Jangan Ragu ke Dagadu !

Masih tentang Yogya ..

Dagadu 2

Dulu, saat saya masih duduk di bangku SMP, Yogya merupakan kota antah berantah dan hanya sebatas mimpi untuk bisa mengunjunginya. Ironis ya, padahal jarak tempuh Magelang ke Yogya tidak lebih dari 1 jam perjalanan. Nah, terbayang bagaimana happy-nya saya ketika mendapatkan sehelai kaos berdesain unik, warna-warni dan berlabel “Dagadu“, oleh-oleh ala Yogya dari seorang kerabat, kala itu ..

Saat itu, almarhum Bapak menjelaskan bahwa Dagadu adalah sebutan untuk bahasa kode yang digunakan anak-anak muda, sejak saat Beliau masih berusia belasan. Bahasa Dagadu mengacu pada aksara Jawa, yang kemudian dibolak balik sedemikian rupa *dagadu sendiri memiliki arti matamu*. Nah, ternyata nama “Dagadu” dipopulerkan kembali oleh 25 mahasiswa arsitektur UGM menjadi label sebuah kaos khas Yogya (1994). Awalnya *seingat saya*, Kaos Dagadu akrab dengan macam-macam plesetan, sementara sekarang desain yang diusung cenderung lebih independen. Satu hal yang tidak berubah, Dagadu setia mengangkat tema Everything About Yogya dalam setiap lembar kaos produksinya ..

Dagadu 1

Beberapa permainan kata yang nempel di awal sejarah Dagadu, misalnya :

  1. Alon-alon waton on time (1994) — plesetan dari pepatah “Alon-alon waton kelakon
  2. Malioboro, Please (1995) — plesetan dari serial TV populer saat itu, “Melrose Place
  3. Absolute Djokdja : Love Djokdja Absolutely (1997) — plesetan dari desain merk minuman Vodka

Sudah hampir dua puluh tahun berlalu sejak masa pertama dipublikasikan, Dagadu mampu bertahan menjadi salah satu ikon andalan Yogya. Saya sendiri sudah cukup lama tidak lagi membeli kaos-kaos yang selalu memiliki desain yang eye-catching. Terakhir, tahun 2008, kalau tidak salah. Dan, akhirnya libur Lebaran kemarin, saya dan Mas Bojo kesampaian mampir ke Unit Gawat Dagadu (UGD), yang berlokasi di Jalan Pakuningratan No. 15-17, Jetis, Yogyakarta. Tidak susah menemukan lapak utama Dagadu ini, dari perempatan Tugu, masuk ke Jalan AM. Sangaji *arah Utara*, kemudian, Jalan Pakuningratan ada di sisi kiri. Tidak jauh, kita akan jumpai bangunan full colour, itu dia Unit Gawat Dagadu !

Dagadu 3

Fasad UGD Pakuningratan jelas menarik hati untuk mengunjungi. Sudah warna-warni, aneka tulisan menggelitik dan desain lucu-lucu, benar-benar membuat saya dan Mas Bojo penasaran seperti apa Dagadu berinovasi 4 tahun ini ..

Bagian dalam UGD sebenarnya malah terkesan gelap dan suram, tidak semeriah tampak depannya. Namun, disini saya paham, Dagadu yang dulu hanya survive dengan kaos oblong, kini pilihan produknya semakin bervariasi. Untuk kaos saja, Dagadu punya (1) DagaduDjokdja, produk dasar Dagadu, yaitu oblong dengan aneka macam desain unik dan nyleneh ; (2) DagaduBocahDjokdja, sesuai namanya, kaos ini khusus untuk anak-anak usia hingga 12 tahun ; (3) OblongPedia, kaos berwarna hitam atau putih saja, berdesain klasik dan memiliki 3 tema, yaitu Heritage, Wayang dan Toponim ; (4) Dagadis, yang merupakan akronim dari Dagadu Ladies, ditujukan untuk para perempuan muda ; (5) Omus atau Oblong Muslim/ah, inovasi terbaru Dagadu ..

Selain kaos, Dagadu pun tampak cukup sibuk mempersiapkan mug, gantungan kunci, pin, buku agenda, tas dan pernak pernik lain sebagai produk alternatifnya ..

Ah, Dagadu memang telah begitu lekat dengan Yogya, kota tempatnya lahir, 18 tahun yang lalu. Dia mampu bertahan, walaupun gempuran produk-produk bajakan, yang dijual dengan harga jauuuhhh di bawah harga yang dibandrolnya, bertebaran hampir di sepanjang kaki lima Malioboro. Hebat !

Dagadu 4

Dari dulu sampai sekarang, kualitas kaos Dagadu memang tidak perlu diragukan, desainnya yang unik masih tetap menarik untuk dilirik. Beli yang asli ya, jangan yang bajakan ! 😉

***

6 thoughts on “Jangan Ragu ke Dagadu !

  • September 25, 2012 at 13:14
    Permalink

    pernah beli yg asli, pernah beli yg kw jg
    *ngaku*
    hahhahaa
    tp yg asli emang lbh mantep kok *ya iyalah hargane aja bedo*

    Reply
  • September 25, 2012 at 21:41
    Permalink

    @ sapar : Aku juga pernah kok beli yang bajakan, Par, tapi ya gitu, bahannya kasar bukan main, bikin gatel. Belom lagi, sablonannya ngasal. Hahahaha .. Kapok .. 😉

    Reply
  • November 7, 2012 at 02:59
    Permalink

    InsyaAllah besok ke dagadu :) saama mau booking hotel merbabu yang udah kesohoor ntuh moga dapet 😀

    Reply
  • November 9, 2012 at 20:46
    Permalink

    @ kripikyayan : Semoga lancar dan menyenangkan ya perjalanan ke Yogyanya .. 😉

    Reply
  • August 18, 2013 at 11:06
    Permalink

    baju” itu kain nya bnran bagus” gak ya,,,,,?

    Reply
  • August 18, 2013 at 20:07
    Permalink

    @ afif youman : Untuk sekelas Dagadu, rasanya kualitas bahan tidak perlu diragukan ..

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: