[Vietnam] Suddenly Hanoi, 15 Nov 2012 (2) ..

Masih di tengah keriuhan Kota Hanoi ..

Seusai makan siang super yummy di Le Tonkin Vietnamese Restaurant, saya dan teman-teman JK melanjutkan perjalanan. Van membawa kami kembali ke pusat keramaian Kota Hanoi, yaitu Old Quarter Market. Ups, tapi bukan untuk belanja lho ya, tujuan kami adalah Thang Long Water Puppets Theatre, yang berada di salah satu sudut blok. Untuk apa ? Menyaksikan pertunjukan Water Puppets tentunya ..

22

Dari beberapa blog yang saya baca, melihat pertunjukan water puppets adalah salah satu hal yang WAJIB dilakukan saat berkunjung ke Vietnam. Yihaa ! Let’s rock the show ..

Tiket masuk pertunjukan *kalau tidak salah* seharga 100.000 VND, namun karena sudah termasuk dalam harga trip yang telah disusun oleh JK, saya tinggal melenggang saja membawa sobekan tiket. Oke, saat masuk ke dalam teater, saya agak terkejut, karena gedung legendaris yang menjadi pusat penyelenggaraan pertunjukan khas Vietnam di Kota Hanoi kondisinya begitu mengenaskan. Mirip-mirip dengan bioskop non 21/XXI/Blitz : suasana suram dan kursi yang mulai kumal. Saya duduk di kursi tanpa nomor, ternyata nyaman, karena pendingin ruangan berfungsi maksimal. Saya mulai memperhatikan sekitar, di hadapan saya terpampang panggung Water Puppets, berupa kolam berair kehijauan seluas 8 m2, di sayap kiri terdapat 3 perempuan, sementara di belakang ketiganya terdapat beberapa laki-laki, mereka terpisah semacam hijab bergambar sebuah ornamen. Para perempuan dan laki-laki itu mengenakan baju tradisional Vietnam, masing-masing membawa alat musik *yang saya kenali jenisnya hanya gong dan sitar* ..

23

24

Pertunjukan dimulai ..

Boneka-boneka berkostum warna-warni mulai muncul di atas kolam, menari-nari dengan lincah sesuai alunan musik dan lagu yang dinyanyikan oleh para perempuan dan laki-laki di sayap kiri panggung. Selain terpana pada boneka-boneka lucu itu, saya pun kagum pada suara sinden ala Water Puppets itu. Sumpah, bagus bangettt ! Cengkoknya, beningnya .. Belum lagi permainan alat musiknya yang unik dan sangat khas. Duh, saya mendadak jatuh cinta ..

25

Keseluruhan pertunjukan Water Puppets sendiri sebenarnya mengisahkan kehidupan yang berlaku di seluruh negeri Vietnam. Mulai dari kepercayaan tentang asal mula orang Vietnam yang merupakan keturunan Raja Naga Lac Long Quan dan Roh Surga Au Co, hingga kebiasaan perjodohan, pekerjaan dan hubungan antar orang per orang ..

Meskipun jalan cerita dilantunkan dalam Bahasa Vietnam, jangan khawatir tidak paham, karena ada 2 layar yang akan memberikan terjemahan narasi dalam Bahasa Inggris. Pertunjukan berjalan kurang lebih 1 jam, sebelum berakhir, seluruh penggerak boneka yang tadinya bersembunyi di balik tirai muncul di hadapan penonton dan menyapa dengan lagu-lagu tradisional mereka. Aaahhh, ada 1 yang gwanteeennnggg *hush, fokus fokus !* ..

Selanjutnya, saya dan teman-teman JK melipir ke depan Monument of National Hero Le Loi, puluhan Cyclo sudah menunggu kami disana. Yak, jadwal selanjutnya adalah mengeksplorasi kawasan Old Quarter Market dengan kendaraan kayuh khas Vietnam ini ..

28

Cyclo itu semacam becak di Indonesia, bedanya dia hanya bisa dinaiki 1 orang *sebenarnya bisa sih, 2 orang, tapi ya sempit*, bahan penyusunnya seperti alumnium dan aksesorisnya meriah, berwarna merah. Satu lagi, tukang Cyclo-nya berkostum rapi jali : celana kain hitam, hem putih dan bersepatu kinclong. Hahaha ..

Dua ratus meter pertama, saya masih enjoy menikmati riuhnya Kota Hanoi. Lama kelamaan, lha kok jadi panik sendiri. Bagaimana tidak, ya mobil, ya motor, ya cyclo, ya sepeda onthel berjalan seenak hati, libas sana libas sini. Belum lagi semuanya seperti berlomba-lomba membunyikan klakson. Saya melirik beberapa Cyclo teman-teman, raut muka mereka sama. PANIK. A lil’ bit stress juga euy ! Hahaha ..

29

Cyclo menjelajah dari gang ke gang di dalam kawasan Old Quarter Market. Banyak hal yang saya saksikan dari dalam Cyclo, mulai dari kampungnya backpacker di Hanoi, toko bunga yang menjamur dimana-mana, kios sayur mayur, kedai minum yang khas dengan dingklik pendeknya dan masih banyak geliat kehidupan warga Kota Hanoi yang saya perhatikan. Menyenangkan ..

Senja sudah menua saat kami selesai ber-Cyclo ria. Namun, masih ada 1 tempat lagi yang akan kami tuju, yaitu The Temple of Literature ..

Kuil yang jauh lebih luas dibandingkan Ngoc Son Temple yang saya kunjungi sebelumnya, dibangun oleh Kaisar Ly Thanh Tong pada rentang tahun 1000 – 1070. Menurut beberapa referensi yang saya baca, The Temple of Literature ini dulu pernah difungsikan sebagai universitas pertama dan tertua di Vietnam. Harga tiket masuknya sangat murah, hanya 12.000 VND untuk umum ..

26

Sebuah gerbang batu besar menyambut saya di pelataran kuil, begitu masuk, saya menemukan taman super luas yang tertata begitu apik. Selanjutnya, gerbang lain dengan ukuran lebih kecil memisahkan pelataran dengan sebuah kolam berbentuk persegi panjang, lalu baru setelah itu saya bertemu dengan bagian utama kuil, yaitu altar-altar berwarna merah emas ..

27

Di kuil ini, saya sempat membeli beberapa postcard bergambar aneka tujuan wisata di Vietnam. Dan ternyata kios suvenirnya menyediakan jasa pos pula, ya sudah, saya sekalian melunasi janji untuk mengirimi postcard beberapa teman. Alhamdulillah, tidak harus kesulitan mencari Kantor Pos di rimba belantara Hanoi. Hahaha .. 😉

Hari semakin menggelap, saya dan teman-teman JK segera melanjutkan perjalanan untuk makan malam. Kali ini, saya berkesempatan makan di restoran halal yang memang tidak mudah ditemukan di Vietnam. Namanya Nisa Restaurant, pemiliknya adalah seorang Malaysia yang tinggal menetap di Hanoi. Menu yang disajikan cukup familiar, seperti telur dadar, sup kentang dan rendang daging *mendadak ngeces*. Saat makan malam inilah, Mba Eva, menggelar momen perkenalan bagi tiap peserta trip ..

30

Seusai makan malam, kami semua segera check in di Flower Hotel, yang terletak di 55, Nguyen Truong To, Hanoi. Penginapan bintang 3 ini cukup unik, lebar penampang depannya tidak lebih dari 8 meter, namun ketinggiannya mencapai 14 lantai. Penampakannya jadi semacam tower. Hehehe ..

30

Malam itu, saya bisa istirahat dengan nyaman di sebuah kamar mewah di lantai 11 ..

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya ya, akan ada petualangan seru mengarungi Teluk Halong. Berasa orang kaya, karena menginap di atas kapal pesiar yang mewah, plus fasilitas maxi lainnya. Ajib bangettt .. 😉

***

Gono-gini Hanoi :

Beli SIM Card VinaTel = 100.000 VND
Beli teh di Le Tonkin Resto = 33.000 VND
Tips tukang Cyclo = 50.000 VND
Bayar foto diri di atas Cyclo = 20.000 VND
Beli postcard & perangko di The Temple of Literature = 73.000 VND
Beli minum di dekat penginapan = 15.000 VND

Total = 291.000 VND

8 thoughts on “[Vietnam] Suddenly Hanoi, 15 Nov 2012 (2) ..

  • December 3, 2012 at 11:36
    Permalink

    Itu Cycl0 bayar VND 50.000 buat berapa lama? terus kalo foto tambah lagi gitu ya ke abang-abang Nguyennya?

    Reply
  • December 3, 2012 at 14:03
    Permalink

    @ kokoh : Yang 50.000 VND itu sebenernya judulnya tips, Koh. Minimal 40.000 VND, cuma karena susah ngasih pecahan, ya sudahlah, dikasih itu segitu. Kalo biaya Cyclo Tour nya tok berapa, aku kurang tau ..

    Trus yang foto di atas Cyclo itu bisa2nya orang sana aja, sengaja njepret wisatawan yang pada naik Cyclo. Fotonya bagus, sayang aja kalo ngga dibeli. Hehehe .. 😉

    @ sapar : Ikutlahhh ! Si Kokoh sama Si Ari mo kesana ntar Januari .. 😉

    Reply
  • December 3, 2012 at 18:33
    Permalink

    *nunggu lanjutan postingannya sambil ngemil bakpao*

    Reply
  • December 13, 2012 at 14:10
    Permalink

    Sebelum liat fotonya tadi, aku ngira kalau cyclo itu kita sendiri yang gowes. Hehehe..

    Reply
  • December 13, 2012 at 14:44
    Permalink

    @ ari : Nah ! Aku pun ngira gitu, nggowes semacam sepeda puter2 Hanoi, jebul naik becak khas Vietnam. Hahaha .. 😉

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: