penyiar radio mode on*

.. to be continued ..

7 thoughts on “Trip Minang Day 2nd : Bukittinggi, Menawan Hati ..

  • September 28, 2011 at 12:12
    Permalink

    Wah, seru mbak, ditunggu hasil akhir cost nya habis berapa.. hehehe 😉

    Reply
  • September 28, 2011 at 13:42
    Permalink

    @ hamid : Ditunggu ya, sampe episode terakhirnya .. Hehehehe .. 😉

    Reply
  • February 15, 2014 at 20:40
    Permalink

    @ akbar : Nah, nanti kalau kesampaian ke Bukittinggi, pose di depan Jam Gadangnya sambil ala2 dorong menaranya ya. Keren jadinya. Hehehe .. 😉

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: