Buka Aib di Hok An Kiong ..

Hahaha .. Maaf, judulnya lebay .. πŸ˜‰

Masih merupakan bagian dari Magelang Trip, yang saya lakukan medio April lalu, bersama Mba Yusmei, Indra, Yhudi dan Afa. Setelah seharianΒ menclok di Candi Ngawen dan Kerkhof Muntilan, saya melengkapi weekend gateaway kami dengan mengunjungi sebuah Kelenteng megah di pusat keramaian Muntilan. Kelenteng Hok An Kiong, namanya ..

IMG_0921

Kelenteng yang terletak di Jalan Pemuda No. 100, Muntilan ini termasuk kategori kelenteng besar. Hal ini diketahui dari namanya yang mengandung “Kiong”, bukan “Bio” *penjelasan singkat tentang Kiong dan Bio ada di postingan saya DISINI*. Sementara nama Hok An sendiri memiliki arti Rejeki dan Keselamatan ..

Saat itu, mendung semakin pekat di langit Muntilan ..

Saya dan teman-teman memasuki kompleks Kelenteng yang terlihat mencolok di tepian Jalan Pemuda. Warna merah dan kuning, serta ornamen khas Tiongkok mendominasi bangunannya. Agak ragu-ragu untuk melangkah ke dalam bangunan utama, sebenarnya, tapi ya nothing to lose lah, ngga boleh masuk ya sudah ..

IMG_0923

Ternyata keberuntungan berpihak pada kami, karena seorang pria sepuh sedang duduk-duduk di beranda Kelenteng yang tampak sepi, tidak ada umat yang sedang berdoa. Dialah Pak Panut, Sang Penjaga Kelenteng ..

Melihat kedatangan kami, Beliau menyambut, meski agak datar. Pak Panut mengatakan bahwa Kelenteng Hok An Kiong terbuka bagi siapa saja yang ingin mengunjunginya, baik untuk berdoa maupun tidak. Syaratnya hanya 2, menjaga etika *ya namanya juga masuk ke tempat ibadah ya, kesopanan itu mutlak* dan tidak mengambil gambar di altar utama ..

Setelah masuk dan melihat altar Hok An Kiong, kami berbincang-bincang dengan Pak Panut. Dipersilahkannya kami duduk di beberapa kursi alumunium yang tersedia. Beliau mulai bercerita mengenai Kelenteng tertua di Muntilan ini, yang belakangan saya tahu dibangun di sebelah Pasar Muntilan pada tahun 1878, kemudian sempat berpindah letak, menempati lokasinya yang sekarang pada tahun 1906 dan disempurnakan pada tahun 1929. Renovasi terakhir ini ditandai dalam sebuah prasasti di tiang pintu pagar, yang bertuliskan “ANNO : 11-5-1929” ..

IMG_0925

Dewa utama yang menjadi sembahan di Hok An Kiong adalah Dewa Bumi. Patung simbolisasinya menempati altar utama di tengah-tengah ruang doa. Kelenteng ini, sebagaimana layaknya kelenteng-kelenteng lain, memiliki 3 pintu. Siapa sangka, ketiga pintu tersebut mempunyai makna masing-masing dan saya mengetahuinya karena penjelasan Pak Panut ..

Pintu paling kanan adalah pintu masuk, di sisi dindingnya terdapat lukisan naga sebagai simbolisasi kebaikan. Maka, siapa saja yang masuk melalui pintu itu, diharapkan akan mendapat kebaikan yang diberikan oleh para Dewa. Pintu paling kiri merupakan pintu keluar, sebuah lukisan harimau tergambar sangar di sisi dindingnya. Pak Panut menyampaikan bahwa orang yang keluar melewati pintu ini diharapkan akan terlepas dari segala macam kesusahan hidup. Sementara pintu tengah, yang berukuran paling lebar, merupakan jalan para Dewa, sebab itulah, kami dilarang melewatinya, bahkan sekedar duduk-duduk di depannya ..

Nanti menghalangi Dewa-Dewa yang mau masuk ke Kelenteng, Mba .. “, begitu pesan Pak Panut ..

Perbincangan hangat tersebut tiba-tiba berbelok arah, ketika Pak Panut menanyakan no HP Mas Supri, driver kami. Kening saya berkerut, buat apa no HP ?

Ternyata inilah awal sesi Buka Aib di Hok An Kiong. Hahaha ..

Pak Panut meramal kami, Guys ! Sarananya menggunakan no HP. Hmm ..

Beliau menyampaikan hasil penerawangannya pada kami, satu per satu, terutama tentang masa lalu dan sifat-sifat utama. Sementara tentang masa depan, Pak Panut tidak banyak membahas, kecuali ke Indra dan Yhudi. Hihihi .. Kami tidak henti tertawa-tawa geli ketika yang lain sedang dibaca pribadinya, sementara tersenyum kecut saat tebakan Pak Panut mendekati benar. Benar-benar buka aib, untung hanya ada kami berenam dan Pak Panut di beranda Hok An Kiong, jadi malunya ngga seberapa .. Hahaha ..

Percaya tidak percaya, untuk saya pribadi, ramalan Pak Panut saya ambil baik-baiknya saja sih. Ndilalah bacaan Beliau tentang masa lalu dan sifat-sifat utama saya tidak terlalu meleset, jadi ya sudahlah .. *speechless* πŸ˜‰

Tepat saat hujan mulai turun, sesi Buka Aib pun selesai. Kami segera berpamitan dan meluncur kembali ke penginapan, namun di sepanjang sisa kebersamaan, kami tidak henti membahas dan menertawai masing-masing diri kami, yang dengan mudah terbaca oleh Pak Panut ..

By the way, momen-momen seperti inilah yang membuat setiap perjalanan selalu memiliki kisahnya masing-masing. Kadang mengejutkan, kadang di luar dugaan, kadang serba mudah, kadang mesti agak bersusah payah. Pak Panut, ramalan dan Hok An Kiong, satu ingatan yang tidak akan bisa hilang dari kepala saya. Selamanya ..

***

12 thoughts on “Buka Aib di Hok An Kiong ..

  • June 9, 2013 at 01:31
    Permalink

    Gw paling parno kalo acara ramal meramal trus rame2 bareng temen2, takut aib kebaikan gw keungkap semua kan ngak enak ama yg lain hahaha

    Reply
  • June 9, 2013 at 11:49
    Permalink

    ishh.. kirain bakalan diceritain di sini aibnya.. *pembaca haus gosip kecewa*

    Reply
  • June 11, 2013 at 20:17
    Permalink

    @ isna : Ini ya, ternyata pada nunggu bagian aib dibuka2. Deuhhh .. πŸ˜‰

    Reply
  • June 19, 2013 at 17:45
    Permalink

    Ternyata di Magelang ada tempat wisata Klenteng seperti ini ya, tau nya cuma Candi Borobudur aja *malu*

    Ikut suara penonton di atas, ditunggu kicauan aib nya di post berikutnya haha

    Reply
  • June 22, 2013 at 20:03
    Permalink

    @ frenky : Nah ! Semoga tulisan demi tulisan yang ada di blog bisa memberi sedikit pencerahan bahwa Magelang ga cuma punya Borobudur aja .. πŸ˜‰

    Tentang bocoran aib, maaf, kali ini pembaca harus kecewa. Ahahahaha ..

    Reply
  • July 30, 2013 at 21:07
    Permalink

    @ admin goa pindul : Hai, Min, senangnya dikunjungi tetangga. Hehehehe .. πŸ˜‰

    Yups, depan Pasar Muntilan itu ..

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: