[Singapore] Museum Trip, 14 Nov 2012 ..

Medio November lalu, saya singgah di Singapore. Cukup lama, kurang lebih 20 jam sejak pesawat saya dari Yogyakarta mendarat hingga pesawat saya menuju Hanoi tinggal landas. Sejak awal, saya memang merencanakan tidak akan sekedar leyeh-leyeh di Changi untuk menunggu penerbangan selanjutnya. Saya ingin menyapa Singapore lagi, setelah lebih dari 2 tahun tidak menginjakkan kaki di city-country ini. Alih-alih ke foto di Merlion Park atau main rollercoaster di USS, saya memilih untuk mengeksplorasi bilangan Bras Basah. Ada apa disana ? Banyak museum cantik milik Singapore berdiri disana. Okehhh, sudah diputuskan, judul perjalanan transit kali ini adalah Museum Trip .. 😉

Berawal di Changi, tidak lama setelah pesawat landing di T1, saya menyusuri lorong-lorong mewah bandara internasional termolek se-Asia Tenggara ini. Sengaja tidak menggunakan Skytrain, saya menuju T2 dan meluncur menuju Left-Baggage counter yang berada di Level 2 Transit Area. Yak, ransel memang saya tinggal, karena rasanya agak ribet putar-putar kota sambil membawa gembolan *bawa diri saja sudah berat, bukan ?* ..

Lanjut ke Changi MRT Station, saya membeli tiket single trip menuju Bras Basah MRT Station. Alhamdulillah, mesin penjual tiket MRT di Singapore ini memang lebih user friendly daripada yang ada di KL, jadi tidak membuat saya tampak nunun gara-gara uang selalu tertolak oleh mesin. Hehehe ..

Museum pertama yang saya kunjungi adalah Singapore Art Museum (SAM) ..

PB140088

Museum yang terletak di 71, Bras Basah Road, Singapore ini menempati sebuah gedung megah bergaya kolonial klasik. Kontras dengan fasadnya, interior design museum ini teramat sangat modern, minimalis dan simple. Tiket masuk SAM terbilang mahal dibanding museum-museum lain, 5 SGD untuk pelajar/warga usia lanjut *di atas 60 tahun* dan 10 SGD untuk pengunjung umum. Bagi yang ingin mendapatkan penjelasan tentang detail karya yang dipamerkan, SAM menyediakan jasa tour guide dalam 3 bahasa, yaitu Inggris, Jepang dan Mandarin ..

Saat memasuki lobi, saya disambut ramah oleh petugas ticketing yang terlihat sangat India. Tiket seharga 10 SGD sudah  di tangan, selain itu, saya mendapatkan stiker bulat berwarna hijau yang harus dipasang di baju sebagai tanda pengenal pengunjung, serta sedikit penjelasan bahwa selain galeri di gedung utama SAM, ada exhibition lain di SAM at 8 Queen Street. Baiklah ..

Exhibition yang sedang digelar di SAM adalah Thai Transcience ..

page SAM 1

page SAM 2

Sesuai namanya, pameran spektakuler ini digawangi oleh pelaku seni Thailand. Bentuknya macam-macam, mulai dari lukisan, patung pahatan, hasil fotografi, instalasi, sampai performance art. Tolong saya jangan ditanya tentang makna masing-masing karya ya, jujur, saya keder ketika berada di tengah pagelaran. Ora mudeng ! Komentar saya cuma satu dan berlaku untuk semua karya, “Menakjubkan !” ..

PB140083

Ya ya ya, saya memang tidak cerdas untuk memahami seni murni .. *nangis di pojokan*

Untuk SAM, saya hanya mengkhatamkan eksebisi di gedung utamanya saja, tidak ke SAM at 8 Queen Street. Alasannya bisa ditebak ya, kepala saya sudah sakit memikirkan makna karya seni yang dipajang di gedung utama. Hahahaha ..

Melipir ke museum selanjutnya, Peranakan Museum ..

PB140091

Museum ini terletak di 39, Armenian Street, Singapore. Tidak jauh dari SAM, cukup berjalan kaki 10 menit ke arah Barat Daya. Mirip dengan SAM, Peranakan Museum menempati sebuah gedung beraura kolonial klasik, warna putih dan biru muda mendominasi fasadnya. Tidak sabar, saya segera memasuki lobi museum dan saya sangat terkesan. Interior design Peranakan Museum begitu chic, tetap klasik dan membuat saya merasa nyaman. Petugas ticketing menyambut saya dengan sangat ramah pula, senangnya ..

PB140092

Jika di SAM saya harus ‘tersesat’ sendirian di tengah belantara karya seni yang kurang saya pahami, di Peranakan Museum, saya mendapatkan teman baru bernama Karen Dutty, seorang Amerika yang menetap temporer di Singapore karena kecintaannya pada museum. Ya, gadis berambut pirang nan ramah itu adalah tour guide saya ..

Katanya, “I’m not just your tour guide, I’m your new friend, Azizah !“. Nice ..

page Peranakan 1

Sesuai namanya, Peranakan Museum akan membawa kita mengeksplorasi adat dan kebudayaan komunitas Peranakan di Asia Tenggara. Ada 10 permanent galleries, yaitu :

Gallery 1 : Origins, terletak di sayap kiri lantai 1

Galeri ini berisi cerita tentang asal mula komunitas Peranakan yang eksis di hampir seluruh wilayah Asia Tenggara. Sebutan “Peranakan” sebenarnya mengacu pada seseorang dengan kelahiran campur. Komunitas Peranakan Chinese adalah yang terbesar jumlahnya, menyusul Jawi Peranakan dan Chitty Melaka ..

Gallery 2 – 5 : Wedding, terletak lantai 2

Empat galeri ini akan membawa kita turut serta dalam ritual panjang pernikahan komunitas Peranakan. Dulu saya berpikir bahwa pernikahan ala Jawa merupakan yang paling ribet, setelah mengeksplorasi museum ini, saya jadi tahu ternyata pernikahan ala Peranakan jauuuhhh lebih ribet. Hahaha ..

Gallery 6 : Nonya, terletak di bagian belakang lantai 3

Setelah melalui proses pernikahan yang cukup panjang, seorang wanita Peranakan akan memulai hidup baru sebagai Nonya. Galeri ini menunjukkan kehidupan Nonya tersebut, yang khas dengan kerajinan manik-manik dan bordirnya ..

Gallery 7 : Religion, terletak di sayap kanan lantai 3

Menurut galeri ini, komunitas Peranakan yang masih tradisional menganut campuran kepercayaan Daoism, Buddhism, ancestral worship dan folks beliefes ..

Gallery 8 : Public Lifes, Gallery 9 : Food & Feasting dan Gallery 10 : Conversations

Ketiga galeri ini menceritakan tentang kehidupan modern komunitas Peranakan ..

page Peranakan 2

Oh ya, jangan takut bosan saat mengeksplorasi seluruh galeri di Peranakan Museum, karena selain penataan koleksi yang menarik, kita akan ditantang menyelesaikan Treasure Hunt ala Peranakan Museum. Saya sih nothing to lose menyelesaikannya, ealah ternyata saya mendapatkan kejutan hadiah berupa postcard. Yihaaa !

Harga tiket masuk Peranakan Museum adalah 6 SGD untuk umum dan 3 SGD untuk pelajar/warga usia lanjut *di atas 60 tahun* ..

Museum yang saya kunjungi selanjutnya adalah Singapore Philatelic Museum ..

PB140105

Ahaaa, ini museum favorit saya ! Bagaimana tidak, begitu masuk ke bangunan yang terletak di 23B, Coleman Street, Singapore ini saya langsung disuguhi pemandangan aneka macam benda pos, seperti perangko, postcard, amplop, sampai kotak pos. Histeris sendiri deh jadinya. Hahaha ..

Harga tiket masuk Philatelic Museum ini adalah 6 SGD untuk umum dan 4 SGD untuk anak-anak. Oh ya, ada kebijakan free of charge untuk Singaporean dan permanent resident. Sebelum menjelajah museum, saya tergoda untuk melihat-lihat barang-barang yang dijual di bagian shop service-nya. Menggoda !

page Philatelic 1

Singapore Philatelic Museum memiliki 4 permanent galleries, yaitu Orange Room, yang berkisah tentang lahirnya filateli secara umum, Purple Room, yang berkisah tentang proses pembuatan perangko, Room of Rarities, yang berkisah tentang sejarah filateli Singapore dan Heritage Room, yang berkisah tentang rangkaian migrasi yang membentuk Singapore hingga menjadi seperti saat ini. Selain permanent galleries, saat saya berkunjung kemarin, Singapore Philatelic Museum sedang menggelar beberapa exhibitions, yaitu The Postal Connection : Singapore and Thailand, Imagine Dragons dan Spice is Nice ..

page Philatelic 2

12

Sesaat sebelum saya menyelesaikan eksplorasi museum, hujan turun cukup deras di luar. Waduh, saya terjebak cukup lama di dalam Singapore Philatelic Museum, untung resepsionis cukup baik untuk membiarkan saya duduk berjam-jam di lobinya. Dan ternyata hujan membawa berkah, karena saat menunggu hujan reda itulah saya ngeh bahwa museum ini menyediakan postal service. Bisa kirim postcard dong ! Baiklah, saya beli sebuah kartu pos seharga 1,5 SGD dan perangko seharga 0,65 SGD. Kiriiimmm .. 😉

Jelang pukul 5 sore, cuaca mulai agak bersahabat, hujan bisa ditembus dengan berpayung ria. Saya sudahi kunjungan saya ke museum, meskipun sebenarnya masih ada beberapa museum yang berlokasi di sekitaran Bras Basah, seperti National Museum of Singapore, MINT Museum dan The Asian Civilitation Museum. Apa daya, waktu sudah terlalu sore untuk mengekplorasi museum-museum tersebut, maybe next time yaaa ..

Dari Singapore Philatelic Museum, saya ngesot ke Funan Mall. Bukan untuk hedon, tapi sekedar untuk cemil-cemil cantik di McD. Kelaperan, Cyint, seharian belum makan berat sekali pun. Lepas dari Funan, saya melipir ke City Hall MRT Station untuk make a route ke Bayfront MRT Station. Ada seseorang spesial yang harus saya temui disana, dialah Mba Ratna. Hehehe ..

Rencana saya dan Mba Ratna malam itu terbilang tidak terlalu mainstream, yaitu nongkrong di bawah Super Tree @ Garden By The Bay dan berjalan kaki menuju kawasan Marina Bay, melewati DNA Bridge dan Marina Bay Sands ..

Tidak lama, sekitar pukul 10 malam, saya bertolak kembali ke Changi. Ah, transit yang menyenangkan ..

Sampai jumpa lagi, Singapore, semoga kunjungan berikutnya saya bisa menginap di Marina Bay Sands. Amieeennn ..

***

Gono-gini Singapore :

Titip tas di Left baggage counter = 3,21 SGD
MRT dari Changi ke Bras Basah = 2,2 SGD
HTM Singapore Art Museum = 10 SGD
HTM Peranakan Museum = 6 SGD
Beli minum di Peranakan Museum = 1,8 SGD
HTM Singapore Philatelic Museum = 6 SGD
Beli postcard & perangko = 2,15 SGD
Makan di McD Funan Mall = 5 SGD
MRT dari City Hall ke Bayfront = 1,2 SGD
Beli air mineral di Bayfront = 1,7 SGD
MRT dari Bayfront ke Changi = 2,2 SGD

Total = 41,46 SGD

8 thoughts on “[Singapore] Museum Trip, 14 Nov 2012 ..

  • December 1, 2012 at 13:28
    Permalink

    What a wonderful trip..its a nice trip..muzeum..kusyuka bangetz Zou..serasa ke dunia lain..makasih reportase perjalanannya ya..

    Reply
  • December 1, 2012 at 14:07
    Permalink

    Saya sih nothing to lose menyelesaikannya, ealah ternyata saya mendapatkan kejutan hadiah berupa postcard. <- buat aku kan ya postcard-nya? *ngarep*

    Btw, bikin iri to the max itu kunjungan ke museum filateli Singapore..

    Reply
  • December 1, 2012 at 14:43
    Permalink

    @ mba arin : Makasih udah berkunjung & ngasih komen ya, Mba, biasanya silent reader tok sihhh. Hehehehe ..

    Bener, Mba, seharusnya kita bisa jualan museum-museum yang kita punya, secara banyak banget. Sayangnya, kondisi sekarang banyak yang ngga terawat, pengunjung pun males2an kalo disuruh wisata ke museum. Coba museumnya kaya di Singapore gini, semangat mestiii .. 😉

    @ bee : Banget, Bee ! Aku masih mau loh kalo berkunjung ke Singapore Philatelic Museum lagi. Pengin nunggu next exhibition, sambil belanja kartu pos yang lucu2. Next exhibition di SAM juga keren, temanya Panorama. Aaakkk ..

    Reply
  • December 1, 2012 at 17:29
    Permalink

    Suka deh perjalanan tematik ini. Seumur2-unur ke Singapore ga pernah ke Museum karena maksimal 2 hari dan kebanyakan maen ke taman atau yg umum. Next time aku jadikan referensi ini ah buat trip ke Singapore yang akan datang…tapi entah kapan

    Btw, itu Bandara tersibuk di SE Asia juaranya Bangkok, baru disusul Cengkafeng dan Changi. Tapi ya Changi ini yg paling molek katena rajin bersolek.

    Reply
  • December 1, 2012 at 18:00
    Permalink

    @ kokoh : Tengkyu, Koh .. 😉

    Singapore punya museum2 cantik dengan tema yang ngga umum, makanya menarik banget buat dikunjungi. Ntar kalo Museum Trip disana, tambahin National Museum of Singapore & MINT Museum ya. Dari referensi di internet, 2 museum itu cwantikkk banget ..

    Owhhh, bukan yang tersibuk yaaa ? Oke deh, aku ganti yang termolek. Hehehe .. 😉

    Reply
  • December 4, 2012 at 11:06
    Permalink

    Selama ke Singapore belom pernah kemana-mana krn tugas jadi Tour Leader atau tugas kantor *nangis di pojokan* Jadi tempat yang aku kunjungin ya itu2 aja *nasib jadi Tour Leader*
    Keren Zou reportasenya….

    Reply
  • December 4, 2012 at 15:11
    Permalink

    @ mba eva : Kapan2 wikenan di Singapore bareng yuk. Biar Mba Eva pas ngga jadi TL, jadi kita bisa bebas jalan2 ngider Singapore.. Hehehe.. Ternyata ini dia salah satu ‘duka’ jadi TL.. 😀

    Makasih udah maen kesini.. ^,^

    Reply
  • Pingback: Lima Alasan Harus Bermalam di Five Stones Hostel .. - Noerazhka

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: