[Labirin Rasa] Tentang Hati yang Mencari ..

IMAG0256

Tak tentu arah, bukan berarti tersesat. Mungkin hanya belum menemukan jalan yang tepat untuk ditapaki.

Labirin Rasa – Beri ruang untuk hati temukan cintanya” adalah novel perdana Eka Situmorang-Sir, seseorang yang saya kenal lewat kicauannya di @ceritaeka, terbitan Wahyu Media. Cover-nya hijau segar, menggambarkan sebuah labirin yang menantang siapapun merengkuh sebentuk hati yang masih tersembunyi di dalamnya.

Labirin Rasa ini mengisahkan petualangan jiwa dan raga seorang perempuan muda di awal 20-an, bernama Kayla. Gadis pejabat *peranakan Jawa Batak* ini tidak seperti kebanyakan teman sebayanya, penampilannya berantakan, sikapnya serampangan, tidak wangi, jerawat pun bertebaran di mukanya.

Cerita dimulai ketika Kayla gagal menyelesaikan salah satu semester perkuliahannya dengan baik. Papanya murka, Mamanya pun kecewa. Suasana rumah dan kampus yang sama-sama tidak nyaman, membuat Kayla memilih mengeksekusi usul Rossa dan Milly, sahabatnya, untuk liburan. Tujuan liburan Kayla adalah Yogyakarta, kota dimana Eyang Putrinya berada. Nah, saat berkereta menuju Kota Gudeg itulah, Kayla bertemu dengan seorang lelaki sempurna bernama Ruben.

Bersama Ruben, hidup Kayla berubah. Ada cinta yang datang tiba-tiba, menjungkirbalikkan hatinya. Kadang senang, kadang suram. Ruben terlalu sulit Kayla mengerti, berkali-kali gadis cuek itu dibuat patah hati. Namun, Kayla bersikeras untuk bertahan, berbekal wasiat Eyang Kakungnya,

Engkau akan bertemu dengan Pangeran Fajar itu dalam perjalanan mencari arti hidup sesungguhnya, di atas bukit dengan taburan kemilau matahari yang hangat. Ia adalah cinta pertamamu. Fajar kehidupanmu.

Ya, dia sangat percaya Ruben adalah Pangeran Fajarnya.

Di sela-sela sakit hatinya pada Ruben, Kayla membiarkan jiwa dan raganya melangkah. Aneka macam petualangan yang sarat pembelajaran pun diperolehnya.

Bromo, di antara kesyahduan matahari yang terbit dari lautan pasir, Kayla terpikat keluguan seorang pemuda lokal bernama Dani.

Lalu, Bali menunjukkan Kayla perbedaan antara cinta sejati dan cinta birahi. David, seorang berkewarganegaraan New Zealand, nyaris memagutnya dalam kemesraan semalam.

Lombok dan Makassar, disana Kayla kembali harus berhadapan dengan cinta yang salah. Chyntia, gadis kaya yang memanjakannya dengan beraneka fasilitas, ternyata seorang lesbian.

Dan akhirnya, Medan, Kayla bertemu dengan Patar, abang paribannya yang super duper posesif.

Lalu, siapakah Pangeran Fajar yang dimaksud oleh Eyang Kakung ? Temani Kayla dalam pencariannya ya, dalam “Labirin Rasa – Beri ruang untuk hati temukan cintanya” !

***

Jujur, memindahkan novel setebal 394++ halaman ini dari rak buku Gramedia ke rak buku saya di rumah adalah efek dari gencarnya promosi yang dilakukan Mba Eka *begitu biasanya saya menyapa Eka Situmorang-Sir* di akun Twitter-nya, @ceritaeka. Di luar dugaan, saya cukup cepat membabat habis kisah perjalanan hidup Kayla. Kurang dari 24 jam ! Selain karena saya memang hobi membaca, LABIRIN RASA punya alur yang sangat mengalir, penokohannya pun down to earth, tidak muluk-muluk.

Mba Eka berhasil memadukan petualangan kaki dan hati dalam novel perdananya ini. Keadaan tiap kota persinggahan Kayla, dia jabarkan dengan detail dan apik. Tidak heran sih, selain handal menulis, Mba Eka juga seorang traveler senior, yang sudah melabuhkan diri di banyak tempat. Kondisi hati Kayla yang berwarna-warni pun dituliskan Mba Eka dengan baik dan penuh penjiwaan. Eh, jangan-jangan Kayla adalah the other Mba Eka ?! *dikeplak*

Namun, bukankah tak ada yang sempurna di dunia ini ? Begitu pula LABIRIN RASA.

Beberapa typo saya temukan di sana-sini, yaitu di halaman 148, “Tia” tertukar dengan “Kayla”, kemudian di halaman 256, “Ruben” tertukar dengan “Patar” dan di halaman 388, “Patar” tertukar dengan “Ruben”. Hai, Mas Editor ! 😀

Selain kesalahan teknis, saya juga menemukan plot yang terasa agak dipaksakan, yaitu saat Mama Kayla kecelakaan,  di halaman 266 – 269. Sorry to say, Mba Eka.

But, overall, saya merekomendasikan LABIRIN RASA sebagai bacaan ringan di akhir pekan. Pesan penting yang tersirat disana adalah Tuhan memang tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tapi Dia pasti memberikan apa yang kita butuhkan.

Tabik.

***

 

 

logo-smartfren-anti-lelet-live-smart

 

 

Tulisan ini di-posting untuk meramaikan event LOMBA BOOK REVIEW : LABIRIN RASA,
yang disponsori oleh SMARTFREN – live smart

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: