[Dieng] Mie Ongklok Longkrang Memang Nendang ..

Ada spot kuliner yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Dieng atau bahkan sekedar melintas di Kabupaten Wonosobo. Dialah Mie Ongklok, makanan khas kota mungil yang terletak dalam wilayah eks – Karesidenan Kedu ini. Ada beberapa warung Mie Ongklok yang direkomendasikan oleh warga Wonosobo, namun yang kami sambangi sesaat setelah puas mengeksplorasi Dieng, Januari lalu adalah Mie Ongklok Longkrang, yang terletak di Jl. Pasukan Ronggolawe, Wonosobo. Meski tempatnya tidak terlalu luas dan terbilang sederhana, warung ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Rame teruuusss ..

IMG_0163

Seperti apa sih, Mie Ongklok itu ?

*sebelum mendeskripsikannya, ijinkan saya menelan ludah dulu, mendadak lapar teringat nikmatnya ..*

Mie Ongklok adalah perpaduan mie, sayuran dan kuah kental, serta beberapa lauk khas yang senantiasa mendampinginya di Longkrang ini. Berbeda dengan varian mie lainnya, yang menggunakan sawi sebagai campurannya, Mie Ongklok memadukan kubis dan kucai. Cara pembuatannya pun unik, mie kuning, kubis dan kucai tersebut ditata dalam sebuah wadah berlubang-lubang *semacam saringan*, lalu dicelupkan ke dalam air mendidih. Diongklok-ongklok, demikian warga lokal menyebutnya, hingga disebutlah makanan ini sebagai Mie Ongklok ..

Apa lagi yang membedakan Mie Ongklok dengan varian mie lainnya ?

Kuahnya ! Nah, ini yang utama ..

Kuah Mie Ongklok sangat khas, karena sangat kental dan berasa gurih semu manis. Dibuat dari saripati singkong, sedikit gula merah, ebi dihaluskan dan resep rahasia *ah, Pak Waluyo, Sang Penjual, tidak bersedia menyebutkan resep rahasia itu !*. Bukan cuma itu, setelah mie, kubis dan kucai disiram kuah kental berwarna kecoklatan ini, kuah bumbu kacang pun dicampurkan di atasnya. Belum lagi taburan merica bubuk dan bawang goreng. Aduhaaaiii, surga banget rasanya !

Eits, tunggu !

Mie Ongklok Longkrang tidak sendirian lho ! Dia selalu ditemani sate sapi, komplit dengan bumbu kacang dan bumbu kecap yang maknyuuusss, lalu tempe kemul, gorengan khas Wonosobo, yang menggunakan tempe bungkusan daun dan olahan tepung, kunyit dan kucai sebagai balutannya. Belum selesai, karena masih ada aci goreng, yang cocok sekali di-cocol ke dalam kuah Mie Ongklok ..

Slurppp .. Duuuhhh, mendadak saya ingin ke Wonosobo lagi nih !

Berapa harga per mangkok Mie Ongklok Longkrang ?

Kalau tidak salah 6K IDR deh. Maaf, agak kurang yakin, karena waktu itu bayarnya glondongan, bareng-bareng. Yang pasti, tidak mahal kok, 16 mangkok Mie Ongklok, 5 porsi sate sapi, 50-an gorengan *tempe kemul dan aci goreng*, kerupuk dan minuman untuk masing-masing orang, habisnya cuma sekitar 250K IDR saja ..

Hmm, sudah rasanya enak, hangatnya pas dengan dinginnya udara, harganya murah pula ..

Pokoknya hukumnya wajib ya, mencicip Mie Ongklok saat melintasi Kabupaten Wonosobo. Dijamin ngga akan ngga doyan, bahkan akan ketagihan. Slurrpp ..

***

8 thoughts on “[Dieng] Mie Ongklok Longkrang Memang Nendang ..

  • March 11, 2013 at 04:45
    Permalink

    Meneteskan liur virtual.

    Taburan bawang merah goreng memang pelengkap rasa jempolan untuk makanan berkuah seperti ini. Slruppp…

    Reply
  • March 11, 2013 at 11:38
    Permalink

    @ p49it : Saya pun penuh perjuangan nih menulis tentang Mie Ongklok ini, mendadak lapar ngga jelas. Pengin kesana lagi, kok jauuuhhh .. :(

    Reply
  • March 13, 2013 at 14:00
    Permalink

    Kalo menurut gw pribadi yaaa, rasa nya kurang makyusss mungkin karena terlalu manis. Saat kami datang ke wonosobo cuman mencicipin 3 mangkok buat ber 7 manusia dan itupun ngak habis.

    Mungkin mulut2 kita terbiasa makan yg pedes + mengelora :)

    Reply
  • March 13, 2013 at 22:13
    Permalink

    @ mas cumi : Wah, masalah selera itu, Mas .. Tidak bisa dipaksakan .. Hihihi .. Jawa Tengah memang selalu khas dengan masakan dominan manis .. Harap maklum yaaakkk .. 😉

    Reply
  • March 21, 2013 at 06:52
    Permalink

    thanks for the review bulan depan mau ke wonosobo soalnya. asikkk ada kulineran asik yang akan di coba 😉

    Reply
  • March 22, 2013 at 17:05
    Permalink

    @ muthia : Terima kasih juga, sudah mampir dan meninggalkan jejak di ‘rumah’ saya. Enjoy Wonosobo, Muthia .. 😉

    Reply
  • April 4, 2013 at 11:04
    Permalink

    Mie Ongklok, tempe kemul, sate sapi, dinginnya Wonosobo…glek.. jadi pengen lagi. Tapi gak jadi ah, Dieng sekarang udah nyeleb :p

    Reply
  • April 4, 2013 at 19:48
    Permalink

    @ kokoh : Ahahahaha .. Berarti kita kalo pergi2 kudu sebelom Sang Seleb kesana, Koh, biar tempatnya ngga ikutan jadi Seleb juga .. *pukpuk followers yang cuma 400-an*

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: