Exploring Tepian Penang ..

.. tulisan ini adalah seri keenam
dari rangkaian perjalanan saya ke Malaysia, 13 – 18 Mei 2012
..

IMG_8641

Hari kedua di Penang ..

Setelah sehari sebelumnya puas ngider di sekitaran Georgetown saja, hari itu, saya dan Mas Bojo berencana untuk melipir ke luar kota. Tiga spot utama yang akan kami kunjungi adalah Penang Hill, Kek Lok Si Temple dan Tropical Spice Garden ..

Lepas menyantap jatah sarapan dari guest house *ya standar lah, roti bakar, tapi Mas Bojo ngga mau kelaparan di jalan, dia makan 2 tangkup sekaligus*, kami berdua keluar dari Lorong Love menuju Lebuh Chulia. Menunggu datangnya Rapid Penang No. 101 ke arah Jetty (1,4 MYR per orang). Sebenarnya kalau mau jalan tidak terlalu jauh, kami hanya berusaha menghemat tenaga saja. Hehehe .. Sampai di Jetty, kami menunggu Rapid Penang selanjutnya, yang akan membawa kami ke Penang Hill, yaitu bis No. 204 (2 MYR per orang). Perjalanan dari Jetty hingga Penang Hill terbilang cukup jauh, waktu tempuhnya saja hampir 1 jam. Kami melewati beberapa kompleks sekolah dan daerah pemukiman masyarakat lokal. Ah, kalau sudah sampai di pinggiran kota begini, Penang terasa tak jauh beda dengan Jakarta. Rumah-rumah susun terlihat kumuh, aneka macam gantungan baju terlihat memenuhi seluruh sisi bangunannya yang bertingkat-tingkat. Pasar pun demikian, kotor dan tidak terlalu teratur, plus nada-nada tinggi terdengar dilontarkan Engkoh-Engkoh dan Encik-Encik. Mungkin memang begitu cara berbicara mereka ya ..

IMG_8624

Oke, akhirnya Rapid Penang No. 204 berhenti juga di station terakhir : Penang Hill. Tidak jauh dari tempat berhentinya bis, gerbang masuk Penang Hill dapat kami temukan dengan mudah. Pelatarannya sudah lumayan ramai, namun mereka belum mulai antri tiket Funicular Train. Oh ya, Funicular Train adalah kereta legendaris dengan track berkemiringan ekstrim, yang akan membawa pengunjung ke puncak Penang Hill. Funicular Train ini telah beberapa kali mengalami perbaikan dan penggantian armada. Saya dan Mas Bojo menaiki versi terbaru, yang menurut saya sudah sangat modern dan berdesain futuristik. Itupun terasa sedikit menyeramkan, ketika kereta menanjaki rel dengan kemiringan 45 – 50 derajad. Apalagi versi lamanya ya .. Huwooo ..

page11

Harga tiket Funicular Train lumayan mahal : 30 MYR per orang. Ngenes saat melihat harga yang diberlakukan bagi warga lokal, 8 MYR saja, Makcik. Esktrim, seekstrim tanjakan yang dilaluinya menuju puncak Penang Hill .. 😉

Sampai di puncak yang berketinggian 830 MDPL, saya agak flat. Biasa saja, kurang ada greget-nya. Disana saya mendapati station atas Penang Hill, yang kabarnya merupakan stasiun kereta api tertua di Malaysia dan dibangun pada masa penjajahan Inggris,  rentang tahun 1906 – 1923. Berjalan sedikit, ada sepelataran teras yang dijadikan semacam gardu pandang, yang dilengkapi dengan beberapa teropong berbayar. Pengunjung dapat menikmati keindahan Pulau Penang dari ketinggian disana, termasuk kemegahan Penang Bridge, yang memisahkan area Georgetown dengan area Butterworth ..

Lanjut lebih jauh, saya menemukan sebuah kuil berdiri anggun di atas bukit mungil yang biasa disebut Gun Hill, masih bagian dari Penang Hill. Namanya Sri Aruloli Thimurugan, satu dari beberapa kuil Hindu tertua yang dapat dijumpai di Penang. Kuil ini mengadopsi gaya Dravidian dari India Selatan. Saat mengeksplor bagian dalam kuil, saya menjumpai beberapa umat sedang beribadat. Ah, walaupun tidak ada larangan, saya jadi ngga enak sendiri. Saya pun buru-buru keluar dan menikmati keindahan Sri Aruloli Thimurugan dari luar saja ..

page13

Selain station kereta dan kuil Hindu, Penang Hill memiliki beberapa spot lain, seperti cafe, guest house dan yang paling baru adalah Owl Museum, yang ber-tagline Owl-Some. Tidak ada burung hantu di dalam museum tersebut, hanya pernak pernik serba burung hantu. Harga tiket masuknya 10 MYR per orang. Lumayan lah konsepnya ..

page12

Saya dan Mas Bojo tidak terlalu lama ngider di Penang Hill. Menjelang pukul 11 siang, kami turun ke station bawah. Oh ya, sekedar saran, datanglah ke Penang Hill sepagi mungkin, lebih nyaman, Cyint. Funicular belum terlalu antri, diatas pun lebih leluasa mengeksplor karena belum banyak orang berkeliaran ..

Kami berdua melanjutkan perjalanan ke Kek Lok Si Temple, yang berada tidak jauh dari gerbang Penang Hill, walaupun tetap harus menumpang Rapid Penang No. 204. Naik dari bus stop depan gerbang Penang Hill dan turun di bus stop Pekan Air Itam. Saya agak lieur, ramai sekali pasar tradisional yang satu ini, kondisinya pun tidak jauh berbeda dengan pasar-pasar yang saya jumpai di Indonesia. Pekan Air Itam adalah titik yang harus dilalui jika kita hendak mengunjungi Kek Lok Si Temple. Dari tempat turun bis, saya dan Mas Bojo harus berjalan kurang lebih 300 meter mengikuti plang penunjuk. Tidak terlalu jauh, namun panasnya amit-amit. Sumpah !

page14

Kek Lok Si Temple merupakan Kuil Budha terbesar di Asia Tenggara, yang dibangun sejak tahun 1890, berdasarkan mimpi seorang pendeta Budha bernama Beow Lean. Untuk sampai di dalamnya, saya dan Mas Bojo melewati lorong sempit yang dipenuhi pedagang souvenir. Sumpek euy ..

page15

Bagian utama Kek Lok Si adalah Ban Po Thar, yaitu pagoda segi delapan yang berisi ribuan patung Budha. Satu hal unik dari pagoda ini adalah gaya arsitekturnya yang merupakan perpaduan gaya Cina di bagian bawahnya, gaya Tailand di bagian tengahnya dan gaya Burma di bagian kubahnya. Selain pagoda, Kek Lok Si memiliki Patung Dewi Kwan Im setinggi 30 meter, di sisi lainnya. Terdapat sebuah lift berkemiringan 45 derajat yang dapat digunakan pengunjung untuk sampai ke area Dewi Kwan Im ini (4 MYR per orang) ..

IMG_8682

Saya cukup terkesan dengan kuil raksasa ini, bukan saja arsitekturnya yang menawan, warna warni bangunannya yang beraneka ragam dan tetap dalam 1 harmoni, namun atmosfer peribadatan masih begitu kental terasa. Wajib kunjung ya, kalau berkunjung ke Penang !

Lepas dari Kek Lok Si Temple, tujuan saya dan Mas Bojo yang selanjutnya adalah Tropical Spice Garden, yang terletak di bilangan Teluk Bahang, tepat di tepian Selat Malaka. Dari Pekan Air Itam, kami naik Rapid Penang No. 203 menuju Lebuh Chulia (2 MYR per orang). Dari sana, lanjut menumpang Rapid Penang No. 101, turun tepat di depan gerbang Tropical Spice Garden (3,4 MYR per orang). Perjalanan cukup jauh, Guys, memakan waktu sekitar 1 jam, melewati Batu Feringhi Beach, pantai paling happening di Penang ..

IMG_8715

Tropical Spice Garden berkonsep mirip kebun raya, namun khusus tanaman bumbu-bumbuan. Harga tiket masuknya 15 MYR per orang, include selembar peta petunjuk jalan dan semprotan anti nyamuk. Ada 3 rute yang disediakan untuk dijelajahi, Ornamental Trail, Spice Trail dan Jungle Trail. Saya dan Mas Bojo lebih intens mengeksplor Spice Trail dan sedikit Ornamental Trail. Simple, namun ide taman bumbu ini cukup menarik, memberi pengetahuan tentang dunia flora dalam sisi yang berbeda ..

page16

Selain 3 jalur tersebut, Tropical Spice Garden memiliki Tree Monkey Restaurant, gift shop dan Cooking School. Berhubung keterbatasan tebal dompet dan mengingat harus bertahan hidup sampai pulang ke Indonesia, saya dan Mas Bojo menahan diri untuk tidak tergiur makan siang di Tree Monkey dan tidak tergoda shopping aneka souvenir lucu di gift shop *padahal aslinya pwengiiinnn banget* ..

Meninggalkan kawasan pesisirnya Penang, tujuan saya dan Mas Bojo selanjutnya adalah Lorong Burmah *tujuan ini terbilang tambahan, terpikir ketika bengong di bis sambil lihat-lihat peta, eh dapat inspirasi, hehe ..*, untuk mengunjungi Wat Chayamangkalaram dan Dhammikarama Burmese Temple. Sebelumnya kami sempat mampir makan siang di One Stop Midlands (16,95 MYR). Dari Tropical Spice Garden, kami naik Rapid Penang No. 101, turun tepat di depan salah satu pusat perbelanjaan di Penang itu (2,7 MYR per orang) ..

Wat Chayamangkalaram adalah yang pertama kami kunjungi ..

page17

page18

Di dalam kuil bergaya Siam/Thailand ini terdapat sebuah patung Sleeping Budha sepanjang 33 meter. Sayang, saya agak kesorean tiba disini, jadi bangunan utama sudah dikunci. Hiks .. Kuil ini dibangun pada tahun 1845 di atas lahan seluas kurang lebih 5 hektar. Di pelataran kuil terdapat beraneka macam patung warna warni. Menarik ..

Melangkah ke seberang, terdapatlah Dhammikarama Burmese Temple ..

IMG_8730

Sama-sama Kuil Budha, namun Dhammikarama berbeda dengan Wat Chaya, karena mengadopsi gaya Burma/Myanmar. Warna warni yang dominan pun tidak lagi beraneka rupa, namun terbatas pasa merah dan kuning emas saja. Kuil yang dibangun pada tahun 1803 ini menempati lahan yang jauh lebih luas, karena di bagian belakangnya terdapat semacam asrama bagi pada pendeta Budha. Beberapa spot bagian kuil pun terlihat menyebar di sekeliling kuil utama, dimana patung Sang Budha berdiri megah di dalamnya ..

IMG_8747

page19

Lepas dari Lorong Burmah, saya dan Mas Bojo ngesot kembali ke penginapan, via Rapid Penang No. 101, turun di Lebuh Chulia (1,4 MYR per orang). Capeeekkk ! Setelah istirahat sejenak, menjelang malam, kami makan hemat di Restoran Kapitan, 93, Lebuh Chulia, Penang (7 MYR) ..

Hari kedua di Penang dan hari keempat di Malaysia selesaaaiii ..

Jangan kemana-mana, masih ada last episode-nya .. 😉

5 thoughts on “Exploring Tepian Penang ..

  • June 29, 2012 at 13:23
    Permalink

    comment ah…
    ngiler Zah, jadi pengen jalan2 kaya dirimyu bareng keluarga.
    Mudah2an bisa ya.. amiiinnn…..

    *ngelapiler

    Reply
  • June 30, 2012 at 09:21
    Permalink

    @ nene : Aseeekkk, Nene komen .. 😉

    Amieeennn, pasti bisa, Ne, cuma masalah waktu ajah. Semangattt !

    Reply
  • July 16, 2012 at 16:32
    Permalink

    suka banget catper yang ini, karena maen ke tempat-tempat yang aku suka, terutama Tropical Spice Garden. Sempet makan di Tree Monkey sih…tapi gak beli oleh-oleh. Laraaaanggg.Padahal sih ya emang unik-unik sih

    Reply
  • July 17, 2012 at 07:38
    Permalink

    @ kokoh : Aaakkk .. Saya ngga makan di Tree Monkey, mengingat waktu itu Ringgit di dompet tinggal beberapa puluh .. :(

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: