[Toraja] Kerbau Rasa Merci ..

Di Jawa, demi gengsi, orang parkir Merci di depan rumah ya ? Disini beda, orang lomba-lomba ikat tedong bonga di kandang. Orang kaya itu .. “, seloroh Pak Yuspan, guide kami di Toraja, sambil tertawa renyah.

IMG_2404

Saya dan kedua teman perjalanan pun tersenyum mendengarnya. Bumi Toraja begitu basah pagi itu, gerimis turun cukup rapat. Hawa dingin pun bertambah dingin, berkali-kali saya merapatkan jaket untuk menghalaunya. Sesekali saya berdoa,

Hentikan hujan, Tuhan, waktu kami tidak banyak disini .. “.

Namun, kekhawatiran saya ditepiskan oleh rentetan cerita dari mulut Pak Yuspan. Nyaris tanpa henti ..

Nanti kita lihat ya, banyak tedong bonga disini. Semakin unik, semakin mahal. Kalau nemu di Jawa, kirim kesini, bisa sampai satu milyar harganya .. “.

Mendengar satu-milyar, saya semakin lupa, bahwa sebelumnya saya sempat mengkhawatirkan hujan. Hahaha .. 😉

Tedong bonga yang dimaksud oleh lelaki keturunan Lakipadada itu adalah kerbau bule. Bagi orang-orang Toraja, yang masih memegang teguh kepercayaan Aluk To Dolo, ritual kematian dan penghormatan terhadap leluhur yang telah meninggal menempati posisi yang sangat tinggi. Ritual tersebut biasa disebut sebagai Rambu Solok atau pesta penguburan yang sangat meriah. Keberadaan tedong bonga adalah hal penting dalam rangkaian ritual tersebut ..

IMG_2399

— Ritual Rambu Solok —

Filosofi sembelih tedong bonga, menurut Pak Yuspan, adalah untuk membantu leluhur yang meninggal cepat sampai ke Puyah atau dunia arwah dan bertemu dengan Ponglalondong atau Dewa Kematian. Semakin baik kualitas kerbau sembelihan, semakin mudah arwah leluhur sampai disana dan wajahnya tidak bersungut-sungut ..

Jadi, orang disini selalu cari kerbau terbaik untuk tanda bakti ke leluhur. Mahal bukan masalah .. “, celetuk Pak Yuspan lagi.

Kabarnya, harga kerbau akan semakin mahal ketika belang putih hitamnya semakin banyak dan memiliki ciri lain yang unik, misalnya tanduknya panjang dan melengkung atau warna matanya biru. Dan,Pak Yuspan tidak bohong, kami benar-benar ditunjukkan seekor kerbau yang berharga lebih dari Rp. 900 juta. Wow !

IMG_2512

— kerbau rasa merci —

Si pemilik kerbau rasa merci itu mempersilahkan kami mendekat dan melihat hartanya ..

Kerbau tersebut cukup pandai bersikap sebagai hewan dengan gantungan price tag spektakuler. Elegan. Uhmmm, sedikit sombong sih lebih tepatnya. Hahaha .. Belang putih hitamnya sangat kentara, tanduknya pun melengkung panjang dan sempurna. Kandangnya besar, stok rumput gajah menggunung di salah satu sisinya ..

Bahkan, menurut pengakuan Sang Pemilik, ia seringkali memandikan kerbau raja itu. Hampir pasti sehari sekali ! Wah, kalah saya .. 😉

***

5 thoughts on “[Toraja] Kerbau Rasa Merci ..

  • January 16, 2014 at 08:53
    Permalink

    itu beneran kerbaunya warna pink ya, baru tau nih

    Reply
  • January 16, 2014 at 09:29
    Permalink

    kakak, itu bisa dijadikan lahan bisnis ituh…. jualan kerbau dari Jawa

    hahahahhahaha

    Reply
  • January 16, 2014 at 19:29
    Permalink

    @ ainun : Iya, itu belang putihnya, Nun, yang bikin harganya super mahal. Ahahahaha .. 😉

    @ farida : Nah itu dia yang sempet kepikiran, cuma kan ya PR banget ngangkut2 kerbau dari sini ke Toraja. Manusia aja capek, gimana hewan. Mabok kali .. 😉

    Reply
  • October 24, 2015 at 16:41
    Permalink

    Halo…. mbak!!! gmana kabarnya ni????? mudah-mudahan smuanya baik-baiknya aja ya….. makasi mbak atas critanya tentang Toraja & bisa berbagi sama teman dan keluarga.

    Salam jauh dari Toraja …Yuspan…

    Reply
    • October 27, 2015 at 12:47
      Permalink

      Wah, Pak Yuspan! Apa kabar? Senang sekali bisa bertemu di sini. Semoga suatu saat saya bisa berkunjung ke Toraja lagi ya, waktu itu belum puas. Hehehehe ..

      Salam untuk Bumi Lakipadada, Pak .. :)

      Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: