Touchdown, Georgetown (2) ..

.. tulisan ini adalah seri kelima
dari rangkaian catatan perjalanan saya ke Malaysia, 13 – 18 Mei 2012
..

Masih di hari pertama saya dan Mas Bojo menjejakkan kaki di Penang ..

IMG_8572

Hujan turun lumayan deras, kami manfaatkan untuk istirahat sebentar di penginapan. Saya sempat ketiduran, sementara Mas Bojo asyik menikmati layanan internet dari DIGI yang memang sungguh ajib .. 😉

Lepas Ashar, kami berdua kembali menjelajahi Georgetown. Kali ini giliran Jalan Masjid Kapitan Keling, yang kami susuri dengan cara berjalan kaki. Dari Old Penang Guest House, di Lorong Lane, kami keluar ke arah Lebuh Chulia dan berjalan ke arah Tenggara. Jalan Masjid Kapitan Keling adalah perempatan besar yang dijumpa pertama kali ..

page5

Objek pertama yang kami tuju adalah Masjid Kapitan Keling. Masjid ini merupakan kebanggaan Umat Muslim di sekitaran Georgetown. Dibangun pada abad 19, telah direnovasi 2 kali, tanpa mengubah struktur aslinya. Fasad dan desain interior Masjid Kapitan Keling mengadopsi gaya Islamic geometric. Sesaat setelah sampai di pelatarannya, saya dan Mas Bojo sempat masuk ke dalam, meski tidak sempat banyak mengeksplor. Masih banyak warga lokal yang memanfaatkan adem-nya Masjid untuk sekedar duduk-duduk, selepas Sholat Ashar ..

Tepat di sebelah kiri Masjid Kapitan Keling, terdapat tempat makan yang katanya cukup recommended, yaitu Nasi Beratur Stall. Menu andalannya adalah Nasi Kandar. Memang bukan menempati bangunan yang luas dan besar, hanya memanfaatkan celah antara tembok Masjid dan deretan toko-toko, namun saat kami lewat, stall ini cukup ramai ..

Oke, lanjut ..

IMG_8568

Berjalan ke arah Timur Laut, kami menemukan Sri Mahamariamman Temple di sebelah kanan jalan. Dari tempat saya berdiri, kuil ini terlihat sepi, hanya rancak musik tradisional terdengar mengalun dari dalamnya. Kabarnya, kuil ini merupakan Kuil Hindu tertua di Georgetown, yang dibangun pada tahun 1833 dan telah digunakan sebagai tempat peribadatan hingga kini. Saya terkesan dengan desain ukiran dewa dewi yang disusun seperti piramida, berwarna-warni. Indah ..

Oh ya, Sri Mahamariamman Temple bisa dikunjungi setiap hari sejak pukul 6.30 – 12.00 dan 16.30 – 21.00 yaaa ..

Tujuan selanjutnya adalah Goddes of Mercy Temple, yang terletak tak jauh dari Sri Mahamariamman Temple ..

IMG_8576

Aroma asap dupa sudah menyeruak di hidung saya, menandakan bahwa Kuil Cina tertua di Penang itu telah tak jauh di depan mata. Kuil ini dipersembahkan bagi Dewi Kwan Im, yang dipercaya sebagai Dewi Welas Asih. Goddes of Mercy Temple dibangun pada tahun 1728, hingga kini masih berdiri kokoh, meskipun terlihat kurang terawat. Sekilas, kuil ini mengingatkan saya pada Klenteng Tay Kak Sie, yang berada di Gang Lombok, Semarang. Mirip euy ..

Blue hour tiba ! Langit Georgetown berwarna biru donker sempurna. Mantap dehhh ..

Saat itulah, saya dan Mas Bojo menyusuri lorong-lorong antara Lebuh Gereja, Lebuh Queen dan Lebuh King. Disanalah area Little India berada, disana pula lah komunitas India hidup tentram di Georgetown. Menurut saya ya, Little India di Penang ini jauuuhhh lebih hangat dibanding Little India di Singapore, maupun Kuala Lumpur. Warna warni bunga persembahan, pakaian sari yang berkibaran, juga aneka macam pernak pernik ala India terlihat eye catching ..

page6

Setelah puas menikmati euforia senja Georgetown, saya dan Mas Bojo berhenti untuk makan malam di Ros Mutiara Nasi Kandar, yang terletak di Lebuh Chulia. Standar, saya pesan Mie India, sementara Mas Bojo memilih makan Nasi Ayam, habisnya 15 MYR. Menurut kami, rasa sajian di restoran ini kurang nendang, jika dibandingkan dengan di Kassim Mustofa ..

page7

page8

Malam pun mulai merayapi Penang dengan sempurna. Sudah gelap, namun kerlap kerlip cahaya cantik dari bangunan-bangunan tua di banyak sudut Georgetown membuat aura kota semakin menarik. Saya dan Mas Bojo memanfaatkan fasilitas Hop On Free CAT untuk menuju ke seputaran Pengkalan Weld, beberapa bangunan tua disana cocok dieksplor malam-malam. Kami naik dari station No. 15 – Kampung Kolam dan turun di station No. 2 – Feri ..

Pengkalan Weld menghadap langsung ke Selat Penang, maksud saya laut yang memisahkan Georgetown dan Butterworth. Disana terdapat Church Street Pier, yang dibangun pada tahun 1897. Dermaga ini ramai sejak selesai dibangun, sekarang berdampingan dengan Tanjong City Marina, dengan pelayanan angkutan laut dalam skala besar. Selain dermaga eksotis ini, saya dan Mas Bojo menjumpai Wisma Kastam dan Wisma Yeap Chor Ee, yang juga masih berdiri megah, seperti bangunan-bangunan tua lain di berbagai sudut Georgetown ..

page9

page10

Puas ngider di area Pengkalan Weld, saya dan Mas Bojo mlipir pulang ke penginapan. Besok pagi dilanjut lagi ya jalan-jalannya .. 😉

***

3 thoughts on “Touchdown, Georgetown (2) ..

  • April 4, 2013 at 21:19
    Permalink

    Hai sis, nice info & nice pics.. Oia aq mau tanya, foto yang diatas yg terakhir itu dimana ya, picnya gedung warna putih. Thx alot a sis noer.

    Reply
  • April 4, 2013 at 21:36
    Permalink

    @ maria : Tengkyu udah main2 kesini & mengapresiasi, Maria .. Foto terakhir itu Wisma Kastam dan Wisma Yeap Chor Ee, letaknya ada di dekat Pangkalan Weld .. 😉

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: