The Power of Wader : Dari Cengklik Hingga Trowulan ..

Wait, ada yang ngga ngerti apa itu Wader ?

Let me describe it ..

Cengklik 2_2

Wader adalah fauna surga yang dititipkan Tuhan untuk hidup dan berkembang biak di bumi. Halah.ย Bukan, bukan, Wader adalah ikan air tawar, berukuran kecil dan memiliki rasa gurih yang menggoda. Cara penyajiannya pun sederhana, bahkan manusia dengan kemampuan memasak separah saya bisa membuatnya. Digoreng garing, kemudian dicocol sambel. Voilaaa, menu ala firdausi pun siap disantap.ย Slurpppย .. ๐Ÿ˜‰

Ngomong-ngomong tentang Wader, ada 2 tempat yang pernah memanjakan indera pengecap saya dengan menu olahan ikan-ikan mungil tersebut ..

Waduk Cengklik adalah yang pertama ..

Kolam tampungan air buatan berukuran raksasa ini berada tak jauh dari keramaian Kota Solo, namun sebenarnya merupakan bagian dari Kabupaten Boyolali. Hampir di setiap sore hari, waduk ini ramai dikunjungi warga sekitar untuk berkegiatan air, seperti berperahu dan memancing; atau sekedar duduk-duduk di tepiannya, menunggu matahari bersua cakrawala. Demikian pula saat Sabtu dan Minggu pagi, suasana di sekitar waduk semakin riuh. Beraneka jajanan digelar, rangkaian odong-odong warna-warni dan bermusik gaduh siap merayu anak-anak untuk menumpanginya ..

Disanalah saya, saat itu ..

Bukan, bukan hendak melihat permukaan waduk yang tenang, apalagi bersikeras ingin ikut naik odong-odong, namun untuk mencicipi kulinari khasnya, yaitu Pecel Wader ..

Cengklik 6_2

Inilah sisi lain Waduk Cengklik, beberapa warung sederhana terlihat berjejer di pinggiran jalan dan menawarkan menu utama Pecel Wader. Setelah memilih salah satu lapak, saya segera memesan seporsi nasi hangat, tumpukan sayuran rebus disiram sambal kacang encer dan segenggam ikan-ikan kecil yang digoreng garing. Slurppp, air liur pun menitik ..

Cengklik 3_2

Menu tersebut memang sederhana, namun citarasanya, serius deh, nikmat tiada tara. Sambel kacang yang cenderung manis, dipadu dengan wader goreng yang gurih. Sempurna! Sepiring Pecel Wader saya ganyang hingga tandas dalam waktu yang tidak terlalu lama *bahkan ingin nambah, sebenarnya* .. ๐Ÿ˜‰

Kemudian, Trowulan adalah yang kedua ..

page1_2

Tepatnya di pinggiran Kolam Segaran, tidak jauh dari ruas Jalan Raya Jombang – Mojokerto, warung-warung yang menjajakan menu Sambel Wader ada disana ..

IMG_5980_2

Seperti halnya Waduk Cengklik, Trowulan sama-sama berada di dekat destinasi wisata air dan mengandalkan Wader yang digoreng kering sebagai menu andalan. Bedanya, Wader di Trowulan disajikan bersama secobek sambal terasi dengan tingkat kepedasan yang dapat disesuaikan dengan selera. Saat itu, entah karena lapar, doyan atau memang rakus, saya menghabiskan sepiring nasi panas dan Sambel Wader tanpa memedulikan teman seperjalanan. Hahaha .. ๐Ÿ˜‰

IMG_5979_2

Hmm, Wader memang ngga ada matinya. Lauk ala kadarnya, harganya pun tidak mahal, namun selalu bisa mengundang selera makan yang luar biasa. Di Cengklik, Wader didampingi sambal kacang; sementara di Trowulan, Wader ditemani sambal terasi. Dua-duanya sukses menggoda iman, mengacaukan pola diet dan membuat lupa kegalauan gara-gara berat badan. The power ofย Wader ..

Berniat mencoba?

Silahkan, namun jangan salahkan saya jika Anda kemudian ingin menambah porsi makan menjadi dua, bahkan tiga .. ๐Ÿ˜‰

***

18 thoughts on “The Power of Wader : Dari Cengklik Hingga Trowulan ..

  • November 17, 2014 at 18:44
    Permalink

    Wader memang maknyus tenan, sumpah mbak! Pertama kali saya makan wader itu ya di Trowulan di pinggir-pinggir kolam Segaran. Itu makanan terenak dan termurah yang menyelamatkan hidup saya pas backpackingan ke Trowulan tahun 2009 silam, hahaha. Tapi memang digorengnya harus pas, biar jadinya crispy, nggak lembek. Nyam!

    Kalau di waduk Mulur Sukoharjo dirimu pernah tau ada warung wader juga nggak mbak? Nuwun.

    Reply
  • November 17, 2014 at 18:53
    Permalink

    @ alid : Lebih bikin ngiler ini ya, dibanding sama nasi kikil kemaren ? ๐Ÿ˜€

    @ mawi wijna : Tuh kan. Tuh kan. Wader itu memang ikan paling enak di seluruh semesta. Hahaha, lebay. Iya, harus crispy, biar kriuk pas dikunyah. Cleguuukkksss ..

    Duh, aku belom pernah ke Mulur, Mas. Maybe next time. Soon .. ๐Ÿ˜‰

    Reply
  • November 17, 2014 at 19:59
    Permalink

    aduh…kemecer, lap iler dulu ah.zizah marai pengen :)

    Reply
  • November 18, 2014 at 05:15
    Permalink

    daku suka wader, nikmat yang tak terdustakan ๐Ÿ˜€
    Jadi ngiler nih pagi-pagi :)

    Reply
  • November 18, 2014 at 08:17
    Permalink

    @ dorris : Hahahaha, maafkan saya, Kakak .. ๐Ÿ˜€

    @ mba indah juli : Tosss dulu ah, sesama pecinta wader. Sayangnya disini belum nemu penjual menu wader yang super enak. Jangan suruh masak sendiri ya, ngerebus air aja saya gosong .. ๐Ÿ˜€

    Reply
  • November 18, 2014 at 08:39
    Permalink

    Ya Allah pagi2 baca tulisan ini, salah bangettt
    Di Jakarta ga ada pula yang jualan T_T

    Reply
  • November 18, 2014 at 11:27
    Permalink

    @ dita : Di Semarang juga belom nemu yang jualaaannn .. T_T

    Reply
  • November 29, 2014 at 20:17
    Permalink

    hahaha.. judulnya berima dan menggelitik kaya lagunya celine dion. ^.^
    salam kenal mbak azizah. januari kemarin sempet mborong wader di cengklik. akses jalannya semoga dah alus sekarang.

    Reply
  • November 30, 2014 at 20:43
    Permalink

    @ dee nicole : Hahaha, semacam The Power of Love yaaa ..

    Salam kenal juga, Mas Dee. Eh, bener ngga manggilnya nih? Hehehe .. Btw, Mas Dee tinggal di Turki/Yunani? Saya baca sekilas postingan terbaru di lalatdunia, kok tersiratnya seperti itu. Beruntung sekali, Kakak .. ๐Ÿ˜‰

    Reply
  • January 25, 2015 at 12:29
    Permalink

    ,, itu fotonya jangan terlalu jelas deh!!! *glek* bikin mupeng,, apalagi liat sambelnya,,, aaaah *usep iler*

    Reply
  • January 26, 2015 at 16:54
    Permalink

    @ iilajah : Hahaha, maaf, Kak .. *pasang tampang polos* ๐Ÿ˜‰

    Reply
  • February 18, 2015 at 09:32
    Permalink

    Wader ini mirip ikan bilis kah?. Aku..aku..aku gak tahan liatnya :(

    Reply
  • February 18, 2015 at 16:34
    Permalink

    @ kokoh : Kayanya iya deh, mirip-mirip sama Ikan Bilis. Enak, Koh, enaaakkk .. ๐Ÿ˜€

    Reply
  • March 8, 2015 at 22:41
    Permalink

    yg cengklik di solo ya mbaa…. Aghhhhhh itu kampung halaman, tp kok ya ga prnh makan di sana… Kalo ke solo aku mw cari deh..

    Ikan wader aku cicipin pertamakali di Malang.. enaaakkk ^o^ dan sambelnya lumayan pedes… makanan sederhana seperti itu kdg bisa menghasilkan rasa luar biasa enak ya mba ๐Ÿ˜‰

    Reply
  • March 10, 2015 at 20:45
    Permalink

    @ fanny fristhika : Masuk Boyolali sih, Mba, arah ke bandara, tapi ntar ada belokan ke kiri gitu deh sebelum masuk ke kompleks bandaranya. Ngga jauh kok tapi. Ayo dicoba, itu beneran enaknya keterlaluan. Aaakkk .. :(

    Reply
  • October 27, 2016 at 21:17
    Permalink

    terimakasih gan tentang infonya dan semoga bermanfaat

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: