Pesek, Sukma & Mina : Selebrita ala Bukit Lawang

.. Tulisan ini adalah seri pertama
dari rangkaian catatan perjalanan saya di Sumatera Utara,
22 – 25 Maret 2012, bersama Komunitas Jejak Kaki ..

Kamis, 22 Maret 2012 ..

Pagi belum tinggi, ketika GA 040 take-off, meninggalkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, membawa saya di dalam kabinnya, menuju Bandara Internasional Polonia, Medan. Yup, hari itu adalah hari dimana saya memulai perjalanan dengan Jejak Kaki, dengan tujuan eksplor Sumatera Utara. Yippie ..

GA 040 baru saja landing di Polonia ..

— GA 040 baru saja landing di Bandara Internasional Polonia, Medan

Setelah seluruh rombongan trip lengkap, tepat pukul 10, kami bergerak meninggalkan Kota Medan, menuju spot pertama, yaitu Desa Bukit Lawang, Kec. Bohorok, Kab. Langkat. Jarak tempuh 86 km, memakan waktu 3 jam. Saya sempat tertidur di awal perjalanan, saat terbangun, view kanan kiri jalan raya adalah kebun Kelapa Sawit. Wow ! Hilang rasa kantuk saya, seumur-umur belum pernah melihat hamparan tanaman yang masuk dalam keluarga Palmae ini ..

Lepas tengah hari, rombongan Jejak Kaki, yang berjumlah 30 orang ini, sampai juga di Ecolodge Bukit Lawang, tempat kami menginap. Penginapan ini terletak di tepi Sungai Bohorok, untuk memasukinya, para tamu harus melewati jembatan gantung, menyeberangi sungai yang pernah meluluhlantakkan Bukit Lawang dengan banjir bandangnya, beberapa tahun lalu. Tentang Ecolodge Bukit Lawang, saya akan membahasnya dalam post tersendiri, nanti ..

Jembatan gantung menuju Ecolodge ..

— Jembatan gantung Ecolodge Bukit Lawang —

Tour leader kami, Mba Epoy & Mba Ale, membagi rombongan, menjadi masing-masing 2 orang, untuk menempati 1 kamar. Dari pembagian itu, saya mendapatkan Mba Elis sebagai room-mate yang menyenangkan. Horeee ..

Makan siang, check-in dan petualangan pun dimulai ..

Tujuan utama kami siang itu adalah mengunjungi feeding site Orang Utan, yang terletak tidak jauh dari penginapan. Jangan bayangkan feeding site itu seperti kebun binatang ya, karena letaknya benar-benar di tengah hutan belantara. Hutan yang termasuk bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser, lebih tepatnya. Hmm, para Orang Utan itu benar-benar hidup di habitatnya ..

Dari Ecolodge Bukit Lawang, saya dan teman-teman JK’ers menyusuri jalan setapak perkampungan, yang merupakan pusat keramaian Desa Bukit Lawang. Banyak sekali warung-warung cenderamata dan penginapan sederhana di kanan kiri jalanan. Atmosfernya mengingatkan saya pada suasana di Poppies Lane di Bali atau lorong Sosrowijayan di Yogyakarta. Wisatawan asing terlihat berseliweran, sayangnya tidak ada satu pun turis domestik yang saya jumpai. Ah, mungkin bertemu Orang Utan bukan hal menarik untuk mengisi liburan sebagian besar orang Indonesia ya .. :(

IMG_7302

— Setapak perkampungan Bukit Lawang —

IMG_7303

— JK’ers action dulu dong —

Lepas dari perkampungan, kami kembali harus menyeberangi Sungai Bohorok dengan sebuah sampan sederhana, untuk mencapai gerbang Taman Nasional Gunung Leuser. Selanjutnya dapat ditebak, area hutan belantara membentang di depan mata. Tracking pun dimulai ..

IMG_7311

— Gerbang Taman Nasional Gunung Leuser —

IMG_7330

— Thank you for visiting TNGL —

Medan yang harus kami lalui tidak mudah, ternyata. Jalan berpaving hanya tersedia beberapa puluh meter saja, sisanya jalan menanjak, sebagian berbatu, sebagian lagi hanya tanah berlumpur. Jauh pula .. Wow !

Belum 15 menit berjalan, saya mulai terengah-engah. Salah perhitungan, saya tidak mengira menjumpai medan yang sebegini berat. Salah kostum pula, celana jeans semakin memberati langkah saya. Tapiii .. Tidak boleh menyerah, apalagi berhenti ! Saya dan rombongan terus bergerak, meski perlahan. Sesekali rehat, sekedar menenggak bekal air minum atau mengambil nafas panjang ..

Perhentian pertama ..

Saya mendengar suara ranger berteriak, mengabarkan bahwa ada seekor Orang Utan sedang berada disana. Setengah berlari, saya segera mendekati ranger tersebut, beberapa rekan sudah sampai duluan. Benar ! Ada seekor makhluk berbulu berwarna cokelat, yang notabene memiliki 97% DNA sama dengan manusia, sedang makan buah-buahan yang dibawa ranger. Orang Utan pertama ini bernama Pesek, salah satu primadona Bukit Lawang. Oh ya, rupanya kami datang di masa yang tepat, bukan musim buah, sehingga Orang Utan cenderung lebih sering turun, karena keterbatasan buah di dalam hutan sana ..

IMG_7329

— Pesek, menyambut kedatangan kami —

Saya dan teman-teman hendak melanjutkan perjalanan, sayangnya Pesek sedang ingin bermain-main dengan kami. Dia sempat beberapa saat menghalangi jalan yang akan kami lewati. Ranger susah payah membujuknya naik ke dahan-dahan pohon, agar kami bisa lewat. Ah, Pesek, hobi bercanda ternyata .. 😉

Tracking berlanjuuuttt ..

Medan semakin berat ! Menanjak tanpa ampun, becek dan sesekali terhalang batang pohon yang ambruk atau memang tumbuh melintang. Perjuangan berbuah hasil, ketika kami sampai di perhentian kedua. Suasana sudah ramai, beberapa bule sudah lebih dulu sampai disana. Ternyata selebrita utama sudah menampakkan batang hidungnya, mereka adalah Sukma dan Mina. Amazing ! Tidak semua pengunjung Bukit Lawang bisa bertemu ketiga primadona sekaligus. Alhamdulillah, saya termasuk yang beruntung. Pesek, Sukma dan Mina, bisa saya jumpai dalam satu waktu ..

Sukma, seekor Orang Utan betina, tampak sedang bersantai di dahan pohon, berdua dengan seekor lain yang lebih kecil, mungkin anaknya. Sementara Mina, bergelantungan dari satu pohon ke pohon lain, tepat di atas tempat kami duduk-duduk menikmati tingkah polahnya. Mereka begitu menakjubkan, sekaligus menakutkan ! Ya, bagaimanapun mereka adalah makhluk liar, yang hidup di alam bebas, naluri hewaniah mereka murni, bukan seperti binatang-binatang yang dikungkung di kebun binatang ..

IMG_7322

— The great Sukma —

IMG_7326

— Mina, saat masih asyik bergelantungan, belum tertarik menyerang kami —

IMG_7328

— Mina, masih so sweet —

Saya masih merasa mereka begitu manis, sebelum akhirnya Mina menunjukkan keagresifan dan keliarannya ..

Ya, ketenangan pengunjung mendadak buyar, ketika Mina tiba-tiba bergerak turun mendekati kami. Entah apa yang membangkitkan keagresifan dan keliarannya, mungkin sesuatu yang kami bawa mengganggunya. Ranger tidak sanggup menghalau dan menghentikan Mina. Makhluk berbulu itu menjadi begitu mengerikan saat mengejar saya dan rombongan. Saya sempat terjatuh saking paniknya, mengetahui Mina begitu dekat dengan saya dan bisa saja dia meraih tas, kamera atau kacamata. Serius, saya ketakutan, sekaligus tertantang dengan pengalaman tak terlupakan ini ..

Alhamdulillah, akhirnya seorang ranger berhasil mengalihkan perhatian Mina, sehingga kami bisa bergerak turun. Fiuuuhhh .. Ketegangan pun berangsur mereda, walaupun celana saya terkena noda lumpur dimana-mana, plus kaki kanan mendadak kram ..

Usut punya usut, Mina memang Orang Utan yang paling terkenal di Bukit Lawang karena keagresifannya. Kabarnya, dulu, dia pernah dipelihara manusia dan mendapatkan perlakuan tidak baik, seperti dipukul dan dihajar. Itulah yang menyebabkan Mina sering menyerang, baik pengunjung maupun ranger. Semacam ingatan yang tak bisa lekang, Mina dendam pada manusia, karena perlakuan majikan lamanya .. :(

IMG_7325

— Mina in action —

Sudah senja, ketika seluruh rombongan telah berkumpul seluruhnya di depan gerbang Taman Nasional. Petualangan dilanjutkan dengan tubing menyusuri Sungai Bohorok. Seperti biasa, karena berhubungan dengan arus air, saya memilih absen. Hehehe ..

IMG_7334

— Mejeng rame-rame ala JK’ers —

Pulang dari feeding site, saya dan teman-teman JK’ers istirahat sejenak, sebelum waktu makan malam datang. Hmm, Ecolodge Bukit Lawang memang nyaman dan cocok untuk berkontemplasi, karena suasananya mendukung. Kesunyian, yang menyatu dengan harmoni alam. Mantap ..

Seusai makan malam, tour leader membuat event kecil, yaitu ice breaking. Tujuannya ya membuat peserta trip mengenal satu sama lain. Ah, senangnya mengenal teman-teman baru, yang ajaibnya bisa langsung akrab dan menggila bersama .. You rock, Guys !

Hari pertama berjalan lancar, dengan sebuah kenangan yang tidak mungkin bisa saya lupakan : Bercengkerama dengan Pesek, Sukma dan Mina di taman bermain super luas milik mereka, belantara Taman Nasional Gunung Leuser, Desa Bukit Lawang, Kec. Bohorok, Kab. Langkat, Prov. Sumatera Utara ..

.. to be continued ..

19 thoughts on “Pesek, Sukma & Mina : Selebrita ala Bukit Lawang

  • April 1, 2012 at 23:14
    Permalink

    Nice jadi pengen kesana..slama ini sumut cuma dikenal dengan lake toba nya aja.. atau brastagi.. Salam kenal mbak :)

    Reply
  • April 1, 2012 at 23:45
    Permalink

    Keren mbak! Apalagi foto2nya.. Terutama foto yg ada akunya. hehehe.. benar2 perjalanan yang sangat menyenangkan. Terima kasih kawan2 Jejak Kaki..

    Reply
  • April 2, 2012 at 09:35
    Permalink

    @ arif : Iya, selama ini Bukit Lawang agak terpinggirkan dari tujuan wisata Prov Sumatera Utara ya, padahal justru yang model2 konservasi binatang langka gini yang perlu kita tau .. 😉

    Salam kenal juga, Mas ..

    @ bee : Tengkyuuu .. Terinspirasi dari kamu yang ngebut bikin catatan perjalanannya, Bee .. Hehehe .. 😉

    Reply
  • April 2, 2012 at 11:20
    Permalink

    Zizoe……tulisannya bikin aku pingin balik lagi kesana.
    Kangen ngetrip lagi dgn JKers……..

    Reply
  • April 2, 2012 at 12:56
    Permalink

    Zizoeku, bagussss liputannya….ternyata dikau pandai merangkai kata… foto2nya juga mantapsssss…
    Maju terus yach… kutunggu lanjutannya…..

    Moga2 kita bisa trip bareng lagi yach, say… muaaaachhhh

    Reply
  • April 2, 2012 at 15:47
    Permalink

    @ tante heni : Yuk kita balik kesana lagi, Te .. Ketemu lagi deh sama Pesek, Sukma & Mina .. Hehehehe .. 😉

    @ mami : Hehehehe .. Makasih, Mi, jadi malu ah dipuji sama Mami .. Sip, insya Allah segera disusun seri selanjutnya .. *kiss*

    Reply
  • April 2, 2012 at 16:45
    Permalink

    Ini dia yg gw suka kl nge-trip bareng lo zi, sayang trip medan ini gw gak ikut jd gw gak ada cerita-nya deh gw dsini !!! Hiks…
    *gak sabar baca cerita lanjutan-nya*

    Reply
  • April 2, 2012 at 17:06
    Permalink

    @ mas dian : Iyaaa .. Kalo Mas Dian ikut kan eks Padang tambah komplit .. Hehehehe .. 😉

    Siap, segera disusun seri selanjutnya ..

    Reply
  • April 2, 2012 at 19:36
    Permalink

    Trip yg menyenangkan, wlpn lg ga fit tp teteup bisa menikmati tripnya…Tulisannya keren, fotonya jg..ditg cerita selanjutnya, wlpn sama2 ngalamin tp pasti pny kesan yg berbeda yach Zoe 😉

    Reply
  • April 2, 2012 at 20:14
    Permalink

    @ phie2 : Ngga papa, Neng, kan ada Tolak Angin. Hehehehe .. Makasih, makasih, jadi tambah semangat melanjutkan tulisan berikutnya .. Yuuukkk mariii .. 😉

    Reply
  • April 2, 2012 at 22:58
    Permalink

    Kalo aku bikin tulisan di blog suka ilang timbul mbak mood-nya. Karena kemaren pas mood bagus aja makanya nulis. Bukan bermaksud ngebut. Hehehe..

    Reply
  • April 2, 2012 at 23:52
    Permalink

    Wah Dian kenapa ga ikut, kalo ikut bisa ketemu kembarannya (Ari), serius awalnya saya pikir kamu.
    Buat Noer (sesuai janji cuma saya yg panggil kamu Noer), hasil fotonya bagus lanjutkan ceritanya.
    Dan saya baru sadar bahwa bis yg kuta naiki itu kamu yg bawa ya dari Semarang (nopol H), hehe.
    Salam JKers

    Reply
  • April 3, 2012 at 07:52
    Permalink

    @ bee : Hahahaha .. Iya, semoga mood-nya selalu bagus, biar tulisan2 berikutnya segera terbit .. Amieeennn .. 😉

    @ pak herman : Setuju, Pak Herman, Mas Dian tuh kembarannya Ari banget yaaa .. Sampe Tante Mel aja berkali2 salah panggil .. Hehehehe .. 😉

    Bener banget, itu bis saya yang bawa .. Hehehehe ..

    Reply
  • April 3, 2012 at 10:15
    Permalink

    wiihh..keren lo zizou tulisannyaaaa…potonya jugaaa…mana nii cerita selanjutnya, ditunggu loohh…

    Reply
  • April 3, 2012 at 10:22
    Permalink

    @ mba tami : Kyaaa .. Senengnya Mommy Ayeth juga maen2 kesini .. Hehehehe .. Makasih lho, Mba .. Tulisan selanjutnya udah ada sih itu, tapi cuma review penginapan Ecolodge Bukit Lawang, catatan perjalanan hari ke-2 nya belom .. 😉

    Secepatnya deeehhh ..

    Reply
  • April 11, 2012 at 08:33
    Permalink

    Maaf, baru sempet baca catpernya, wah tersipu dibilang roommate yang menyenangkan, jadi teronspirasi lagi untuk nulis, foto2 km juga bagus, keep the work Zizou 😉

    Reply
  • April 11, 2012 at 13:03
    Permalink

    @ mba elis : Kan akyu jujur, Mba Elis emang roommate sekaligus temen baru yang nyenengin .. Hehehe .. Ayooo nulis lagi ! Jangan malas .. 😉

    Thanks for coming ya, Mba ..

    Reply

Leave a Reply to tami Cancel reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: