Menziarahi Romo Van Lith di Bethlehem Van Java ..

Selain Candi Ngawen, Magelang masih menyisakan beberapa cerita lain, salah satunya adalah Kerkhof Muntilan ..

Saya dan teman-teman sedikit menjauh dari pusat keramaian Kota Kecamatan Muntilan, kami berniat mengunjungi kompleks makam kehormatan Katholik, yang biasa disebut Kerkhof Muntilan. Kompleks makam ini terletak tepat di depan SMU Pangudi Luhur Van Lith, di Jalan Kartini, Muntilan, Magelang ..

IMG_0918

Mendung yang menggantung siang itu cukup pekat, menambah suasana teduh ketika kami memasuki gerbang makam yang terbuka lebar. Sunyi, hanya ada beberapa orang yang berada di dalam kompleks kerkhof, mereka berziarah dan berdoa ..

Kerkhof ini menyimpan sejarah besar penyebaran Agama Katholik di Jawa ..

Tersebutlah Romo Fransiskus Gregorius Van Lith Sj., seorang Belanda, yang lahir pada tanggal 17 Mei 1863 dan wafat pada tanggal 17 Mei 1926. Romo Van Lith, begitu Beliau biasa disebut, dimakamkan di kerkhof ini. Bagi penganut Katholik, Beliau adalah imam Yesuit, yang meletakkan dasar Agama Katholik di Jawa, sekaligus memperjuangkan pendidikan pribumi pada masa penjajahan Belanda ..

Romo Van Lith tiba di Jawa, tepatnya di Semarang, pada tahun 1896. Setahun kemudian, setelah belajar budaya dan adat Jawa, Beliau ditempatkan untuk mengabdi di Muntilan. Romo Van Lith menyebut kota kecamatan ini sebagai Bethlehem Van Java ..

Bermula dari tempat tinggalnya, yaitu Desa Semampir, di tepian Sungai Lamat, Romo Van Lith mulai membangun sekolah desa dan gereja sederhana. Tujuan Beliau menyelenggarakan pendidikan tersebut sangat sederhana dan membumi, yaitu meningkatkan kualitas anak-anak Jawa, agar mereka mendapatkan kedudukan yang baik dalam masyarakat ..

SMU Pangudi Luhur Van Lith, merupakan peninggalan pengabdian Romo Van Lith yang masih dapat dijumpai hingga saat ini. Kualitas sekolah berasrama ini cukup dikenal di Jawa Tengah, bahkan prestasinya berani disandingkan dengan SMU unggulan bersistem boarding lain, yang juga berada di Kabupaten Magelang ..

Selain Romo Van Lith, banyak tokoh besar Agama Katholik yang juga dimakamkan disini, diantaranya adalah Romo Justinus Cardinal Darmojuwono, Beliau adalah Kardinal Indonesia pertama; dan Romo Richardus Kardis Sandjaja, Beliau adalah martir yang sangat terkenal di Tanah Jawa, wafat dalam pertempuran dengan sesama pribumi akibat fanatisme sempit di waktu itu ..

IMG_0907

Ratusan makam tokoh Katholik pun disemayamkan di kompleks makam ini, meski beberapa di antaranya tidak beridentitas ..

Di ujung jalan setapak yang membelahkompleks makam terdapat sebuah bangunan sederhana. Semacam aula berukuran sedang, yang di bagian depannya terdapat tulisan “Eripiam Eum et Glorificabo Eum“, yang berarti “Aku akan mengambil dan memuliakannya”. Sementara, di dalamnya terdapat jejeran meja altar, beberapa orang terlihat khusyuk berdoa ..

Satu hal yang unik dari bangunan ini, jika diperhatikan, di sisi temboknya terdapat lempengan marmer bertuliskan nama-nama orang, lengkap dengan tanggal lahir dan tanggal wafatnya. Hmm, itulah Makam Loker, tempat bersemayamnya para tokoh Katholik, yang disusun bertingkat di dalam tembok ..

Kemudian, kami tidak berlama-lama di Kerkhof Muntilan ..

IMG_0915

Selain karena sudah dekat waktu Sholat Ashar, langit semakin gelap, takut kehujanan. Sebelum benar-benar keluar dari kompleks makam, kami sempat mendapatkan satu value penting dari Sang Penjaga Makam *maaf, saya lupa siapa nama Beliau*. Kami memperbincangkan lambang salib yang terpasang kokoh di muka kompleks makam, lalu, Sang Penjaga Makam mengatakan,

Lihat salib itu, meski bagi orang awam terlihat biasa-biasa saja, bagi kami, pesan yang tersirat dari salib itu sangat penting. Dua garis saling berpotongan siku-siku : garis vertikal melambangkan hubungan baik kami dengan Tuhan, garis horisontal melambangkan hubungan baik kami dengan sesama. Titik perpotongan kedua garis tersebut melambangkan hati, tempat berpusatnya kedua hubungan baik tadi ..“.

Saya tersenyum, sambil membatin,

Kita punya nilai yang sama, saya meyakininya lewat ungkapan Hablumminallah, Hablumminannas ..“.

Dan, meski hari semakin abu-abu, Muntilan telah membuat hati saya berwarna. Satu pelajaran lagi .. :)

***

Notes : Posting-an ini memiliki muatan Agama Katholik. Meski telah melakukan tanya jawab dengan penjaga kompleks makam dan membaca beberapa referensi di internet, masih sangat mungkin terjadi kesalahan pemahaman dan penulisan dalam posting-an ini, akibat keterbatasan saya pribadi. Jika memang kesalahan tersebut ditemukan oleh rekan-rekan Katholik, saya mohon maaf dan mohon diberikan informasi tentang kebenarannya. Terima kasih .. :)

18 thoughts on “Menziarahi Romo Van Lith di Bethlehem Van Java ..

  • June 1, 2013 at 13:22
    Permalink

    Punya nilai yang sama hubungan antara manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan manusia. habluminallah habluminannas :)

    Reply
  • June 1, 2013 at 21:17
    Permalink

    Belajar banyak hal di magelang, termasuk Bethlehem van Java ini, bener2 baru tahu Kardinal pertama Indonesia dimakamkan di sana :)

    Reply
  • June 1, 2013 at 22:47
    Permalink

    @ mba yusmei : Aku yang orang Magelang aja baru tau, Mba. Xixixixi .. Yuk, kapan kita jalan bareng lagi ? 😉

    Reply
  • June 2, 2013 at 06:20
    Permalink

    tahu nama Van Lith cuma dari nama2 sekolah aja..
    btw mbak, aku kesusahan buka blog ini dari hape….., jadi banyak tulisan bagus yg terlewat deh menunggu kesempatan buka kompi

    Reply
  • June 2, 2013 at 19:16
    Permalink

    @ kak monda : Hai, Kak, salam kenal, makasih udah berkunjung & meninggalkan jejak ya. Ttg tampilan via HP, nanti coba saya utek2 ya, Kak, maklum rada gaptek .. :(

    Reply
  • June 19, 2013 at 17:42
    Permalink

    Tulisan nya bagus dan memberikan pengetahuan baru buat saya sebagai umat katolik.

    Untuk info kardinal pertama di Indonesia yang dimakam kan disini, saya benar-benar baru tahu, nice info banget! 😀

    Reply
  • June 20, 2013 at 13:47
    Permalink

    Menarik yaa… Saya cuma sering lewat dan nggak pernah ngeh. Heheh.. Di dalem SMA Van Lith juga menarik lho ruang ruang kelasnya

    Reply
  • June 22, 2013 at 19:45
    Permalink

    @ frenky : Hai, Frenky, makasih udah berkunjung ke rumah saya. Salam kenal juga. Kembali kasih buat apresiasinya, tetep berbagi yaaa .. 😉

    @ hamid : Kemaren mo masuk ke SMU Van Lith nya, cuma ngga PD, takut kalo ngga boleh. Ngga ada yang bisa ditanyain juga siy soalnya .. 😉

    Reply
  • June 25, 2013 at 08:01
    Permalink

    Hehehe.. Saya ada beberapa sih temen disitu mbak. Guru . Orangnya ramah ramah kok. Pasti bikin PD 😀

    Reply
  • June 25, 2013 at 22:33
    Permalink

    Mbakkk kapan kau ke sana lagi…aku meluuu hehehe…
    Penasaran banget ama sejarah Katolik di Magelang :)

    Reply
  • June 27, 2013 at 19:25
    Permalink

    @ hamid : Next time deh, kalo mo ke Van Lith aku ajak2 kamu lah ya .. Hehehe .. 😉

    @ halim : Siyaapp ! Tapi kapan ya mo ke Van Lith lagi ?! Xixixixi .. 😉

    Reply
  • June 29, 2013 at 12:41
    Permalink

    @ isna : Wah, saya malah ndak tau kalo cungkup seperti itu menyiratkan model Islam. Kebanyakan makam di daerah saya tinggal seperti itu, ndak memandang almarhum/ah beragama apa ..

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: