Hello, Kuala Lumpur ..

.. tulisan ini adalah seri pertama
dari rangkaian catatan perjalanan saya ke Malaysia, 13 – 18 Mei 2012
..

IMG_8775_2

Ada yang masih ingat tulisan saya INI, yang saya tulis Bulan September 2011 lalu ? Alhamdulillah, rencana perjalanan itu berhasil tereksekusi juga pada tanggal 13 – 18 Mei 2012 lalu. Jujur, saya exciting sekali jelang eksekusi, karena selain lintas batas, perjalanan ini merupakan trip pertama bagi saya dan Mas Bojo jalan berdua dalam jangka waktu lebih dari seminggu. Eits, bukan honeymoon ya ! Menurut saya, justru ini masa-masa penting buat saya dan Mas Bojo untuk lebih saling paham. Biasanya kan jauh-jauhan, kalaupun Mas Bojo pulang, selalu tidak lebih dari 1 minggu dan selalu ada orang lain. Jadi, tidak heran, ada gontok-gontokan atau sekedar berantem kecil sepanjang perjalanan ini. Hehehe .. 😉

Okay, perjalanan dimulai dari Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan, menuju LCC Terminal, Kuala Lumpur, via AK 1331. Take off dari Balikpapan sekitar pukul 12 siang dan mendarat dengan selamat di LCC Terminal menjelang pukul 3 sore. Walaupun judulnya “Low Cost Carrier Terminal“, bukan berarti bandara ini serba minimalis ya. Turun dari pesawat, saya harus berjalan cukup jauh menuju arrival gate. Ketika itulah, saya melihat tingkat keramaian bandara ini zupper, ya yang baru datang, ya yang akan berangkat. Sampai di gerbang imigrasi, saya agak was-was dengan beberapa informasi kalau petugas Malaysia terkenal cukup jutek. Ealah, ternyata tidak sama sekali loh ! Iya memang, agak irit senyum, tapi bukan berarti juga galak atau judes, apalagi mempersulit pendatang. Lancar .. 😉

Setelah claim bagasi, saya sempat clingak clinguk mencari booth DIGI, operator seluler Malaysia yang kabarnya cukup tangguh dalam ranah per-BB-an. Liburan jalan, eksis pun harus tetap menyertai, bukan ? Hehehe .. Yak, saya beli chip DIGI seharga 18,5 MYR, include pulsa sebesar 10 MYR *kalau tidak salah ingat*. Oh ya, saya minta tolong petugasnya untuk sekalian mengaktifkan paket Unlimited harian, dengan biaya 2 MYR per hari. Sumpah, DIGI sangat recommended ! Murah harganya, maxi layanannya .. 😉

Saya dan Mas Bojo segera meluncur keluar International Arrival Hall, membeli tiket Skybus LCCT – KL Sentral (9 MYR per orang) dan menyempatkan cemal cemil di Mc D Airport (12,6 MYR). Kemudian via Skybus tersebut, kami berdua mengarah ke Kuala Lumpur. Oh ya, jadwal Skybus, baik yang berangkat dari LCCT, maupun KL Sentral adalah 30 menit sekali, selama 24 jam. Jadi jangan khawatir kehabisan atau ketinggalan bis, kecuali memang mau mengejar waktu ya ..

Perjalanan dari LCCT ke KL Sentral memakan waktu kurang lebih 1 jam, melewati hamparan sawit, Sepang International Circuit, Kompleks Putrajaya dan keramaian ala Malaysia. Sampai di KL Sentral, yang merupakan pusat pertemuan semua moda transportasi Kuala Lumpur, saya teringat dengan Blok M yang dimiliki Jakarta. Walaupun dari ketertiban dan kebersihan kalah jauh, tapi konsepnya sama lah, terminal besar dengan pedagang-pedagang di banyak sudutnya ..

Nah, karena tujuan kami adalah Bukit Bintang, moda transportasi yang kami pilih adalah KL Monorail. Station yang paling dekat adalah KL Sentral, untuk menujunya, kami perlu berjalan lumayan jauh, sekitar 200 meter ke arah kawasan Little India. Jangan khawatir nyasar, petunjuknya cukup jelas kok. Pembelian token di station ini dapat dilakukan dengan 2 cara : via Ticket Vending Machine dan via loket. Berhubung masih norak-norak bergembira, saya gagal dong beli via TVM, ya sudah bergeser ke loket saja, sambil pasang muka melas. Hahaha .. Harga token KL Monorail dari KL Sentral – Bukit Bintang adalah 2,1 MYR per orang ..

2012-05-13 16.51.38

IMG_8409

Sampai di perempatan Jalan Bukit Bintang – Jalan Sultan Ismail, kami berdua agak bingung mencari posisi Paradiso Bed & Breakfast, penginapan yang saya pesan online via Hostels.com. Ealah, ternyata letaknya agak nyempil di antara booth Mc D dan beberapa kios money changer. Hehehe .. Paradiso Bed & Breakfast cukup recommended untuk dipilih, Guys ! Walaupun penampakan depannya minimalis, tapi kondisi kamar, petugas jaga dan suasana keseluruhan menyenangkan. Lokasi tidak perlu diragukan ya, terletak di pusatnya Bukit Bintang, harga pun lumayan bersahabat, untuk sewa 2 malam kamar tipe Double Private Ensuite, saya merogoh kocek 200 MYR ..

267910_110527161412727_STD

*gambar dipinjam dari Agoda.Com*

Setelah check in dan leyeh-leyeh sebentar, saya dan Mas Bojo memulai penjelajahan. Menantang, karena saya sama sekali tidak ada pengalaman di Malaysia pada umumnya dan Kuala Lumpur pada khususnya, kecuali berdasarkan peta hasil browsing internet yang lecek karena saya pegang sepanjang hari. Ditambah lagi, saya membawa suami yang tidak terlalu hobi mbolang, dia pasrah-pasrah saja mau saya bawa kemana. Hahaha ..

Tujuan pertama adalah mencari stoping point KL Hop On Hop Off No. 6 – Bukit Bintang. Yak, kami memutuskan membeli 1 tiket KL HOHO 24 hours seharga 38 MYR per orang, untuk mengelilingi Kuala Lumpur. Mahal ya ? Tapi lumayan lah, ada 23 stoping point yang disinggahi KL HOHO, dimana setiap pemegang tiket boleh naik turun sesuka hati. Stoping point pertama adalah Malaysia Tourism Center, sementara stoping point terakhir adalah KLCC. Kondisi bis cukup baik, walaupun fasilitas earphone tidak lagi tersedia di seluruh bis yang saya naik-turuni. Tapi jangan khawatir, di sepanjang perjalanan akan ada seseorang yang bertugas memberikan penjelasan tentang tempat-tempat menarik yang dilewati KL HOHO. Saya naik KL HOHO dari stoping point No. 6 – Bukit Bintang, menuju stoping point No. 9 – Central Market. Untuk sampai kesana, saya melewati stoping point No. 7 – Tengkat Tong Shin dan stoping point No. 8 – China Town ..

hop-on-map 1

IMG_8390

Oh ya, ngapain ke Central Market ? Ya jelas belanja laaahhh .. 😉

IMG_8398

IMG_8765

Central Market adalah pasar legendaris di Kuala Lumpur. Sudah berdiri sejak tahun 1888, sebagai pasar basah, namun sejak tahun 1980 dirombak oleh Pemerintah Malaysia menjadi pusat kerajinan dan seni Malaysia. Di sebelah kanan bangunan Central Market terdapat outdoor shopping lane, bernama Kesturi Walk, yang baru diresmikan pada Bulan Februari 2011. Jujur ya, Central Market dan Kesturi Walk adalah my most favorite place di Kuala Lumpur. Bukan cuma kegiatan angkut-angkut souvenir-souvenir unik dan lucu, yang membuat dompet jebol, tapi lebih pada atmosfer pasar seni yang menyenangkan dan memiliki citra sangat Malaysia. Good job !

IMG_8405_2

Lepas belanja episode 1, kami terseok-seok masuk ke Resto Yusoof, yang terletak di deretan Kesturi Walk. Tempat makan ini saya temukan menjadi favorit di beberapa blog orang-orang yang sudah lebih dulu berkunjung ke Kuala Lumpur. Cukup recommended, baik dari rasa, maupun harga. Baiklah, dinner time ! Malam itu saya memilih Mie Goreng Ayam, sementara Mas Bojo memilih Nasi Goreng Ayam. Masih ditambah Roti Canay dan Teh Tarik Sejuk. Rekomendasi yang tepat, karena menu-menu pilihan kami yummy sekali ! Terutama daging ayamnya yang crunchy dan terasa benar rempahnya. Slurppp ..

page

Berbeda dengan trip yang biasanya saya lakukan bersama teman-teman, berjalan dengan Mas Bojo itu benar-benar mengalir saja. Tidak terikat jadwal, tidak mengejar apapun, sesampainya ..

Maka selesai belanja dan makan malam, tujuan kami hanya pulang ke penginapan. Santai sekali. Sempat duduk-duduk sebentar di bus stop dekat simpang Chinatown – Central Market, menikmati lalu lalang orang-orang. Disini saya menyadari, ternyata Kuala Lumpur belum seteratur Singapore. Masih banyak orang lokal yang menyeberang tidak di zebra cross, apalagi jembatan penyeberangan. Sepeda motor juga masih terlihat berkeliaran di antara mobil-mobil jadul dan bis kota. Pedagang pinggir jalan pun masih dapat saya jumpai. Meski begitu, Kuala Lumpur sudah cukup berpihak pada pejalan kaki, trotoar dibangun sebaik dan sebersih mungkin, hanya saja tidak ada kran air minum seperti yang saya jumpai di Orchard Road, dulu. Satu yang istimewa dan benar-benar saya apresiasi adalah moda transportasi yang maksimal. Bayangkan, Kuala Lumpur memiliki 1 Monorail Line (KL Sentral – Titiwangsa), 3 LRT Line (Ampang Line, Kelana Jaya Line dan Sri Petaling Line) dan 2 KTM Komuter Line (Rawang – Seremban dan Sentul – Port Klang). Plus berpuluh-puluh rute bis Rapid KL, dengan kualitas bis yang memanjakan penumpang. Mantap, bukan ?

Kami kembali ke Paradiso Bed & Breakfast, di bilangan Bukit Bintang, via bis Rapid KL *entah nomor berapa, sudah malam, kami hanya bermodal tanya* dari Central Market ke perempatan KL Sentral (1 MYR per orang). Dari sana, sambung lagi dengan KL Monorail KL Sentral – Bukit Bintang (2,1 MYR per orang). Sesampainya di penginapan, saya langsung klipuks. Baru terasa lelahnya, 3 jam penerbangan dan langsung dilanjut ngider di Central Market, cukup membuat badan gempor. Hehehe .. 😉

Stay tune ya .. Perjalanan saya di Malaysia masih panjang .. 😉

***

additional info :

Harga 2 tiket pesawat BPN – KUL, KUL – BPN = 320 MYR
Harga 2 tiket pesawat KUL – PEN, PEN – KUL = 127 MYR

26 thoughts on “Hello, Kuala Lumpur ..

  • June 14, 2012 at 09:11
    Permalink

    itu hostelnya RM 100/malam berarti dong, udah ada karpet segala di ruangannya. Worth every penny dong, mengingat fasilitas dan lokasinya yah?

    BTW, bagian yang paling aku suka di KL itu Central Market dan Kasturi Walk juga. Biasanya suka beli pashmina buat oleh2 Ibu dan temen-temen dekat

    Reply
  • June 14, 2012 at 10:13
    Permalink

    @ kokoh : Sempet kepikiran itu mahal, Koh, tapi nothing to lose, karena bawa Mas Bojo kan, yang ngga terlalu sering ngemper. Hehehe .. Eh, kenyataannya bagus, mana kamar mandi dalam pula kan. Kekurangannya cuma satu, sempit, jadi ngga leluasa buat jungkir balik. Hahaha .. 😉

    Btw, pengin lagi ih, balik ke Central Market .. *ngikik*

    Reply
  • June 14, 2012 at 13:02
    Permalink

    Kemaren aku juga beliin pashmina buat ibu di Central Market. Itu perjalanannya kok gak fimulai dari Terboyo-Bungurasih-SUB-BPN mbak? Hehehe..

    Reply
  • June 14, 2012 at 13:38
    Permalink

    @ bee : Aaakkk, kok aku ngga beli pashmina buat diri sendiri yaaa. Hehehehe .. 😉

    Ngga usah, kepanjangan ntar catatan perjalanannya .. :)

    Reply
  • June 14, 2012 at 15:20
    Permalink

    huwooo ada fotonya kang mas dullah
    😉
    *komen gak nyambung bgt ga sih?
    hahahhahaa

    Reply
  • June 14, 2012 at 15:31
    Permalink

    @ sapar : Jarang2 ya, Par. Hehehe .. Special edition ini .. 😉

    Reply
  • June 15, 2012 at 13:05
    Permalink

    @ Sapar : namanya juga honeymoon edisi ke-sekian,par *bisik-bisik*

    Reply
  • June 15, 2012 at 13:25
    Permalink

    @ kokoh : Wakakakaka .. Dibahas dong itu hanimunnyaaa ..

    *bisik2 juga ah, biar nge-soul sama hanimun*
    *eh*

    Reply
  • July 9, 2012 at 12:14
    Permalink

    wo… jebule via bungurasih juga to inih? cedak rumah eyke lak an..

    eh, btw pertanyaan ga penting Zah, di Malaysia sana ngomongnya melayu opo enggres? hihihi…

    Reply
  • July 9, 2012 at 15:09
    Permalink

    @ nene : Iyaaa .. Maaf ya kemaren ngga ngabarin & ngga mampir. Hehehehe .. 😉

    Ngomongnya banyakan Melayu, beberapa kali nyoba ngomong Inggris malah diliat aneh sama mereka .. Hehehehe ..

    Reply
  • July 10, 2012 at 11:40
    Permalink

    asik banget traveller’s note-nya zizou…lengkap, runut…

    Reply
  • July 10, 2012 at 16:27
    Permalink

    @ mas alen : Akhirnya, Mas Alen meninggalkan jejak. Hehehe .. Suwun, Mas, masih terus belajar, biar catatan2 selanjutnya ngga mboseni dan makin enak dibaca .. 😉

    Reply
  • December 28, 2012 at 16:42
    Permalink

    saya mau bertanya neh…
    kalau naik KL HOHO itu. boleh turun di tiap stopping point?
    terus kalau kita turun, apa ditungguin oleh KL HOHO nya atau ditinggal?
    terus kalau ditinggal bagaimana kalau saya mau melanjutkan ke stopping point selanjut2nya dengan KL HOHO tadi?

    thanx

    Reply
  • December 29, 2012 at 17:44
    Permalink

    @ josephine : Hai, Jo, ya kita bisa turun di setiap stopping point, kalopun kita mau eksplor suatu stopping point agak lama, ga masalah kalau ditinggal sama bis HOHO, kita bisa naik bis HOHO selanjutnya, yang penting tiket jangan hilang..

    Selamat eksplor KL yaaa.. 😉

    Reply
  • January 4, 2013 at 03:23
    Permalink

    nice infoo.
    skalian mau nanya nihh
    rencana saya mau kemalay sekitar bulan maret.
    mau nonton festival musik gitu.

    kebetulan nginap nya di paradiso B&B jugaa..
    nah, pertanyaan nya, dari bukit bintang ke sepang itu
    transportasi nya ada gak yaah ? n biaya nya berapa

    terima kasihh..

    Reply
  • January 4, 2013 at 07:40
    Permalink

    @ sady : Kalo ga salah, Sepang itu searah dengan LCCT/KLIA, jadi dari Bukit Bintang bisa menuju KL Sentral dulu dan mencari moda transportasi ke arah LCCT/KLIA, bisa via Skybus atau Aerobus ..

    Semoga perjalanannya lancar ..

    Reply
  • January 14, 2013 at 16:12
    Permalink

    mbak,salam kenal,saya april mau ke KL, itu tiket yg bus HOHO bisa dipilih mau stop2 di mana aja kah?

    Reply
  • January 14, 2013 at 20:19
    Permalink

    @ tika : Salam kenal juga, Tika ..

    Tiket bis HOHO itu semacam tiket terusan, Tika, jadi sekali beli bisa dipakai sepuasnya, termasuk naik turun di titik manapun yang kita mau ..

    Selamat eksplor KL ya .. 😉

    Reply
  • January 19, 2013 at 15:51
    Permalink

    nice info mba ^^
    rncana ke KL dan nginap d bukit bintang..mw nanya nih..restoran yg halal d sekitar bukit bintang dmn aja y mba? terutama di jl alor..saia sempat searching dsna kebanyakan makanan chiness >_<

    Reply
  • January 20, 2013 at 18:05
    Permalink

    @ ami : Tentang makanan halal di Jalan Alor, bisa dibaca di postingan saya selanjutnya .. 😉

    Reply
  • February 12, 2013 at 08:50
    Permalink

    @ evi : Salam kenal juga, Mba Evi .. Makasih udah berkunjung kesini yaaa ..

    Kalo ngga salah yang sekarang jadi Standard Double Bed Private itu, Mba. Yang penting bawahnya tulisannya ensuite, bukan shared bathroom ..

    Selamat bersenang-senang di KL yah .. 😉

    Reply
  • February 13, 2013 at 14:14
    Permalink

    Terima kasih mbak atas jawabannya :),
    Mbak mau nanya lagi, beli tiket KL Hop-On-Hop-Off nya dimana yah ?

    Reply
  • February 13, 2013 at 20:20
    Permalink

    @ evi : Belinya di spot pemberhentian bis. Petugasnya ada di halte atau di dalam bisnya .. 😉

    Reply
  • March 24, 2014 at 11:42
    Permalink

    mbak sorry mau nanya,kalo kita misal bus hop hp brangkat dr spot 6 bisakah turun lagi balik di spot 6 lagi..hehehe maklum namanya blm pernah takut nyasar.thx

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: