[Vietnam] Hari Terakhir di Negeri Uncle Ho ..

Sabtu, 17 November 2012 ..

Menjelang malam, saya dan teman-teman JK menginjakkan kaki lagi di Hanoi. Masing-masing dari kami membawa kenangan manis tentang Ha Long Bay yang magis. Kami kembali menginap di Flower Hotel, penginapan yang sama dengan yang kami gunakan 2 malam sebelumnya ..

Saya sempat bersih-bersih dan istirahat sebentar, sebelum akhirnya datang waktu makan malam. Saat itu pukul 6.30 petang, saya dan teman-teman JK dikumpulkan Mba Eva untuk berangkat ke Flower Garden Hotel. Saya agak bertanya-tanya, mengapa untuk makan malam saja kami harus ngungsi ke “saudara sekandung” Flower Hotel ? Dan, saya mendapatkan jawabannya ketika saya telah berada di lantai 14, puncak bangunan hotel berbintang 4 itu. GALA DINNER ! What a surprise ! Selain kapal pesiar, makan malam di Crystal Lotus Restaurant ini adalah kejutan spesial dari JK untuk saya. Hahaha .. 😉

47

Sstt, Grilled Chicken with Lemon Leaf-nya super duper wuenakkk .. Slurppp !

Setelah membuat seluruh Vietnamese Set Menu yang dihidangkan tandas, saya dan teman-teman JK segera meluncur ke Old Quarter Market. Untuk apa ? Apa lagi kalau bukan untuk menuntaskan hasrat shopping. Hahaha ..

Eh tapi ternyata untuk menuju ke pusat keramaian Hanoi itu, saya harus melakukan extra effort. Satu-satunya transportasi yang bisa kami gunakan hanya taksi, masalahnya tidak banyak sopir taksi Hanoi yang paham Bahasa Inggris. Belum lagi, nama jalanan Hanoi yang aneh bin ajaib, sama sekali tidak bisa terbaca oleh kami yang matanya terbiasa dengan alfabet murni ..

Yak, petualangan menjelajah jalanan Hanoi pun dimulai. Saya, Mba Ade dan Saesa menaiki taksi yang dikendarai oleh seorang sopir muda *dan tentu saja tidak paham Bahasa Inggris*. Saat kami menyebutkan tujuan “Old Quarter Market“, dia hanya mengangguk-angguk dan mulai mengemudi bak orang kesetanan, sambil berkali-kali membunyikan klakson tanpa alasan. Belum lama, tiba-tiba Si Sopir Taksi mengambil handphone dan menelepon seseorang *dengan bahasa Vietnam yang antah berantah*. Bukan hanya bicara, tapi juga cekikikan ngga jelas. Parno dong ya ?! Kami yang orang asing, tidak paham jalan, hari sudah malam pula, ealah, lha kok berada di dalam taksi dengan seorang sopir yang menelepon temannya, tanpa kami tahu apa yang sedang mereka perbincangkan. Mba Ade yang duduk di depan, sudah melepas seat belt dan pasang kuda-kuda, sementara saya dan Saesa berusaha mengaktifkan GPS, untuk sekedar mencari tahu apakah rute yang kami tempuh ini benar ..

Sumpah ! Pikiran sudah tak karuan, prasangka buruk berkelebatan. Jangan-jangan sopir taksi ini berniat jahat, seperti menculik atau merampas barang-barang. Tapi, alhamdulillah, deg-degan berkurang ketika kami mulai mengenali keramaian Old Quarter Market. Fiuuuhhh .. *elap keringet*

Daaannn .. Segala macam pernak-pernik khas Vietnam yang dipajang di seluruh penjuru Old Quarter Market membuat kami melupakan perjalanan menegangkan bersama sopir taksi sarap barusan. Hahaha .. 😉

Saya belanja, tapi tidak terlalu kalap, mengingat perjalanan saya masih lumayan panjang setelah dari Vietnam ini. Malas lah membawa barang banyak-banyak, padahal masih nemplok sana nemplok sini. Meski begitu, jangan lewatkan gantungan kunci, tempelan kulkas, hiasan meja dan bla bla bla khas Vietnam yang eye catching dan unyu-unyu. Harganya pun murah bwangettt, Cyinttt ..

48

Puas berbelanja, saya, Mba Ade dan Saesa meluncur ke KFC yang berada di atas Gedung AIA, salah satu bangunan klasik yang terletak di pusat kota, dekat Hoan Kiem Lake. Bukan karena lapar lagi dan butuh makan malam part two, tapi dari balkon KFC ini, kami bisa menikmati ke-riweuh-an ala Hanoi dari ketinggian. Cukup bermodal segelas cola, kami bertiga bisa puas memandangi tepian danau yang ramai, kerlip lampu yang disusun rapi di dinding kuil, teras City View Cafe. Hmm, sempurna !

Saatnya pulang ke penginapan ..

Belajar dari pengalaman taksi metal yang kami naiki sebelumnya, untuk perjalanan pulang ini kami memilih taksi dengan penampakan yang lebih elit. Tarif atas, begitu kira-kira istilahnya kalau di Indonesia ..

Apakah kemudian kami bebas dari kekhawatiran ?

Oh, tentu tidak ! Kalau sebelumnya kami dibuat senewen dengan sopir taksi sarap, sekarang kami dibuat pusing tujuh keliling gara-gara argometer taksi yang geje segeje gejenya. Jadi, taksi yang membawa kami pulang ke Flower Hotel ini memiliki penunjuk harga yang aneh, misal yang seharusnya 10.000 VND, tampak seperti 100.000 VND. So, gimana saya, Mba Ade dan Saesa ngga ketar ketir, bisa tandas percuma sisa uang kami ..

Tapi ternyata, lagi-lagi, kekhawatiran kami menguap begitu saja ketika sampai di depan hotel, Si Sopir Taksi tidak protes ketika kami memberikan sejumlah uang berdasar asumsi kami, yaitu 20.000 VND dan bukan 200.000 VND seperti yang tercantum di argometer. Fiuuuhhh ..

Saya jadi ingin memberi judul untuk malam itu : Balada Naik Taksi di Hanoi .. Hahaha .. 😉

Saatnya istirahat ..

***

Minggu, 18 November 2012 ..

Pagi itu, pagi terakhir saya bisa menikmati suasana Vietnam. Segera saja saya berbenah, sarapan di restoran hotel dan bersiap city tour, mengunjungi Ho Chi Minh Mausoleum. Di dalam bangunan yang terinspirasi dari Mausoleum Lenin di Moskow ini, terbaring jasad Ho Chi Minh, deklarator kemerdekaan Vietnam, yang telah diawetkan. Penjagaan dan peraturan super ketat diberlakukan di tempat ini. Meski terbuka untuk umum setiap hari kecuali Jumat, dari pukul 08.00 – 11.00, pengunjung harus menggunakan pakaian yang rapi dan tertutup, tidak boleh mengambil gambar dan sederet aturan lain yang wajib dipatuhi ..

49

Saya dan teman-teman JK tidak berhasil masuk ke dalam Mausoleum, karena antrian super panjang mengular hingga kurang lebih 2 kilometer. Bukan karena malas, namun khawatir waktu yang kami butuhkan untuk mengantri dan menyaksikan jasad Uncle Ho terlalu lama. Penerbangan kami siang ini tidak mungkin diundur demi kunjungan ke Mausoleum, kan ?

Jadilah kami hanya berfoto di depan bangunan simetris berwarna coklat abu-abu itu. Cukuplah ..

Setelah puas jeprat jepret, kami terpisah menjadi 2 kelompok : yang langsung pulang ke penginapan dan yang masih akan melanjutkan belanja di Old Quarter Market. Saya termasuk kelompok pertama ..

Lepas tengah hari, saya dan teman-teman JK bertolak meninggalkan Hanoi menuju Noi Bai International Airport. Flight saya menuju Singapore TR – 2309, akan lepas landas pada pukul 16.00. Alhamdulillah, meski sedih trip ini harus berakhir, namun saya benar-benar happy pernah menjejakkan kaki di negeri Uncle Ho ini bersama teman-teman JK. Perjalanan yang mengesankan. Ajaib !

50

Tiger Airways mendarat sempurna di Changi International Airport saat langit Singapore telah menggelap ..

Finally, but it’s not an ending. Stay tune yaaa .. 😉

***

Gono gini Hanoi :

Taksi Flower Garden Hotel – Old Quarter Market – Flower Hotel = 102.000 VND
Taksi Flower Hotel – Mausoleum – Flower Hotel = 57.000 VND

Total = 159.000 VND

Harga Paket Trip Hanoi – Ha Long Bay JK *exclude flight* = 3.290K IDR
include : akomodasi hotel bintang 3 selama di Hanoi, akomodasi kapal pesiar (LOB) selama di Ha Long Bay, makan (3 kali breakfast, 3 kali lunch, 3 kali dinner), transportasi selama program trip, tiket masuk semua objek yang dikunjungi, tips untuk local guide dan sekumpulan teman-teman baru, serta pengalaman tak terlupakan ..

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: