[Macau] Surganya Para History-addict dan Museum-holic ..

Pesawat yang saya tumpangi telah mendarat mulus di Macau International Airport. Unik, pemandangan yang saya lihat di sisi kiri dan kanan adalah laut. Welcome toΒ Macau, wilayah administrasi khusus Republik Rakyat Cina, yang memilikiΒ bandar udara dengan runwayΒ di tengah hamparan Laut Cina Selatan ..

Let’s explore this city-country .. πŸ˜‰

***

Apa yang bisa dijumpai seorang history-addict, sekaligus museum-holic seperti saya ini di Macau ? Hmm, banyaaakkk ..

Ruins-of-St-Paul

Macau, yang saat ini telah menyandang status sebagai salah satu World Heritage Sites versi UNESCO, merupakan bekas koloni Portugis dengan sisa-sisa pengaruh yang masih sangat kental. Terlepas dari maraknya praktek perjudian di kasino-kasino yang tersebar di seluruh penjuru kota, Macau pun ramai dikunjungi orang karena bangunan-bangunan tua yang terawat cantik. Meski masih berada di dalam naungan Benua Asia, tampaknya Macau senantiasa bersolek ala negeri-negeri Barat. Nuansa klasik Eropa terasa begitu hangat memeluk siapapun yang menyentuhkan diri pada city-country ini ..

Ah, sungguh saya tak sabar untuk menjelajahi cagar-cagar budaya yang terpancang disana ..

Langit sedang bersahabat, membiru sempurna, ketika saya sampai di depan reruntuhan Gereja St. Paul. Beberapa anak tangga landai membentang di hadapannya, disana juga lah, serombongan pemusik jalanan sibuk membuat pertunjukan. Menikmati kemegahannya, ingatan saya melayang pada saat Gereja Katholik terbesar di kawasan Asia Timur ini dibangun, yaitu tahun 1580. St. Paul terbangun dari konstruksi tangguh batu-batu putih, lengkap dengan ukiran detail naga dan kapal-kapal yang tengah berlayar. Atapnya pun merupakan sebuah kubah indah ..

Sayangnya, keanggunan St. Paul sangat berjodoh dengan kobaran api. Ia terbakar 3 kali. Pertama, pada tahun 1595, lalu 1601 dan 1835. Bencana kebakaran yang terakhir terjadi demikian dahsyat, hingga meluluhlantakkan nyaris seluruh bangunan. Hanya fasad dan undakan menuju Gereja saja yang tersisa. Meski demikian, Macau tahu benar bagaimana merawat harta warisan. Gereja St. Paul, yang ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia versi UNESCO pada tahun 2005 ini, tampak mempesona hingga sekarang ..

Menyisir bagian luar puing-puing St. Paul, terdapatlah sebuah benteng tua yang dibangun pada abad ke-16. Mount Fortress, begitulah ia dinamai, sejak tahun 1998 telah beralih fungsi menjadi Museu De Macau, museum yang menyimpan sejarah penting Macau. Disana pula lah, terungkap hubungan historikal antara Portugis, Macau dan Aceh. Ya, Aceh kita. Acehnya Indonesia. Pada masa itu, Aceh merupakan tempat persinggahan penting bagi jalur perdagangan dunia, Portugis salah satunya ..

Guia-Fortress-Macau-kwramm

Bangunan bersejarah selanjutnya adalah Chapel of Our Lady Guia ..

Kapel, bukan sembarang kapel. Selain ia ditujukan khusus untuk Bunda Maria, tempat ibadah yang dibangun pada abad ke-17 ini memiliki keistimewaan lain, yaitu Mercusuar Guia, yang berdiri kokoh tepat di sampingnya. Menara suar, yang dibangun pada tahun 1865 tersebut adalah yang tertua di sepanjang garis pantai Cina. Keduanya masih begitu anggun, terpancang di atas bukit setinggi 300 meter, seolah menjaga Macau dari apapun yang mengancamnya. Warna putih kuningnya menegaskan bahwa Chapel of Our Lady Guia pantas ditetapkan menjadi lambang pertahanan dan misionaris di sehampar Bumi Macau ..

Selanjutnya apa lagi ?

Masih banyak ! Namanya juga surga, Macau masih punya banyak sekali hal-hal menarik bagi pecinta sejarah dan pecandu museum seperti saya. Namun, singgah sejenak di Senado Square untuk mencari kudapan pengganjal rasa lapar dan seteguk minuman segar tampak menyenangkan ..

Di Indonesia, Senado Square serupa dengan alun-alun, ruang publik yang menampung keramaian warga dan pendatang. Kawasan seluas 3.700 m2 ini memiliki jalanan dengan pasangan batu berpola gelombang. Ia dilingkupi gedung-gedung berjendela banyak dan berwarna lembut, sebuah air mancur pun menambah kesemarakannya ..

Di dalam keriuhan Senado Square dapat dijumpai deretan penjaja barang dan makanan. Lapak-lapak baju beraneka macam model, bahkan batik-batik Indonesia, terlihat berjejal di lorong-lorongnya. Bagi penggemar kuliner, toko-toko kue pun dapat dengan mudah dijumpai disana. Hanya saja, bagi saya dan para penganut Agama Islam, harus berhati-hati memilih jenis-jenis makanan, karena tidak semua kue lezat tersebut berstatus halal. Namun, rasanya tidak perlu khawatir berlebihan, Macau terkenal dengan toleransi antar umat beragamanya yang kental. Katakan jika kita seorang Muslim, maka mereka akan menunjukkan mana-mana makanan saja yang bisa dimakan. Wah ! πŸ˜‰

Okay, harus kemana lagi sekarang ?

Ah, lihat ! Kuil A-Ma telah terlihat di kejauhan ..

Kuil yang dibangun pada masa Dinasti Ming, yaitu abad ke-15, merupakan yang tertua di daratan Macau. Portugis pun menginjakkan kaki pertama kali di titik ini. Kuil A-Ma dibangun untuk memuja Matsu, Dewa para pelaut dan nelayan. Sebelum memasukinya, seruas jalan berputar dan beberapa undakan terbentang. Saya akan sedikit berjalan dan mendaki anak tangganya ..

Dan, ups, saya terpelanting, tersandung anak tangga pertama. Sial ..

***

Astaga ! Ternyata perjalanan ke Macau itu hanya mimpi ?! Ah .. :(

Padahal masih begitu banyak situs-situs warisan dunia versi UNESCO yang belum saya saksikan. Sebutlah Gereja St. Dominic, Gereja St. Joseph, Moorish Barack dan lain sebagainya. Museum-museum yang dipunyai Macau pun belum tuntas saya kunjungi. Duh ..

Untuk mengkhatamkan kepenasaran saya, semoga November 2014 nanti, Macau Government Tourist Office (MGTO) Perwakilan Indonesia dan Portal VIVA.co.id bisa mengajak saya, Sang History-addict dan Museum-holic ini, plesiran ke Macau. Menikmati kemegahan atmosfer Eropa di tengah Asia, lalu berburu kisah sejarah lewat bangunan-bangunan tua dan koleksi-koleksi museumnya ..

Ya, semoga .. πŸ˜‰

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog contest Why Macau,
yang digelar oleh MGTO Indonesia dan Portal VIVA.co.id
Gambar Gereja St. Paul dan Kapel Guia dipinjam dari Wisata Tiongkok, Tamasya ke Negeri Panda

***

terios12

MGTO lagi

MGTO

Untitled

10 thoughts on “[Macau] Surganya Para History-addict dan Museum-holic ..

  • September 30, 2014 at 16:39
    Permalink

    @ mba febby : Terima kasih doanya, Mbaaa .. πŸ˜‰

    Reply
  • October 3, 2014 at 16:22
    Permalink

    cieee… cieeee… yang ikut lomba
    semoga gak disikut panitia kak :)

    Reply
  • October 3, 2014 at 16:50
    Permalink

    @ yofangga : Huhuhuhu .. Setelah sebelomnya nulis sampe encok kumat dan sia-sia, nulis ini pun sambil rada-rada trauma, Kak .. Tapi biarlah, demi sebuah kesempatan ke Macau gratis, semoga ngga jadi korban penyelenggara lomba abal-abal .. πŸ˜€

    Reply
  • October 6, 2014 at 11:22
    Permalink

    wow…tak disangka, semoga kesampean yak dan beneran jalan-jalan ke Macau nya πŸ˜€

    Reply
  • October 8, 2014 at 13:26
    Permalink

    Semoga mimpi terpelanting di anak tangga pertamanya ga sia-sia yaa Zah, dan November nanti bisa berangat ke Macau. Kali2 aja bisa dadagah2 di udara sama Ari Bazerbis hehehhehhee

    Semoga (lagi), kali ini penyelenggara lomba memegang kewenangan penuh saat milih pemenangnya, ga kalah sama “kekuasaan” kementrian anu lagi #Eh

    Reply
  • October 8, 2014 at 17:00
    Permalink

    @ mba dian : Amieeennn .. Macau salah satu wishlist eike, Mba, ya siapa tau rejeki kesana gratisan .. Ngga dapet iPhone-nya ngga papa deh .. Hahahaha .. πŸ˜‰

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: