[Padang Extended Version] Semarang, 10-11 Des 2011 (2)

Mari kita lanjutkan cerita pengalaman guiding pertama saya di Semarang dan sekitarnya, akhir pekan lalu ..

Sekedar mengingatkan, korban yang bersuka rela menjadi kelinci percobaan saya adalah Mba Nuning, Mba Ade, Tante Mel, Uni Lusi dan Melinda. Mereka berlima adalah teman seperjalanan saya pada Trip Padang, September 2011 lalu .. 😉

Minggu, 11 Desember 2011

Niatnya, kami akan mulai bergerak pada pukul 6 pagi, namun apa daya, ngobrol ngalor ngidul dengan mereka berlima terasa lebih mengasyikkan. Hingga akhirnya kami baru benar-benar memulai hari kedua di Semarang pada pukul 6.30 pagi. Hehehe .. 😉

Diawali dengan sarapan di Soto Semarang Pak Man, Jalan Tlogosari Raya. Tadinya sih mau sarapan soto di batas kota, tapi setelah dipikir-pikir, sepertinya akan lebih menyenangkan pagi-pagi begini menikmati panorama via Jalan Tol Semarang-Ungaran. Jadi ya sudah, sarapan sotonya di-switch ke dekat rumah saja, toh sama ..

Setelah puas menyantap soto bening, lengkap dengan sate kerang dan sate telur puyuh, kami segera melaju meninggalkan Kota Semarang. Masuk tol via Gayamsari, perjalanan lancar jaya selama di atas tol dalam kota, pun tol Semarang-Ungaran yang belum lama dibuka untuk umum. Berhubung melintasi daerah perbukitan, tol baru ini memiliki 6 jembatan, yaitu Tembalang (tinggi 10,4 m, panjang 163,5 m), Banyumanik 1 (tinggi 28 meter, panjang 170 m), Banyumanik 2 (tinggi 54 m, panjang 384 m), Gedawang (tinggi 22 m, panjang 470 m), Penggaron (tinggi 50 m, panjang 475 m) dan Susukan (tinggi 34 m, panjang 465 m) ..

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami sudah mecungul di daerah Ungaran. Cepat ! Keberadaan tol Semarang-Ungaran benar-benar mempermudah akses keluar kota yang biasanya macet di bilangan Banyumanik .. Yayyy ..

Avanza Silver terus melaju menuju dataran tinggi Bandungan, sekitar 30 menit ditempuh dari Ungaran. Hingga akhirnya kami memasuki kawasan wisata Candi Gedong Songo. Kompleks candi yang merupakan peninggalan budaya Hindu ini terletak di lereng Gunung Ungaran dengan ketinggian kurang lebih 1200 mdpl, tepatnya di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Candi Gedong Songo terdiri dari 5 kompleks candi, ditemukan pertama kali pada tahun 1740 oleh Loten. Eksplorasi candi sempat dilanjutkan juga oleh Raffles, Van Braam dan beberapa Belanda lainnya ..

28_2

26_2

Pengunjung dapat mengunjungi kelima kompleks candi dengan berjalan kaki, maupun mengendarai kuda sewaan. Lumayan juga sih kalau jalan kaki, jarak 4,5 km dengan medan mendaki menurun cukup tajam. Saya menyerah, memilih menganiaya seekor kuda betina bernama Ayu *tanpa tingting* untuk menyambangi seluruh kompleks candi. Biaya sewa kuda berkisar antara 25K IDR sampai 50K IDR *berlaku untuk wisatawan lokal, bukan wisatawan mancanegara* ..

27_2

Sekitar pukul 10.30, sesuai waktu yang disepakati, kami berkumpul di tempat parkir dan bersiap melanjutkan perjalanan ke Ambarawa. Oh ya, kami sempat mampir ke Pasar Bandungan, yang berjarak tidak jauh dari Candi Gedong Songo. Ada yang belanja buah, susu kedelai, sementara saya sendiri memilih membeli gula kacang. Murah meriaaahhh ..

Tidak berselang lama, kami sampai di Museum Kereta Api Ambarawa ..

Tapiii .. jeng jeng .. Ternyata museum sedang direnovasi, Sodaraaa .. *nangis*

31_2

Iya, Museum Kereta Api Ambarawa sedang ditutup sementara untuk dipugar besar-besaran, hingga nanti medio April 2012. Lama sekali ! Lori wisata menuju Stasiun Tuntang pun tidak beroperasi. Akhirnya kami harus puas hanya berkeliling bangunan museum dan berfoto di koleksi lokomotif yang masih tersimpan baik di pelataran museum. Hmm, ada untungnya sih, kami tidak harus membeli tiket masuk museum, yang biasanya dihargai 5K IDR. Hehehehe .. 😉

32_2

Lanjuttt ..

Tujuan kami selanjutnya adalah Bukit Cinta, sebuah titik dimana kami dapat menyaksikan bentangan Rawa Pening. Objek ini terletak di daerah Banyubiru, tidak jauh dari lokasi Museum Kereta Api. Dan lagi-lagi *entahlah, mungkin kami terlalu banyak tertawa, hingga akhirnya dikutuk* objek wisata Bukit Cinta sedang direnovasi juga ! Ow-eM-Gi, kenapa yaaa proses renovasi kok bersamaan ?! Kan mengecewakan pengunjung yang sudah jauh-jauh datang .. *nangis lagi*

Untuk mengobati kekecewaan, kami mampir sebentar di sebelah Tempat Pelelangan Ikan, Banyubiru. Sepi, hanya ada 3 orang petani rawa sedang sibuk panen enceng gondok, yang memang merupakan komoditas utama Rawa Pening. Lumayan ..

35_2

Kami melanjutkan perjalanan menyusuri Banyubiru menuju Muncul, ada yang khas disana, yaitu Warung Pecel Keong Mbak Toen. Keong ?! Iyaaa .. Keong sawah, Sodara ! Tapi dijamin gurih dan tidak amis, apalagi dicampur sambel pecel yang yummy, membuat menu khas warung ini sangat recommended untuk disantap. Kalau tetap berkeras tidak mau makan keong, jangan khawatir, masih ada menu lain yang tidak kalah nikmat, seperti bawal bakar/goreng, pecel ayam dan lain sebagainya ..

Lepas makan siang, kami menuju Kampoeng Kopi Banaran. Cemal cemil lagi .. Hahahahaha .. *parah dot com*

37_2

Objek wisata Agro, yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara IX ini terletak di area perkebunan kopi Kebun Getas Afdeling Assinan, tepatnya di Jalan Raya Semarang – Solo Km. 35, Bawen, Kabupaten Semarang. Kampoeng Kopi Banaran selalu ramai pengunjung, apalagi di akhir pekan. Tidak heran, fasilitas yang disediakan disana cukup lengkap. Mulai dari aneka permainan anak, sarana olahraga, area outbond, jelajah kebun, gedung pertemuan dan tentu saja saung-saung tempat pengunjung dapat menikmati aneka macam olahan kopi, juga menu-menu lainnya ..

Kami berminat untuk menjelajahi kebun kopi menggunakan Kereta Wisata yang disediakan manajemen Kampoeng Kopi Banaran. Berhubung antrian masih cukup panjang, terpaksa sruput-sruput kopi dulu. Hehehe ..

Track kebun kopi yang dijelajahi sepanjang kurang lebih 3 km dengan medan menanjak menurun semi ekstrim. Saya pernah tuh, iseng *atau nekat ya?!* berjalan kaki di track Kereta Wisata, berdua Wulan. Hasilnya : tepar to the max, plus malu dihina dina para sopir Kereta Wisata. Hahahahaha ..

39_2

Menyenangkan, kanan kiri track penjelajahan adalah kebun kopi. Harum kopi menyeruak, walaupun belum terlalu menyengat, karena buahnya masih mungil-mungil, belum musim siap panen. Oh ya, konon katanya, aroma kopi bisa meredakan stres loh .. 😉

Cukup lama kami berada di Kampoeng Kopi Banaran, baru sekitar pukul 4 sore, kami meninggalkan objek wisata tersebut. Kembali ke Kota Semarang dong, tujuannya adalah memborong oleh-oleh di kawasan Jalan Pandanaran. Selain itu, kami pun mampir ke Lunpia X-press, yang terletak di Jalan Gajahmada. Wow, banyak ih tentengan mereka .. 😉

Setelah puas belanja oleh-oleh, kami kembali ke rumah saya. Hiks, siap-siap pulang deeehhh .. :(

Sebelum prepare dan packing, kami makan malam dulu di Nasi Goreng Jawa Pak Wiryanto, yang terletak tidak jauh dari gerbang Tlogosari. Kenyanggg ..

Finally, kelima sahabat saya itu harus mengakhiri perjalanannya di Semarang dan sekitarnya. Berakhir pula pengalaman guiding pertama saya. Semoga mereka puas dan tidak kapok main-main ke Semarang lagi yaaa .. Mohon maaf lahir batin atas segala kekurangan .. 😉

Gono gini Semarang Day 2nd :

  • Sewa mobil : 225K IDR
  • Bensin : 75K IDR
  • Sarapan Soto Pak Man : 72K IDR
  • Biaya tol dan parkir : 25K IDR
  • HTM Candi Gedong Songo : 42K IDR
  • Jajan gorengan : 8K IDR
  • Makan siang Pecel Keong Mbak Toen : 60K IDR
  • Cemal cemil Kampoeng Kopi Banaran : 97K IDR
  • Kereta wisata Kampoeng Kopi Banaran : 50K IDR
  • Makan malam Nasi Goreng Pak Wiryanto : 36K IDR
  • Sewa kuda di Candi Gedong Songo : 50K IDR (PRIBADI)

.. fin ..

5 thoughts on “[Padang Extended Version] Semarang, 10-11 Des 2011 (2)

  • December 19, 2011 at 16:36
    Permalink

    wah, hebat sekali mbak.. dua hari keliling semarang.. kota dan kabupaten lagi.. foto pertama yang gedong songo diatas saya rasa paling bagus dan nuansanya segar.. oya, sekedar memberikan komentar, sepertinya njenengan sedang suka kata kata “to the max” dan “lancar jaya” ya..

    hehe, tapi masih ada yang kurang mbak.. yaitu beteng pendem ambarawa . sudah pernah kesana blm? kalo ini sedang saya godog untuk segera diposting di blog saya tentunya…

    Reply
  • December 19, 2011 at 18:51
    Permalink

    @ hamid : Namanya juga guiding temen2, yang waktunya di Semarang sangat terbatas. Ngga jauh beda lah, sama kalo kita ngetrip bareng sama komunitas, dimana semua sudah terjadwal. Salah satu sikap wajib traveler kan disiplin waktu .. 😉

    Benteng Pendem Ambarawa .. Hmm, sudah pernah denger dari temen sesama fotografer, tapi belum kesampaian kesana. Ditunggu reportnya ya .. 😉

    Reply
  • December 19, 2011 at 19:11
    Permalink

    Em.. betul mbak.. disiplin waktu emang salah satu cirikhas traveler *halah opo meneh kui*
    oke mbak, dalam waktu singkat akan segera terbit 😀

    salam

    Reply
  • December 20, 2011 at 08:26
    Permalink

    aku mau lho diajakin ke gedong songo
    *senyum2 kuda*

    hihihihi

    Reply
  • December 20, 2011 at 10:14
    Permalink

    @ hamid : Loh beneran, apa jadinya traveling, kalo travelernya hobi jam karet .. 😉

    @ sapar : Aku dengan senang hati lho ngaterin ke Gedong Songo. Hayuk kapaaannn ?? 😉

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: