Disinilah Pa Van Der Steur Beristirahat ..

Niet mijn naam, maar mijn werk zij gedacht ~ Jangan kenang nama saya, tetapi kenanglah pikiran dan kerja saya

.. Pa Van Der Steur ..

***

IMG03950-20121215-1313

Pa Van Der Steur ..

Terlahir dengan nama Johanes sebagai anak keluarga Van Der Steur, pada tanggal 10 Juli 1865 di Harleem, sebuah kota kecil di Negeri Belanda. Beliau menjadi bagian sejarah dari Indonesia sejak tanggal 10 September 1892, saat Pa Van Der Steur muda memutuskan untuk meninggalkan tanah airnya dan hijrah ke Indonesia. Tujuan kepindahan tersebut hanya 1, menolong sesamanya yang menderita ..

Di Indonesia, Papa memilih tinggal di Magelang, sebuah kota kecil di tengah Jawa. Di kota inilah, Papa memulai aksi sukarelanya, yaitu merintis yayasan sosial dan panti asuhan yang diberi nama Oranje Nassau. Awalnya, yayasan sosial dan panti asuhan ini hanya merawat 4 anak asuh, hingga akhirnya ada lebih dari 1000 orang yang mengaku pernah diasuh Papa dan menjadi bagian dari keluarga besar Oranje Nassau ..

Pa Van Der Steur pernah dibantu oleh Marie Van Der Steur, adik perempuannya dan Anna Maria Zwager, istrinya, untuk mengurus anak-anak di Oranje Nassau. Sayangnya, baik Marie, maupun Anna, wafat terlebih dahulu, sehingga lagi-lagi Papa merawat ribuan anak asuhnya sendirian ..

Pada tahun 1942, saat Jepang mulai berkuasa di Indonesia, kondisi Oranje Nassau semakin sulit. Puncaknya ketika Jepang membawa Papa, yang saat itu telah berusia 78 tahun, lalu menahannya di penjara-penjara di Magelang, Cimahi dan Semarang. Tidak seorang pun yang tahu bagaimana Pa Van Der Steur menderita di dalam pengasingan di usia senjanya, bukan hanya siksaan fisik, namun juga siksaan batin, karena dipisahkan secara paksa dari anak-anak asuh yang sangat dikasihinya ..

Dua tahun lamanya, Papa berada di pengasingan Jepang ..

Pada tahun 1945, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia digaungkan, Papa dijemput anak-anak asuhnya dan kembali ke Oranje Nassau. Kondisi pria tua berhati emas itu sudah sangat lemah karena usia senja dan penyakit yang dideritanya. Hingga akhirnya pada tanggal 16 September 1945, Pa Van Der Steur berpulang ke Rumah Tuhan. Oranje Nassau berduka, begitu pula warga Kota Magelang, yang telah akrab dengan kebaikan dan ketulusan hati Papa ..

Sepeninggal Papa, Oranje Nassau bertahan di Kota Magelang hingga tahun 1949, sebelum akhirnya dipindahkan ke Jakarta. Yayasan sosial dan panti asuhan rintisan Pa Van Der Steur ini kini dikenal dengan nama Yayasan Foundation Pa Van Der Steur Indonesia. Sesuai dengan apa yang dilakukan Papa sejak tahun 1892, yayasan ini memiliki 2 kegiatan sosial utama, yaitu panti asuhan dan sekolah ..

Lalu dimanakah jasad Pa Van Der Steur bersemayam ?

Magelang ! Ya, di kota tempat ia memulai aksi sosialnya menjadi bapak bagi ribuan anak terlantar inilah Papa beristirahat. Di sebuah sudut kota berhawa dingin ini, sepetak tanah sisa Kerkoff masih dipertahankan dan dirawat sedemikian rupa. Disana, Papa dan puluhan jasad lain terbaring tenang, ditandai dengan cuatan nisan-nisan klasik, yang sekalian berfungsi sebagai prasasti. Keberadaan kompleks makam Pa Van Der Steur memang tidak banyak diketahui orang, bahkan warga Magelang sendiri. Kompleks makam ini disamarkan seolah hanya deretan ruko biasa, untuk menghormati sosok Papa yang bersahaja, sekaligus menjaga keasliannya ..

Sisa kompleks Oranje Nassau masih dapat dijumpai di Kota Magelang, tepatnya di Kampung Meteseh, sebelah Utara Kantor eks Karesidenan Kedu. Disana, masih terdapat 2 panti asuhan, yaitu Panti Asuhan Pemuda Putra-Putri dan Panti Asuhan Mayu Darma Putra. Sementara bangunan lain telah beralih fungsi menjadi Gereja Bethel Indonesia, Kantor Badan Pertanahan Nasional, SD Negeri Magelang 3 dan lain-lain ..

Ah, Pa, saya terharu mengikuti kisah hidupmu yang tak pernah lepas dari pengabdian seutuhnya ..

Beristirahatlah dengan tenang, di tanah yang sama dengan tempat saya lahir dan bertumbuh besar, Magelang ..

***

IMG03949-20121215-1312

IMG03946-20121215-1311

IMG03944-20121215-1310

3 thoughts on “Disinilah Pa Van Der Steur Beristirahat ..

  • January 16, 2013 at 22:43
    Permalink

    kompleks panti asuhan di Meteseh, sampai sekarang dikenal sebagai daerah Pandestiran.

    Di gereja Bethel, masih ada plakat, yang samar samar saya ingat, tulisannya “ORANJE NASSAU” dan masih terawat baik.

    eh iya, kota lahirnya Haarlem harusnya, bukan Harleem …

    Reply
  • January 16, 2013 at 22:52
    Permalink

    @ tommy : Wah, makasih banget tambahan informasinya .. Besok pas pulang, pengin napak tilas ah .. 😉

    Siap, ralatnya diterima dengan senang hati .. Hehehe ..

    Reply

Leave a Reply to MazTommy Cancel reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: