#TripToTheEast : Pesona Pantai Selatan Lombok ..

Panas sudah terasa menyengat di Bandar Udara Internasional Lombok, Praya, Lombok Tengah, padahal jarum jam belum beranjak jauh dari pukul 7 pagi. Meski demikian, saya lebih dibuat sibuk oleh antusiasme menginjakkan kaki pertama kali di Tanah Mandalika ini ..

page1_2

Ya, saat itu, Kamis, 22 Mei 2014, rangkaian perjalanan yang saya sebut sebagai #TripToTheEast dimulai. Persinggahan pertama adalah Lombok. Selama 3 hari 2 malam, destinasi ini akan saya jelajahi. Beberapa rekan mengatakan 3 hari 2 malam adalah waktu yang begitu sempit untuk mengeksplorasi pulau yang memiliki bentang alam sangat lengkap ini. Tak apalah, manfaatkan kesempatan yang ada sebaik mungkin saja kalau sudah begini .. 😉

Mobil sewaan, yang dikendarai Mas Budi, sudah siap menemani saya jalan-jalan keliling Lombok. Yuhuuu ..

Jadwal hari pertama adalah mengunjungi pantai-pantai cantik yang berlokasi di Selatan Lombok. Sebab berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, pantai-pantai tersebut memiliki ciri berombak besar. Selain itu, garis pantainya tidak landai sebagaimana yang saya temui di kebanyakan pantai di Jawa bagian Utara. Bergunung-gunung, dengan warna hijau kuning. Sementara pasirnya pun beraneka rupa, mulai yang selembut bedak hingga yang berbutir-butir seperti merica ..

IMG_3636_2

Oh ya, sebelum benar-benar memasuki deretan Pantai Selatan, saya dibawa Mas Budi ke sebuah bukit yang menjadi view point. Disana, hamparan perbukitan super hijau, lalu laut biru, yang menyentuh langit di cakrawala terlihat dengan sangat jelas. Cool ..

Pantai Selong Belanak

Inilah pantai pertama yang saya kunjungi, Selong Belanak, namanya. Pantai ini memiliki garis pantai yang landai, panjang dan melengkung, menyerupai bulan sabit. Pasirnya berwarna putih dan bertekstur sangat lembut ..

IMG_3673_2

Disana, saya hanya beraktivitas di seputaran padang pasirnya saja, sambil sesekali membiarkan kaki dijilat riak-riak air sisa gelombang laut. Eh, foto-foto juga dink, karena sayang sekali jika sampai membiarkan pantai yang fotogenic ini tidak terekam di kamera saya. Hehehehe .. Menurut saya Pantai Selong Belanak memang kurang cocok digunakan untuk berkegiatan di air, mengingat ombaknya cukup besar. Selain itu, perahu-perahu nelayan juga banyak melaut disana. Uhm, kecuali surfing sih. Saya sempat melihat beberapa anak muda berkulit basah dan legam terbakar panas, duduk-duduk memeluk papan selancar mereka di pinggiran pantai ..

IMG_3656_2

Pantai Selong Belanak, saat itu, terbilang sepi. Ternyata, menurut Mas Budi, pantai ini memang tidak sepopuler Pantai Kuta, yang selalu dipenuhi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Meski demikian, fasilitas yang tersedia di Selong Belanak cukup lengkap. Mulai dari warung-warung makan yang menjual menu khas, yaitu sate ikan; areal parkir, dengan keamanan yang terjamin; dan beberapa gazebo, yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung dengan cuma-cuma ..

Jarak Pantai Selong Belanak dari Bandar Udara Internasional Lombok, Praya, tidak jauh. Hanya sekitar 20 km, melalui medan jalan yang naik turun, dengan kondisi yang relatif baik, meski memang tidak terlalu lebar, hanya cukup untuk berpapasan dua kendaraan saja ..

Pantai Mawun

Pantai yang saya kunjungi selanjutnya adalah Mawun. Lokasinya tidak jauh dari Selong Belanak, ketika menujunya, saya melewati jalur yang berkelok-kelok, di antara bukit-bukit yang menjulang di sebelah kanan dan kiri. Pemandangan yang luar biasa ..

Berbeda dengan pantai sebelumnya yang berkontur landai, permukaan Mawun lebih curam. Garis pantainya pun tidak panjang, namun lebih melengkung, seperti tapal kuda. Dua bukit membatasi di ujung Timur dan Baratnya. Satu hal yang unik dari Pantai Mawun, pasirnya terdiri dari 2 tekstur, yaitu pasir selembut bedak di bagian tengah dan pasir dengan butiran kasar, karena tercampur dengan remahan karang di bagian Barat ..

IMG_3680_2

Saya menghabiskan waktu cukup lama di Pantai Mawun. Selain berfoto sepuasnya, saya juga merasa sangat nyaman leyeh-leyeh disana. Ya, Mawun memiliki sebuah pohon rindang, yang menghalangi sinar matahari langsung menembus permukaan bumi. Beberapa penjaja souvenir terlihat mondar-mandir minta perhatian. Maaf ya, Dek, belum ada agenda beli oleh-oleh nih. Hehehe ..

Seperti halnya Selong Belanak, Mawun juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Yang paling penting sih keberadaan toilet bersih dan tempat sholat .. 😉

Pantai Seger

Matahari sudah melewati kepala, ketika mobil yang dikendarai Mas Budi memasuki jalan tanah merah di sisi bukit dimana tulisan ‘Seger Beach‘ terpampang disana. Sebelum sampai di Pantai Seger, saya sempat melewati beberapa deretan pantai lain, salah satunya Kuta. Pantai Kuta Lombok sama nge-hits-nya dengan Pantai Kuta Bali, karena disanalah tempat terpusatnya berbagai penginapan, kafe, bar dan tempat persewaan motor bagi wisatawan ..

IMG_3704_2

Nah, Pantai Seger ini terletak kurang lebih 2 km dari Pantai Kuta, dipisahkan oleh kompleks Novotel, resort mewah yang menjadikan pantai diantara Seger dan Kuta sebagai area private-nya. Hmm ..

IMG_3706_2

Di pantai ini, alih-alih bermain air, saya memilih mendaki salah satu bukit hingga di puncaknya dan menikmati pemandangan yang menakjubkan. Disana, Mas Budi bercerita tentang Legenda Putri Mandalika yang mahsyur di seluruh penjuru Lombok. Konon, di bukit inilah, Putri Mandalika memutuskan untuk mengakhiri hidupnya demi kedamaian negeri. Ya, putri cantik jelita ini diperebutkan oleh pangeran-pangeran dari banyak kerajaan. Ia memperkirakan bahwa ketika pilihan jatuh pada salah satu pangeran, akan terjadi kerusuhan yang sulit dikendalikan. Oleh sebab itulah, Putri Mandalika mengumpulkan semua orang di Bukit Pantai Seger ini, pada tanggal 20 bulan 10 (menurut hitungan Tahun Sasak), menyampaikan kegundahan hatinya, bahwa ia tidak bisa memilih siapapun, karena jiwa raganya adalah milik rakyat, pengabdian tanpa terkecuali. Sang Putri kemudian terjun ke laut. Hilang, tidak satupun pencarian membuahkan hasil. Yang ditemukan justru cacing-cacing laut atau lazim disebut Nyale. Masyarakat setempat menganggap nyale tersebut merupakan perwujudan Putri Mandalika ..

putri-mandalika

– foto ini dipinjam dari SINI

Sejak saat itulah, di sekitaran Pantai Seger, tiap tanggal 20 bulan 10 Tahun Sasak, biasanya jatuh pada Bulan Februari, diadakan Festival Bau Nyale. Festival ini merupakan kegiatan perburuan Nyale di sepanjang Pantai Selatan Lombok, sebagai wujud penghormatan kepada Putri Mandalika. Cacing-cacing laut hasil tangkapan tersebut akan dimasak dalam berbagai olahan. Meski katanya gurih dan bergizi, saya masih tetap berpikiran, geli ngga sih mengkonsumsinya ? Hehehehe .. 😉

Selain Selong Belanak, Mawun, Kuta dan Seger, masih banyak lagi titik-titik pantai yang menawan di sepanjang Lombok bagian Selatan. Saya memang belum khatam menjelajahinya, karena mengejar waktu sebelum gelap untuk naik ke Sembalun. Semoga lain waktu, saya berkesempatan berkunjung ke Lombok lagi dan mengunjungi pantai-pantai lain yang pasti punya daya tarik luar biasa ini ..

***

7 thoughts on “#TripToTheEast : Pesona Pantai Selatan Lombok ..

Leave a Reply to Noerazhka Cancel reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: