Kehilangan Liong Hok Bio ..

.. Tulisan pendek ini merupakan ungkapan kesedihan saya yang begitu mendalam, setelah kehilangan Kelenteng Liong Hok Bio yang terbakar menjadi abu, Rabu, 16 Juli 2014, dini hari ..

10500478_4450904366834_6544041585046675737_n

.. foto ini milik Mas Aditya Rifai, yang Beliau upload di fanpage Kota Toea Magelang ..

Tadi pagi, selepas Subuh, saya tercenung sesaat setelah membaca berita di group WhatsApp,

Kelenteng Liong Hok Bio, Magelang, terbakar dini hari tadi ..

Dan sebuah foto menguatkan hal yang saya baca tersebut. Kelenteng Liong Hok Bio, yang terletak di sebelah Selatan Alun-alun Kota Magelang, sekaligus menjadi salah satu landmark kota, tenggelam dalam jilatan api yang berkobar menggila. Langit masih gelap, menurut informasi, saat itu jarum jam menunjukkan pukul 01.30 dini hari. Sebuah mobil pemadam kebakaran terlihat telah melaksanakan tugasnya, menjinakkan api, meski sepertinya masih kewalahan ..

Saya pun segera membuka timeline Twitter dan news feed Facebook. Benar saja, beberapa teman pun mengabarkan hal yang sama. Kabar buruk itu, bahwa bangunan lama Kelenteng Liong Hok Bio benar telah terbakar, sebab alat peribadatan, yaitu lilin dan dupa, yang digunakan dalam upacara pada Selasa malam. Paling tidak begitulah yang diungkapkan petugas kepolisian, meski penyelidikan lanjutan masih dilakukan ..

Sepagian itulah saya sedih bukan kepalang. Kehilangan. Pasti demikian pulalah yang dirasakan Ibu Magelang atas luluh lantaknya cagar budaya yang selama ini berada di pangkuannya ..

IMG_3069_2

Saya masih ingat betul, saat Februari lalu, bersama rekan-rekan Kota Toea Magelang, mengunjungi Kelenteng Liong Hok Bio, sebagai bagian dari agenda Djeladjah Petjinan II. Pak Jum, selaku pengurus kelenteng, menyambut seluruh rombongan dengan sangat hangat. Sambil melihat-lihat sekeliling kelenteng, Beliau mengatakan bahwa bangunan baru Liong Hok Bio sudah siap digunakan. Altar-altar berukir detail luar biasa, yang didatangkan langsung dari Tiongkok, pun, sebenarnya, telah dapat ditempati patung para dewa. Namun, saya sendiri kurang paham, mengapa pemindahan dari gedung lama ke gedung baru belum juga dilakukan ..

IMG_3073_2

Sementara bangunan asli Kelenteng Liong Hok Bio, yang didirikan pada 8 Juli 1864 tersebut, begitu semarak dengan nyala lilin-lilin raksasa berwarna merah, kayu-kayu berukir detail, patung para dewa yang bersemayam tenang dalam altarnya masing-masing, serta beraneka macam sesaji dan dupa di hadapannya ..

IMG_3071_2

Satu hal yang kini sangat saya sesali dalam kunjungan tersebut adalah tidak menyempatkan diri mengambil foto fasad Kelenteng Liong Hok Bio. Saat itu, saya berpikir memotretnyalain kali saja, toh dekat dari rumah. Dan ternyata tidak ada lain kali, tidak ada jodoh lagi bagi saya dan kelenteng tua yang baru saja merayakan usianya yang ke 150 tahun ini. Dia telah musnah, bersama 16 patung Dewa Bumi dan lukisan Confusius, yang kabarnya merupakan satu-satunya di Indonesia ..

Saya masih berharap ada upaya untuk mereplikasi bangunan asli Kelenteng Liong Hok Bio, paska kebakaran ini. Semoga ..

***

10470929_722294837830539_363862945765199813_n

10481386_722295031163853_2833042766850082629_n

.. kedua foto diatas milik Mas Mameth Hidayat
dan merupakan kondisi terkini Kelenteng Liong Hok Bio setelah terbakar dini hari tadi,
yang Beliau upload di fanpage Kota Toea Magelang ..

IMG_20140716_084420

.. foto ini milik Aditya Hermawan, adik saya, yang dibidik saat acara Ruwat Bhummi Tahun 2011 ..

10 thoughts on “Kehilangan Liong Hok Bio ..

  • July 17, 2014 at 05:04
    Permalink

    HAH? Kayak nggak percaya lihat foto ini Kelenteng kebakaran. Untung yang nggak seluruh bangunannya terbakar. Tapi ya… bangunan bersejarah terbakar gini… rasanya ngenes…

    Reply
  • July 17, 2014 at 09:55
    Permalink

    @ mba feb : Iya, kemaren pagi aku sampe mewek, Mba .. :(

    @ mawi wijna : Aku pun ngga percaya pas dikabarin kemaren, tapi ya gimana lagi, kenyataannya bangunan asli Liong Hok Bio sudah habis sekarang. Lemes .. :(

    @ mas danan : Bangunan aslinya 90 % habis, Mas, yang tersisa tinggal kayu-kayu penyangga atapnya. Direnovasi pun ngga bakal bisa mengembalikan kondisi asli. Hiks hiks .. :(

    Reply
  • July 17, 2014 at 16:09
    Permalink

    nggak percaya pake mbanget dengan kebakaran itu.kunjungan dengan rekan” KTM menjadi yang pertama dan yang terakhir

    Reply
  • July 17, 2014 at 18:52
    Permalink

    Sedih…. meski baru sekali menginjakkan kaki di klenteng pas blusukan bareng KTM dan Blusukan Solo, tapi ini klenteng kelihatan banget kharisma ketuaannya… Semoga diberi jalan keluar agar klenteng dapat berfungsi lagi dalam waktu dekat meski sudah hilang satu cagar budaya yang membanggakan kota Magelang…

    Reply
  • July 22, 2014 at 09:16
    Permalink

    @ halim : Iya, Lim, salah satu cagar budaya milik Kota Magelang sudah raib. Sedihnya ngga habis2 .. :(

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: