Trip Minang Last Day : Carocok, Langkisau dan Mengejar Pesawat ..

18 September 2011 ..

Mengawali hari terakhir di Ranah Minang di sebuah springbed sederhana milik Wisma Anordio. Belum ada pukul 5, ketika Santos dan Pak Arie heboh mengetuk pintu kamar kami, satu persatu. Inilah yang disebut morning call ala Jejak Kaki .. Hahahaha .. :)

Pagi-pagi mau kemana sih ?

Tujuan pertama adalah Bukit Langkisau, kemudian dilanjutkan ke Pantai Carocok, keduanya terletak di pusat Kota Painan. Dari penginapan, kami diantar bis sampai titik awal tracking atau pendakian Bukit Langkisau, yang berketinggian kurang lebih 250 mdpl. Jalur tracking nya sih sudah tertata rapi, aspal halus, namun tetap saja menanjaknya SADIS ! Beneran sadis loh .. Huhuhuhu .. Dengan terengah-engah, saya mencoba menata nafas, maklum, sudah terlalu lama ngga latihan fisik. Dada panas, kaki pegel, keringat bercucuran. Fiuhhh .. Sesekali saya berhenti, pemandangan dari jalur pendakian luar biasa cantiknya, yaitu hamparan Kota Painan, dengan beberapa bangunan Bagonjong, juga lautan sejauh mata memandang. Mantap !

Copy of IMG_0444

Saat awal pendakian, Pak Arie mengatakan waktu tempuh hanya sekitar 20 menit, namun saya ternyata lebih euy .. Ya karena saya lebih banyak berhenti untuk beristirahat, plus foto-foto tentunya. Hahahaha .. Dan setelah berjuang setengah mati, sampai juga kami di puncak bukit. Wow ! Pemandangan disana lebih asoy, indah bangeeettt .. Kami langsung beristirahat di sebuah warung, untuk sekedar makan makanan ringan dan minum sebotol dua botol teh dingin. Nikmatnyaaa ..

Oh iya, di puncah Langkisau terdapat beberapa villa, meskipun yang paling bagus ya cuma 1, lainnya terkesan tidak terawat dan lama tidak dijamah orang ..

Sekitar pukul 7 pagi, kami semua kembali turun ke titik awal pendakian. Disana bis sudah menunggu, untuk membawa kami ke Pantai Carocok, yang berjarak sangat dekat dari Langkisau, hanya sekitar 5 sampai 10 menit saja berkendara. Pantai Carocok adalah pantai wisata utama di Kota Painan, daya tariknya adalah sebuah pulau yang terhubung dengan daratan Sumatera, ada sebuah jembatan di antara keduanya. Semacam Pulau Tidung di Kepulauan Seribu atau Pantai Kukup di Gunung Kidul ..

Copy of IMG_0464

Di Carocok, kami hanya berfoto-foto sebentar dan segera kembali ke bis, karena waktu yang ada memang terbatas. Mengingat kami harus mengejar jadwal pesawat sore hari nanti, padahal jarak Kota Painan ke Bandara Minangkabau cukup jauh, sekitar 3 jam perjalanan normal. Sampai di penginapan, kami sarapan bersama, kemudian segera mandi dan persiapan check out ..

Pukul 9.30, rombongan sudah siap diberangkatkan meninggalkan Kota Painan. Huhuhu .. Sedihnya, menyadari Trip Minang ini akan segera berakhir .. :(

Pak Arie mengatakan, jika perjalanan normal, nanti akan disempatkan city tour di sekitaran Kota Padang, sebelum makan siang dan menuju ke bandara. Ternyata, kami dapat bonus loh, berhubung masih ada sisa waktu cukup longgar, yaitu mampir ke Bukit Lampu. Bukit ini terletak di sebelah Selatan Kota Padang, tepatnya di atas Pelabuhan Teluk Bayur. Disana terdapat sebuah mercusuar *yang ternyata merupakan alasan mengapa bukit ini dinamakan Bukit Lampu*, yang dibangun pada tahun 1975 dan termasuk bagian dari Proyek Pelita Nasional. Foto-foto lagi deeehhh .. :)

Copy of IMG_0487

Lepas dari Bukit Lampu, kami menuju Kota Padang dan memulai city tour singkat, antara lain mendatangi Kampung Cina, Pelabuhan Muara dan Jembatan Siti Nurbaya. Ngga sempat turun sih, jadi cuma menikmati aura Kota Padang dari dalam bis saja ..

Sebelum menuju bandara, kami mampir mengantar Pak Herman dan Irene kembali ke Hotel Bunda, karena mereka baru akan pulang ke Jakarta Senin siang. Selanjutnya kami makan siang di Pondok Baselo Lubuk Idai, yang khas dengan ikan bakar dan ayam batokok nya. Nikmat ..

Setelah makan, rombongan Mba Ade, Mba Nanin, Mas Inul, Pak Azhar dan Pak Zulfan berpisah dari saya. Berhubung jadwal pesawat lebih malam daripada pesawat kami, mereka masih bisa puter-puter Kota Padang sebentar. Di bandara, lagi-lagi saya berpisah dengan Uni Lusi dan Melinda, yang juga baru akan pulang ke Jakarta Senin siang, juga Santos dan Maria, yang jadwal pesawatnya berbeda dari saya dan 7 teman lainnya. Alhamdulillah, JT 355 yang membawa kami kembali ke Jakarta benar-benar tepat waktu, ngga ada acara delay seperti biasanya ..

Finally, berakhirlah 4 hari yang menyenangkan bersama Jejak Kaki dan teman-teman baru yang ajaib. Terima kasih buat semuanya, tanpa kalian, keeksotisan Sumatera Barat akan terasa biasa saja .. Hehehe .. Sampai jumpa di trip selanjutnya yaaa .. Insya Allah .. :)

.. fin ..

Epilog :

Beberapa teman bertanya, berapa budget yang saya keluarkan untuk Trip Minang ini. Baiklah, akan saya jawab .. :)

Karena ini adalah perjalanan yang saya pasrahkan pada JK, maka saya harus mengikuti budget yang telah ditetapkan JK dong ya. Ada yang skeptis berkata bahwa melakukan perjalanan dengan JK dan semacamnya adalah tidak ada bedanya dengan melakukan perjalanan dengan agen wisata. Ow, tidak sama, Saudara .. JK sama sekali tidak menghilangkan aura petualangan dalam paket perjalanannya, JK pun tidak memberikan kesempatan pada peserta trip nya untuk manja. Menurut saya sih begitu, tapi kalau tetap ada yang ngeyel ya silahkan, bukankah saya pernah mengatakan, tidak penting bagaimana cara kalian melakukan perjalanan. Backpacker kah, suitcaser kah, terserah, yang penting nyaman dan bisa menikmati setiap detik kesempatan menginjakkan kaki di sebuah tempat baru ..

Langsung sajaaa .. Budget Trip Minang ini sebesar Rp. 1.815.000 ..

Apa saja yang saya dapatkan ?

1. 1 great tour leader, bernama Bang Santos

2. 2 local guide yang hebat, mereka adalah Pak Arie dan Pak Usman

3. 17 teman baru yang, Masya Allah, ajaib sekali bisa mengenal mereka semua

4. Mengunjungi Lembah Harau, Bukittinggi, Danau Maninjau, Sikuai, Pagang, Cubadak, Bukit Langkisau, Pantai Carocok dan city tour Kota Padang

5. Menginap 3 malam, masing-masing di Echo Homestay, Hotel Bunda dan Wisma Anordio, plus 3 kali sarapan dari penginapan

6. 4 kali makan siang, masing-masing di Pak Datuk, Family Benteng Resto, lunch box di Pagang dan Pondok Baselo Lubuk Idai

7. 3 kali makan malam, masing-masing di restonya Echo Homestay, Daima Cultural Garden Resto dan di restonya Wisma Anordio

8. Tiket masuk semua objek wisata yang dikunjungi

9. Bus pariwisata AC 24 seat

10. Air mineral 600 ml setiap hari

11. Asuransi

12. Dan bla bla bla lainnya, yang terlalu banyak dituliskan disini

Klise ya, murah mahal itu relatif .. Bagi saya, Trip Minang ala JK ini worth it kok antara uang yang dikeluarkan dengan segala macam yang saya dapatkan .. Thanks a bunch deh pokoknya untuk JK ! You’re rock, Guys .. Hehehehe .. :)

15 thoughts on “Trip Minang Last Day : Carocok, Langkisau dan Mengejar Pesawat ..

  • September 28, 2011 at 15:36
    Permalink

    ih, ikut-ikutan singgah ke Mercu Suar deh… kayak tur kita di Ilocos Norte -dijejelin Suntiang-

    Reply
  • September 28, 2011 at 15:55
    Permalink

    @ kokoh : Bwahahaha .. Teteup yaaa .. Diungkit mulu itu Ilocos Norte .. *ngiler parah*

    Reply
  • September 28, 2011 at 22:44
    Permalink

    belum sama tiket pesawat mba?
    oya, fb nya telah di add lagi sama saya

    Reply
  • September 29, 2011 at 07:49
    Permalink

    @ hamid : Belum, tiket kan urusan masing2, karena start point nya beda2 .. *claudia kaunang mode on*

    Iya, sudah saya approve kok semalam .. 😉

    Reply
  • October 3, 2011 at 15:04
    Permalink

    Wah ternyata anda pandai bercerita, bagus. Hasil fotonya juga indah. Semoga bisa jumpa lagi di trip JK lainnya.

    Reply
  • October 4, 2011 at 09:43
    Permalink

    @ septrianto : Memang mantap ! Harus kesana .. Hehehehe .. 😉

    @ pak herman : Wah, Pak Herman main2 ke blog saya, senangnyaaa .. Hehehe .. Terima kasih, Pak Herman .. 😉

    Reply
  • October 4, 2011 at 22:13
    Permalink

    @ septrianto : Hehe .. Diulangi, Pak, biar puas, tapi kali ini bawa DSLR .. 😉

    Reply
  • April 2, 2012 at 14:46
    Permalink

    I’ve never been to Langkisau but I guess it’s a nice place to visit. A beauty in its own right. Hope i’ll one day be standing on the spot where you had your group photograph. After all, thanks for the info…. Salam dari Penang, Malaysia

    Reply
  • April 2, 2012 at 15:55
    Permalink

    @ hashim : Hey, you’re absolutely right, Hashim ! Langkisau is very nice place to visit. We can see a great scene of Painan City and the sea on its peak .. 😉

    Thank you for visiting my site, Hashim ..

    Reply
  • November 19, 2012 at 23:50
    Permalink

    Mbak, boleh minta contact person Jejak Kaki nya? Soalnya saya berencana ke Padang, tapi cuma 3 hari, dan hanya berdua, jadi pengen diskusi untuk itinerarynya, siapa tahu bisa dibuatin paket yang custom..

    Terima kasih.

    Reply
  • December 7, 2015 at 15:28
    Permalink

    mba… pendakian 250mdpl itu ga bisa pake mobil ya? mesti jalan kaki? trus ke villanya juga ga bisa bw mobil?

    Reply
    • December 7, 2015 at 16:39
      Permalink

      Waktu itu saya jalan kaki sih ya, Kak. Harusnya sih bisa, karena jalannya lumayan lebar & bagus. Kalo villanya kurang paham saya .. 😀

      Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: