Secangkir Kopi Bening di Puncak Toraja ..

Saya ini seorang pecinta kopi abal-abal; suka minum kopi, namun bukan yang murni. Alih-alih hobi menyeruput kopi hitam, saya lebih memilih mencampurnya dengan susu, creamer atau bahan lain, yang menyamarkan citarasa asli kopi itu sendiri. Apalagi perut seringkali meronta saat saya nekat minum seteguk dua teguk kopi hitam. Melilit dan sedikit pedih. Rasanya persis seperti saat menerima undangan nikah dari mantan. Ups, malah curcolSkip !

IMG_2440_2

Sebagai seorang pehobi jalan, seringkali destinasi yang saya datangi merupakan kantong-kantong komoditi kopi. Toraja adalah salah satunya ..

Saat mengunjunginya akhir tahun lalu, saya berkesempatan (nekat) mencicipi secangkir kopi khas Bumi Lakipadada tersebut. Istimewanya pula, saya menikmatinya di suatu tempat dimana biji-biji kopi itu tumbuh dan besar. Batutumonga. Ya, Pak Yuspan, guide saya, mengajak saya kesana, titik tertinggi Negeri Seribu Makam, yang sekaligus merupakan kampung halaman Kopi Toraja ..

IMG_2438_2

Sembari merasakan semilir angin di tempat berketinggian 1300-an MDPL, serta menghirup aroma kafein yang pekat, Pak Yuspan sekilas mendongengi saya tentang Kopi Toraja. Kopi yang berjenis arabika tersebut hidup dengan baik di Batutumonga, di punggungan Gunung Sesean ..

Coba dirasain, Mba, Kopi Toraja ini punya rasa pahit dan asam yang khas .. “, kata lelaki setengah baya itu. Tangannya terulur pada cangkir beling, yang ada di hadapannya ..

Saya masih ragu-ragu. Perjalanan di Provinsi Sulawesi Selatan, saat itu, masih akan berlangsung beberapa waktu. Jika saya nekat minum kopi pekat dan maag kumat, bisa sengsara jadinya ..

Penampakannya pun beda kan, Mba, lebih bening .. “, lanjut Pak Yuspan bersemangat. Sekali lagi, ia meneguk cangkirnya hingga setengah kosong ..

Duh, lama-lama saya tergoda juga ..

Saya angkat cangkir beling berisi kopi bening yang masih mengepul asapnya. Kopi Toraja begitu mengundang untuk disesap.Berbekal gumaman ‘Bismillah ..’ dan harapan supaya perut tidak berontak, saya nikmati teguk demi teguk kopi tersebut. Benar kata Pak Yuspan, sensasi kafein terasa sangat kuat, rasa pahitnya menguar di sekujur lidah, diselingi kesan asam yang juga pekat. Separuh cairan hitam itu berhasil saya habiskan. Hmm ..

Rasanya, lengkap lah sudah kunjungan saya ke Toraja, setelah menyesap kopinya. Alhamdulillah ..

Lalu, apakah perut saya baik-baik saja sesudahnya ?

Tentu tidak. Hahahaha .. 😉

***

10325509_993197930695996_3779332225412516354_n

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Tulisan Pendek, dengan tema Cerita #DiBalikSecangkirKopi yang diadakan oleh NESCAFE Indonesia

Twitter : @noerazhka
Facebook : Nur Azizah Eka Wardhani

13 thoughts on “Secangkir Kopi Bening di Puncak Toraja ..

  • November 28, 2014 at 09:03
    Permalink

    Nyobain kopi khas suatu daerah selalu menyenangkan pastinya mbak walau harus ditukar dengan perut yang melilit 😀

    Reply
  • November 28, 2014 at 16:31
    Permalink

    @ ari : Uhm, agak menderita sih, Bee, mana malemnya masih harus ngebis balik ke Makassar. Duh, Gusti. Hahahaha .. Tapi tetep menyenangkan sih .. 😀

    Reply
  • November 28, 2014 at 22:08
    Permalink

    Perut melilit dikit gak papa, daripada nyesel gara2 gak nyobain kopinya 😀

    Reply
  • November 30, 2014 at 20:36
    Permalink

    @ mba yusmei : Aku berguru padamu owk, Mba, tentang hal ini .. 😉

    Reply
  • December 3, 2014 at 14:10
    Permalink

    Wah… beruntungnya bisa ngerasain kopi toraja langsung, arabica lagi. Jarang banget lo mbak di Solo. Ada paling juga campuran atau yang robusta.

    Reply
  • December 8, 2014 at 17:41
    Permalink

    @ dee nicole : Alhamdulillah, jadi sakit maag kambuh itu sepadan lah ya untuk kesempatan langka itu, Kak .. 😉

    @ mas danan : Ganti, Mas .. 😀

    Reply
  • January 5, 2015 at 13:27
    Permalink

    Pas makan di rantepao, tiba2 seorang pemilik warung bilang “mau air kotor?”, saya kaget. Ternyata dia buru2 bilang klo air kotor itu kopi toraja hehehe 😀

    Reply
  • January 11, 2015 at 13:08
    Permalink

    @ rifqy : Hahahaha, iya iya betul itu, air kotor .. 😀

    Reply
  • January 12, 2015 at 23:20
    Permalink

    ahaaa kelewat nih kisah
    kamu kudu nyobain kopi buatanku Zou, dijamin nagih 😉

    btw tiap mudik aku minum kotor tapi begitu balik Jkt nggak ada sedikit pun rasa pengen ngopi

    Reply
  • January 14, 2015 at 15:43
    Permalink

    @ mba olive : Aaakkk, belom pernah minum air kotor bikinan Mba Olive. Mau dong, mauuu ! 😉

    Reply
  • March 8, 2015 at 22:49
    Permalink

    aku ga suka kopi bukan krn pahitnya…tp aftertaste asam yg terasa itu… Mulut jd ga enak -__-… bawaan pgn gosok gigi plus kumur2 jadinya….

    Reply
  • March 10, 2015 at 20:40
    Permalink

    @ fanny fristhika : Kalo gitu, tiap mo minum kopi, bawa bekal dental kit komplit, Mba. Hihihihi .. 😉

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: