[Trowulan] Museum Trowulan, Tempat Sekeping Sejarah Tersimpan ..

Lepas pukul 9 pagi, saya dan teman-teman Komunitas Jelajah Budaya mulai menyusuri jalan antar kota yang menghubungkan Jombang dan Mojokerto, menuju Trowulan. The real Trowulan ! Aaakkk, saya benar-benar exciting ..

IMG_0265

Apalagi ketika bis berbelok memasuki sebuah jalan sekunder, bergerbang batu bata merah, khas arsitektur Majapahit, saya tidak bisa berhenti celingukan melihat sekeliling. Hmm, tidak ada yang aneh dengan pemukiman warga di pinggir jalan sekunder tersebut, biasa saja, belum ada hawa-hawa Majapahit sama sekali. Namun, setelah kurang lebih menempuh 2 km dari jalan raya, voilaaa, sebuah kolam kuno terhampar di depan mata ..

Kolam Segaran, namanya ..

page 5

Kolam yang ditemukan oleh Ir. Henry Maclaine Pont pada tahun 1926 ini memiliki bentuk persegi panjang, dengan panjang 275 meter dan lebar 125 meter. Pada saat ditemukan, seluruh bagian kolam tertimbun tanah dan ditumbuhi rerumputan di atasnya. Pemugaran atas kolam kuno ini baru dilakukan pada tahun 1966 dan dilanjutkan secara serius pada tahun 1974 dan 1983. Kolam Segaran ini merupakan salah satu bukti bahwa Kerajaan Majapahit telah memiliki konsep tata kota yang baik, karena selain sisi estetika, kolam ini juga dipercaya memiliki fungsi sebagai penambah kesejukan di pusat Kota Majapahit ..

Ada cerita menarik terkait Kolam Segaran ini ..

Dikisahkan, pada masa kejayaan Majapahit, tepian kolam difungsikan sebagai tempat rekreasi dan perjamuan tamu-tamu dari luar kerajaan. Nah, Majapahit memiliki kebiasaan unik untuk menunjukkan betapa kayanya kerajaan tersebut, yaitu membuang peralatan makan yang terbuat dari emas murni ke dalam kolam, sesaat setelah perjamuan selesai dilaksanakan. Tetamu terkesima, terbukti bahwa Kerajaan Majapahit memang mahsyur, sangat kaya dan layak dihormati, bahkan ditakuti. Padahal kebiasaan tersebut hanya trik, di dalam kolam, para abdi dalem sudah stand by, siap menangkap peralatan-peralatan makan yang dilempar begitu saja ke dalam kolam tersebut, jadi ya tidak benar-benar dibuang ..

Ada-ada saja, bahkan jaman dahulu kala pun pencitraan sudah eksis .. 😉

Tidak jauh dari Kolam Segaran, di sebelah kanan jalan, terdapat sebuah bangunan cukup besar, sementara lapangan parkirnya yang luas terisi puluhan bis pariwisata. Itulah Museum Trowulan, Pusat Informasi Majapahit ..

Ya, inilah tujuan pertama saya dan teman-teman Komunitas Jelajah Budaya. Sebelum benar-benar berpetualang ke tengah-tengah situs Majapahit, kami mengumpulkan gambaran mengenai sejarah dan peradabannya terlebih dahulu ..

page 1

Founder museum ini adalah RAA. Kromodjojo Adinegoro, seorang Bupati Mojokerto dan Ir. Henry Maclaine Pont, seorang arsitek berkewarganegaraan Belanda. Pada tanggal 24 April 1924, Beliau berdua membentuk Oudheeidkundige Vereeneging Majapahit (OVM), yaitu sebuah komunitas yang fokus meneliti peninggalan-peninggalan Majapahit. Awalnya, OVM menempati sebuah rumah di tepi Jalan Raya Mojokerto – Jombang Km. 13, disanalah artefak demi artefak yang ditemukan di sekitar Situs Trowulan pun disimpan ..

Pada tahun 1926, OVM berubah nama menjadi Museum Trowulan, kemudian sempat ditutup pada tahun 1942, karena Ir. Henry Maclaine Pont ditawan oleh Jepang. Museum tersebut sempat terbengkalai, hingga akhirnya diambil alih oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur (BP3 Jatim). Mengingat koleksi yang semakin banyak dan mempertimbangkan faktor keamanan, lokasi museum pun dipindah ke tempat yang lebih luas, yaitu di seberang Kolam Segaran tersebut ..

Museum ini sempat beberapa kali mengalami pergantian nama, yaitu Balai Penyelamatan Arca BP3 Jatim, juga Pusat Informasi Majapahit, nama yang digunakan sampai sekarang, meski masyarakat tetap lebih populer menyebutnya Museum Trowulan ..

Museum Trowulan memiliki 4 ruang utama, tempat menyimpan koleksi-koleksinya. Pembedaan dilakukan berdasarkan bahan dasar artefak, yaitu :

1. Ruang Koleksi Tanah Liat (Terakota)

IMG_0235

Hal unik yang saya temui disini adalah koleksi figurine kuno, baik yang berbentuk manusia, maupun bangunan-bangunan unik. Selain itu, saya juga tertarik pada sebuah bak mandi yang terbuat dari tanah liat, lengkap dengan ukiran-ukiran eksotisnya. Saya mulai mengambil kesimpulan bahwa peradaban Majapahit ini sudah sangat maju ..

page 2

2. Ruang Koleksi Keramik

Menurut informasi yang saya peroleh dari guide lokal, koleksi yang disimpan di ruang pamer ini berasal dari beberapa negara, seperti Cina, Thailand dan Vietnam ..

3. Ruang Koleksi Logam

Di ruang ini, kesimpulan saya mengenai kemajuan peradaban Majapahit semakin mengerucut. Aneka hasil tempaan logam tersimpan disini, seperti uang logam kuno, bokor, cermin, lonceng, pengetuk pintu dan lain sebagainya. Barang-barang tersebut masih terlihat rapi, ukirannya nyaris sempurna ! Sungguh, bukan peradaban sembarangan !

page 3

Ada yang nyempil di Ruang Koleksi Logam, Sumur Jobong, yaitu sumur khas di peradaban Majapahit, dengan konstruksi batu bata merah mengelilingi dindingnya. Terdapat beberapa lapis vertikal susunan batu bata merah tersebut. Sumur itu tampak masih mengeluarkan sumber air di kedalaman dangkal, namun di sekelilingnya telah dipagari rapat ..

4. Ruang Koleksi Batu

page 4

Ruang pamer ini adalah yang terluas dibanding tiga yang lain, terletak di bagian belakang museum. Terdapat sub-klasifikasi lagi disini, yaitu Koleksi Miniatur, Koleksi Komponen Candi, Koleksi Arca, Koleksi Relief dan Koleksi Prasasti. Saya sempat terpaku beberapa saat di depan tumpukan macam-macam ubin yang pernah digunakan pada masa kejayaan Majapahit. Sudah ada pembedaan tentang ubin mana yang digunakan di rumah pejabat kerajaan dan orang biasa. Struktur penataan ubin pun tidak sembarangan, selain keindahan bangunan, ubin pun dipasang dengan mempertimbangkan kesehatan, yaitu dengan menyela pemasangan ubin dengan kerikil-kerikil kecil. Semacam refleksi kaki gitu lho .. 😉

Awal yang menyenangkan, saya tidak bisa berhenti menyimak dan mencatat penjelasan, baik dari Mas Kartum, maupun guide lokal. Peradaban Majapahit semakin terbayang di pelupuk mata, bahwa di atas hamparan tanah Trowulan ini, kurang lebih 700-an tahun yang lalu, pernah ada peradaban mahsyur bernama Kerajaan Majapahit .. :’)

Alhamdulillah, saya bersyukur ada tempat seperti Museum Trowulan, Pusat Informasi Majapahit, karena disanalah kepingan-kepingan peradaban Majapahit tersimpan dengan baik, dirawat, kemudian diceritakan pada khalayak luas, agar sejarah tidak hilang ditelan modernisasi jaman .. :)

***

4 thoughts on “[Trowulan] Museum Trowulan, Tempat Sekeping Sejarah Tersimpan ..

  • March 19, 2013 at 23:25
    Permalink

    seneng ya disana :) paling suka tuh candi2 yang kecil2 hehe

    Reply
  • March 20, 2013 at 08:02
    Permalink

    Sudah ada pembedaan tentang ubin mana yang digunakan di rumah pejabat kerajaan dan orang biasa. <- kasta dilihat dari ubin ya.. *beli ubin marmer biar naik kasta*

    Reply
  • March 20, 2013 at 17:08
    Permalink

    @ mba noni : Iyaaa, Mba, apalagi bahan yang digunakan adalah batu bata merah, beda dengan candi-candi di Jawa Tengah, yang menggunakan batu hitam .. Jadi tambah unik deh .. 😉

    @ ari : Ahahahaha .. Iya, Bee, sekarang pun kaya gitu kan .. 😉

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: