Ranggawarsita, Museum Jawa Tengah yang Ala Kadarnya ..

Amenangi jaman edan, ewuhaya ing pambudi,
melu ngedan nora tahan, yen tan melu anglakoni
,
boya keduman melik, kaliren wekasanipun,
ndilalah kersa Allah, begja-begjaning kang lali,
luwih begja kang eling klawan waspada ..

IMG_5130_2

Demikianlah Raden Ngabehi Ranggawarsita, seorang pujangga besar Tanah Jawa, yang hidup pada era 1800-an, pernah berucap dalam salah satu karyanya, Serat Kalatidha, bahwa akan tiba masa-masa gila, masa dimana yang tidak ikut menggila tidak akan mendapat kesempatan. Dan, sekarang, masa itu telah benar-benar datang ..

***

IMG_5129_2

Seperti kebanyakan museum di Indonesia, Museum Ranggawarsita terlihat sepi, siang itu. Bahkan hanya Si Casey yang nangkring di pelataran parkirnya. Tidak ada satupun manusia terlihat, selain beberapa orang tukang bangunan yang tengah mengerjakan renovasi dan 2 orang petugas penjaga loket ..

Selalu sepi begini ya, Mba .. “, pertanyaan retoris saya dibalas dengan anggukan kepala dan senyum basa-basi dari petugas penjaga loket. Hmm, masalah klasik, museum bukan destinasi favorit di negeri ini ..

IMG_5103_2

Kompleks bangunan yang terletak di Jl. Abdurrahman Saleh No. 1 (Bundaran Kalibanteng), Semarang ini merupakan museum milik Pemerintah Provinsi, yang disebut-sebut memiliki koleksi terlengkap, serta skala terbesar di Jawa Tengah ..

Usai menerima sobekan tiket masuk seharga 4K IDR dengan layout ala kadarnya, saya bergegas memasuki ruang pamer museum. Seperti biasa, tidak ada guide yang mendampingi dan menceritakan setiap detail koleksi Museum Ranggawarsita. Baiklah, saya melangkah gontai, berharap ada papan informasi sebagai pengganti keberadaan pemandu ..

Terdapat 3 bagian ruang pamer di museum yang resmi digunakan pada tahun 1989 tersebut. Ehm, sorry, hal ini saya simpulkan sendiri sih, karena tidak ada satupun orang yang bisa ditanyai. Hehehe .. 😉

Bagian pertama merupakan Wahana Geologi dan Geografi, yang dibagi menjadi 2 area lagi, yaitu koleksi batuan yang ditemukan di permukaan bumi. Mulai dari serpihan meteorit, batuan mineral, logam mulia dan lain sebagainya. Area selanjutnya menyajikan segala hal yang berhubungan dengan jaman purba, seperti fosil kayu-kayuan, tulang hewan masa lalu dan jasad binatang langka yang telah diawetkan ..

IMG_5106_2

Bagian selanjutnya adalah Wahana Budaya dan Kerajinan, yang meliputi koleksi peninggalan peradaban Hindu – Budha, seperti arca-arca, batu-batu candi, patung perunggu dan lain sebagainya. Aneka macam kerajinan khas Jawa Tengah pun dapat dijumpai di bagian ini, seperti keramik, batik, gerabah atau anyaman. Oh ya, beberapa diorama bangunan unik, seperti Masjid Menara Kudus, Masjid Agung Demak dan ukir-ukiran khas Jepara juga dipajang di bagian ini ..

IMG_5127_2

IMG_5113_2

Kapal Samudera Raksa, yang terukir dalam relief Candi Borobudur

Sementara, bagian terakhir adalah Wahana Perjuangan, yang mengakomodasi koleksi benda-benda yang digunakan pada perang melawan penjajah, serta cerita mengenai pertempuran yang terjadi di Jawa Tengah, seperti Peristiwa Palagan Ambarawa dan Pemberontakan PKI di Cepu ..

IMG_5128_2

Fiuh, akhirnya selesai juga menyusuri bangunan 2 lantai yang super sepi itu ..

Alih-alih menikmati, saya justru lelah sendiri. Selain tidak informatif, saya merasa koleksi-koleksi yang disusun di seluruh bagian museum tidak memiliki benang merah. Mereka ada, ditata ala kadarnya, bahkan lapisan debu terserak di atas kaca-kaca etalase. Fasilitas-fasilitas yang disebutkan di beberapa blog tidak saya rasakan manfaatnya. Bioskop Mini, misalnya, tidak ada petugas yang berjaga, sehingga ketika saya melongokkan kepala, hanya ada ruang kosong dengan layar putih yang tidak terlalu lebar. Juga kotak audio yang memperdengarkan cerita rakyat Jawa Tengah, entah di bagian mana, saya tidak menemukannya ..

Ironisnya, saat bertemu dengan seorang petugas di selasar museum, saya mencoba bertanya tentang jam pertunjukan Bioskop Mini. Apa jawabnya ?

Maaf, Mba, saya kurang paham .. “.

Huvt, saya putus asa dan memutuskan untuk menyudahi kunjungan saja ..

Semoga saya hanya kurang beruntung, berkunjung di kala museum sepi pengunjung, petugas tidak responsif, koleksi ala kadarnya dan fasilitas pendamping tidak berfungsi. Semoga di lain waktu, selain saat kunjungan saya itu, Museum Ranggawarsita benar-benar mencerminkan statusnya sebagai Museum Provinsi Jawa Tengah, yang gemilang dan megah. Semoga di lain waktu, selain saat kunjungan saya itu, Museum Ranggawarsita sungguh-sungguh mewarisi nama besar Raden Ngabehi Ranggawarsita, yang pernah membuat bangga Nusantara dengan kepujanggaannya ..

Semoga ..

***

Museum Ranggawarsita, Semarang
Jl. Abdurrahman Saleh No. 1 (Bundaran Kalibanteng), Semarang
Buka : Senin – Minggu, pukul 08.00 – 15.30 WIB
HTM : Dewasa 4K IDR – Anak-anak 2K IDR

20 thoughts on “Ranggawarsita, Museum Jawa Tengah yang Ala Kadarnya ..

  • September 30, 2014 at 20:50
    Permalink

    Duhh yen nonton museum sepi gini jadi gregetan… yang salah yang atur display, SDM yang kurang training atau instansi yang menaungi sih? Ahh jadi penasaran pingin ikut nyinyir juga #ehh 😀

    Reply
  • September 30, 2014 at 21:55
    Permalink

    @ halim : Hahaha, kayanya memang ada yang salah, Lim. Selain dari yang kamu sebutin itu, masalah juga ada pada masyarakat kita yang ngga menganggap museum sebagai destinasi wisata edukasi yang menarik. ya jadi gitu deh .. 😉

    Reply
  • October 8, 2014 at 09:05
    Permalink

    Semoga, bukan hanya harapan dan cita-cita yang tak terwujud ya mbak doanya..

    Reply
  • October 8, 2014 at 17:05
    Permalink

    @ ari : Amieeennn, meskipun beneran butuh usaha rada serius nih untuk membenahi semuanya .. Kita doakan yaaa .. 😉

    Reply
  • March 17, 2015 at 23:20
    Permalink

    ah…aku merasa berdosa udah ke museum mana2 tapi museum di kampung sendiri cuma lewat aja kalo nebeng naik pesawat dr smg

    Reply
  • March 20, 2015 at 16:36
    Permalink

    @ isna : Hahahaha, sesekali mampir lah, sebelum naik pesawat. Hehehe .. 😉

    Reply
    • May 12, 2016 at 16:18
      Permalink

      Hayoklah ke Museum Ranggawarsita, biar rada ramean dikit ini .. 😉

      Reply
  • July 20, 2016 at 14:43
    Permalink

    Kayaknya ini bukan kali pertama aku membaca ulasan tentang “kekurangan” Museum Ranggawarsita di Semarang ini. Bahkan temanku yang bukan blogger pun pernah menceritakan hal yang sama. Ironisnya, temanku itu pernah memberi masukan tentang ketidaknyamanan museum ini ke ‘Bapak Besar Jateng’ via twitter nya, tapi jawaban beliau kurang lebihnya adalah: “hari gini berapa orang sih yang berkunjung ke museum?”

    Pas baca twit itu rasanya langsung trenyuh :-(

    Reply
    • August 4, 2016 at 08:54
      Permalink

      Sedih banget ya, Kak .. :(

      Museum memang bukan tempat favorit di Indonesia, mungkin. Semurah-murahnya tiket masuk, bahkan gratis, yang datang juga cuma segelintir. Itupun niatnya apalah-apalah. Gimana ya, miris ih. Hiks .. :(

      Reply
  • August 4, 2016 at 14:40
    Permalink

    akhirnya aku datang juga ke ranggawarsito sebelum ke museum 3d (dekat kantornya mbak NAEW) wkwkwk
    setuju, museumnya horror, gelap, berdebu
    masa iya ada koleksi peti jenazah pahlawan disitu, mana di pojokan, gelap sisan ewww…

    Reply
      • August 4, 2016 at 15:08
        Permalink

        yups, bangunan gede, tp isinya kurang mencerminkan kebesaran jawa tengah, misalnya artefak dr keraton kasunanan, mangkunegaran ga ada sama sekali.. padahal statusnya museum provinsi, jadi penasaran sm museum mpu tantular sm sonobudoyo, museum sri baduga coba mbak, bagus itu

        Reply
        • August 4, 2016 at 16:16
          Permalink

          Beruntungnya, beberapa komunitas anak muda di Kota Semarang memanfaatkan ruang di kompleks museum ini untuk berkegiatan. Ya walaupun bukan concern ke koleksi museumnya, paling tidak, ada interaksi dengan museum. Menyedihkan .. :(

          Reply
          • August 4, 2016 at 16:24
            Permalink

            yups, aku kemaren kan foto2 di 0 km semarang, lha kok kamerane rusak :(( #curcol

            Reply
  • December 24, 2016 at 11:09
    Permalink

    padahal museum peninggalan sejarah itu seperti kenang-kenangan dari pendahulu, dan sangat disayangkan sudah banyak yang tidak terawat,

    Reply
    • December 29, 2016 at 08:47
      Permalink

      Iya, Kak, bicara tentang museum di Indonesia, kebanyakan emang selalu bikin sedih .. :(

      Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: