[Kuliner Belitung Timur] Mengunyah Sampai Lelah ..

Niat untuk memejamkan mata harus tertunda, karena tubuh saya terguncang-guncang diatas bis yang melaju kencang di jalur tengah Pulau Belitung. Sekian puluh menit sebelumnya, pesawat Boeing 737 – 500 milik Garuda Indonesia, mendaratkan saya dan teman-teman peserta Tour De Belitung Timur 2014, yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, di Bandara HS. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung. Perjalanan dari Tanjung Pandan menuju Renggiang cukup lama, ternyata, sekitar 1 hingga 1,5 jam.Pemandangan sekitar, terlihat seperti film panjang yang ditayangkan oleh kaca bis. Alih-alih kecewa karena tidak bisa tidur, saya justru bersyukur bisa menyaksikan sisi lain Pulau Belitung, selain pantai, laut dan batu-batu besar yang tertancap di atasnya. Kebun, lubang-lubang putih keabu-abuan bekas tambang timah, rumah penduduk yang tersebar jarang-jarang ..

Selamat datang di Kabupaten Belitung Timur !

Batas kabupaten bukan ditandai dengan gerbang megah, seperti yang biasa saya jumpai di Jawa Tengah. Bumi Sejuta Pelangi ini menyambut setiap yang datang dengan, literally, goresan-goresan warna pelangi di tiang listrik dan aksen detail rumah-rumah warganya ..

Desa Bangek, Kecamatan Renggiang adalah persinggahan pertama saya dan rombongan. Sedikit penasaran, akan menjadi pembuka kunjungan kami ke tanah kelahiran Koh Ahok tersebut. Dan ternyata, voilaaa, menu makan siang. Hurray, kebetulan perut saya sudah menuntut diisi .. 😉

IMG_5547_2

Jamuan makan siang digelar di sebuah balai pertemuan. Kami dipersilahkan duduk lesehan, melingkari seluruh sisi ruangan. Tidak lama, piring-piring yang terbuat dari anyaman lidi, dengan sebuah bungkusan daun diatasnya, tersaji di hadapan kami. Makanan apa ini ?

Namanya Nasi Bungkus Daun Simpor .. “, Syarif, guide kami, seperti menjawab pertanyaan saya ..

Daun Simpor, yang nantinya saya ketahui sebagai daun paling khas dan populer di Pulau Belitung, yaitu sebagai pembungkus berbagai macam panganan, saya buka dengan segera. Penahannya bukan menggunakan lidi, seperti di Jawa, namun memakai Purun, bagian dari tanaman liar, menyerupai tali. Di dalamnya terdapat sekepal nasi putih panas, berlauk ayam kampung bumbu ketumbar, ikan kecil digoreng kering dan sayur tumis pucuk iding-iding. Hmm, meski penampakannya sederhana, indera pengecap saya sudah tidak sabar merasainya. Segera saja, saya menyantapnya ..

Ayam kampung dan ikan goreng biasa saya temui di rumah, lain halnya dengan Iding-iding. Ternyata benar, daun berpenampang ramping panjang, berwarna kemerah-merahan itu ditengarai memang hanya ditemukan di Pulau Belitung. Iding-iding tumbuh liar sebagai tumbuhan pendamping pohon besar. Tekstur dan rasanya ringan di mulut, tidak seperti kangkung, bahkan bayam, yang lembut ..

Sayangnya, porsi yang tersaji terlalu banyak, perut saya lebih dulu kenyang, sebelum nasi bungkus tandas .. :(

Lalu, selain Nasi Bungkus Daun Simpor, Kabupaten Belitung Timur punya menu kuliner apa lagi ya ?Wah, ternyata masih banyak lho. Check it out, Guys .. 😉

Berego

Awalnya, saya mengira menu sarapan yang akan kami santap di hari kedua pelaksanaan Tour De Belitung Timur 2014 adalah lontong sayur. Sekilas, penampakannya sungguh mirip lontong, irisan bulat-bulat, hanya saja ada taburan bawang goreng di atasnya. Eh, ternyata bukan ..

IMG_5674_2

Namanya Berego, terbuat dari adonan tepung beras dan tepung sagu yang dikukus lapis per lapis. Untuk penyajiannya, tumpukan lapisan tersebut digulung dan dipotong-potong dengan ukuran kurang lebih 1 cm, kemudian disiram dengan kuah santan. Bagaimana rasanya ? Jangan tanya, enaknya luar biasa. Tekstur Berego yang kenyal, dengan rasa gurih, berpadu sempurna dengan kuah santan berbumbu rempah dan dicampur daging ikan yang dihancurkan. Slurppp ..

Sebenarnya ada topping tambahan yang wajib ditambahkan untuk menambah cita rasa Berego, yaitu sambal merah. Namun, saya memilih untuk tidak menyentuhnya, daripada perut bergejolak. Hahaha ..

Anyway, sepinggan Berego dan suasana pagi di Manggar adalah salah satu pengalaman baik yang pernah saya rasakan. Alhamdulillah ..

Gangan Ikan

Gangan atau sering disebut juga sebagai Sup Kuning, merupakan makanan yang begitu lekat dengan penduduk Pulau Belitung. Bahan utamanya adalah ikan, meski menurut Syarif ada juga varian yang lain, yaitu Gangan Darat, yang menggunakan daging rusa ..

IMG_5756_2

Sebelum dipersilahkan menyantapnya, saya dan peserta Tour De Belitung Timur 2014 ditunjukkan cara memasak Gangan Ikan tersebut, di salah satu pendopo Pantai Punai, yang terletak di Kecamatan Simpang Pesak. Melihatnya, saya berkesimpulan bahwa Gangan Ikan adalah masakan super sehat, karena tidak melewati metode tumis atau goreng sama sekali. Bagus untuk diet, Gaes ! 😉

Ikan yang digunakan biasanya yang memiliki tekstur daging liat, seperti Ketarap atau Kakap. Sementara bumbu-bumbunya terdiri dari kunyit, lengkuas, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, garam dan gula pasir. Semuanya dihaluskan sampai lembut. Selanjutnya, tinggal cemplung-cemplung saja ke dalam air mendidih, bumbu halus dan potongan ikan ..

Finishing-nya, irisan nanas muda ditambahkan ke dalam Sup Kuning yang hampir matang. Inilah bahan rahasia yang membuat Gangan Ikan terasa segar, dalam balutan kesan pedas berempah. Nyam nyam ..

Mie Belitung Kelapa Kampit

Alih-alih merasakan Mie Belitung Atep di Tanjung Pandan, yang terkenal itu, saya dan seluruh peserta Tour De Belitung Timur 2014 malah melipir ke Kecamatan Kelapa Kampit dan jajan Mie Belitung disana. Meski belum terlalu dikenal dan hanya menempati sebuah kedai di pinggiran pasar, Mie Belitung Kelapa Kampit dapat diadu kenikmatannya ..

IMG_5940_2

Seperti apa sih, penampakan Mie Belitung Kelapa Kampit itu ?

This is it, sepiring mie berpenampang kecil, disiram kuah kental dan dilengkapi beraneka macam topping nan menggoda. Sebutlah tauge, irisan tahu dan kentang, pangsit goreng, beberapa keping emping, udang dan taburan bawang goreng ..

*rehat sebentar, Pembaca, elap air liur sebentar, huhuhu ..*

Rasanya ? Duh, enak sekaliii ..

Kuahnya gurih, dengan sedikit kesan manis. Mie-nya pun tidak terlalu lembek, sehingga terasa kenyal saat dikunyah. Pelengkapnya, meski banyak jenisnya, tidak terasa berlebihan, semua tepat berpadu di mulut. Huhuhu, saya mau lagiii ..

Jajak

IMG_5817_2

Jajak, begitulah awak Belitung menyebut panganan-panganan kecil, yang didominasi dengan kue-kue manis, meski sesekali saya jumpai ketan panggang atau singkong goreng. Mengudapnya, akan lebih lengkap dengan segelas kopi panas atau teh tarik hangat ..

page2_2

Di sela-sela waktu makan besar, ada saja jajak yang disajikan kepada kami, para peserta Tour De Belitung Timur 2014. Rasanya Pemerintah Kabupaten Belitung Timur tidak membiarkan mulut kami menganggur. Kami seperti dihukum untuk terus-terusan mengunyah, sampai lelah dan kekenyangan parah. Hahaha ..

***

Bicara mengenai kuliner di Belitung Timur, tidak dapat lepas dari kebiasaan Makan Bedulang yang masih begitu dipertahankan oleh masyarakat lokal. Saya mengenalnya saat malam pertama tiba disana, tepatnya di Gedung Serba Guna Laskar Pelangi, yang terletak persis di sebelah Replika SD Muhammadiyah, Gantung ..

page1_2

Bedulang memiliki makna filosofi berbagi, diwujudkan dalam satu set menu yang disajikan di atas nampan. Set menu tersebut diperuntukkan bagi 4 orang, yang nantinya akan mengambil posisi duduk melingkar. Mulanya, nampan ditutup dengan Tudung Lambak, yang hanya akan dibuka oleh Si Empunya Hajat. Sebelum dipersilahkan, tamu tidak diperkenankan memakannya ..

Masakan yang biasanya disajikan di dalam tudung adalah nasi putih, Burung Punai *kalau di Jawa, semacam Burung Gereja, posturnya mungil, dagingnya keras*, Umbut *bonggol pohon kelapa, yang disisir tipis-tipis* dimasak pedas, Sate atau Otak-otak Ikan, Kare Telur Puyuh dan Gangan Ikan. Namun menu tersebut tidak mutlak, bisa saja diganti dengan jenis yang lain ..

Di sisi tudung, tersaji juga dessert-nya, yaitu Kue Bingka, Kremes, serta teh atau kopi panas. Kenyang !

IMG_5914_2

***

Jadi, kesimpulannya apa ? Tidak ada makanan yang tidak enak di Belitung Timur. Begitulah joke yang beredar diantara saya dan para peserta Tour De Belitung Timur 2014. Buktikan sendiri ya, Gaes, ketika berkunjung ke Bumi Sejuta Pelangi, suatu saat nanti .. 😉

***

18 thoughts on “[Kuliner Belitung Timur] Mengunyah Sampai Lelah ..

  • October 12, 2014 at 15:32
    Permalink

    Wah enak kayaknya 😀 tapi saya ga suka dengan makanan yang berbau amis 😀 hihih

    Reply
  • October 12, 2014 at 20:58
    Permalink

    @ bahrul : Dari semua makanan yang saya coba itu, ngga ada yang amis kok, Kak .. 😉

    Reply
  • October 13, 2014 at 13:15
    Permalink

    @ mba dian : Segera ke Belitung, Mba, biar kepenasaranmu terobati .. 😉

    Reply
  • October 17, 2014 at 10:25
    Permalink

    Ampunnnn… kuliner tradisional nya khas semua… Argg pingin cepet-cepet ke Belitung *tadah iler*

    Reply
  • October 17, 2014 at 15:08
    Permalink

    @ halim : Yang paling juara Berego, Lim. Kebayang-bayangnya sampe sekarang .. :(

    Reply
  • January 19, 2015 at 12:30
    Permalink

    nemu blog si embak dimari..hehehe, itu kalo di palembang atau jambi namanya burgo mbak…pernah nyoba bikin,hehehe

    Reply
  • January 19, 2015 at 16:27
    Permalink

    @ corry : Hai, selamat datang, Corry, semoga betah. Iya, pernah dikasih tau temen, di Palembang ada makanan serupa .. 😉

    Reply
  • December 22, 2015 at 19:11
    Permalink

    wuaahhhh pas ke belitung kemarin aku ga nyicipin Berego… dr reviewmu enak bgt kyknya mbaa… aku suka yg gurih2 gitu…. Mie kampitnya manis juga ya kyk atep? berarti kurang cocok ama lidahku kalo manis 😀

    Reply
    • December 23, 2015 at 15:34
      Permalink

      Beregonya enak banget, Faaannn .. *slurp*
      Iya sih, kalo dibanding mie Kelapa Kampit, aku juga lebih suka Berego .. 😀

      Reply
    • December 29, 2016 at 08:30
      Permalink

      Iya, yang paling menggoda memang berego, Kak .. Sayangnya menu itu beneran cuma bisa dijumpai di daerah Sumatera, susah banget nyari di Jawa .. :(

      Reply
  • December 27, 2016 at 20:35
    Permalink

    kuliner nya bikin ngiler apalagi beregonya enak banget pasti ketagihan pengen nambah

    Reply
  • December 28, 2016 at 21:33
    Permalink

    mkanan nya bikin ngiler semua belum pernah ngerasain soalnya di kampung ku ga ada

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: