Postcard From Tondano : Langit Memerah Saga ..

Saya sudah menekuk wajah, saat mobil sewaan kami melintasi Kota Tomohon. Kesorean. Alhasil, gagal impian saya untuk bisa mengunjungi Pasar Tomohon yang tersohor. Mengabaikan kegalauan saya, perjalanan berlanjut semakin ke Selatan. Tujuan kami adalah Danau Tondano, yang terletak di Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa. Saya nir-data mengenai destinasi yang satu itu, sama sekali tidak ada ekspektasi apapun ..

Dan, lihatlah apa yang berhasil saya tangkap disana ..

IMG_6384_2

Langit sedang memerah saga. Birunya sempurna, namun semburat-semburat awan masih meningkahinya, sementara matahari hanya tinggal menyisakan cahayanya. Muka danau yang terletak di ketinggian 700-an MDPL tersebut pun tampak tenang, sambil sesekali riak-riak lembut pecah, digodai gerak ikan-ikan ..

IMG_6386_2

Danau Tondano dipagari oleh beberapa jajaran gunung, yaitu Lembena, Kaweng, Tampusu dan Masarang. Lekuk-lekuknya berwarna abu gelap, terlihat harmonis dengan bambu-bambu keramba yang terpancang di dasar perairan dan hamparan enceng gondok yang terserak di permukaannya ..

IMG_6403_2

Lalu, tibalah saatnya hari benar-benar menggelap. Sang Surya kehilangan daya, redup itu perlahan benar-benar menjadi hitam. Danau Tondano semakin tenang dalam pelukan malam. Orang-orang bergegas menyimpan kamera dan lensanya, lampu-lampu berpendar kuning pun gegap dinyalakan. Makan malam telah disiapkan ..

IMG_6394_2

Sementara saya masih termangu di salah satu sudut gazebo, melepas kepulangan warna saga di langit atas Danau Tondano ..

***

11 thoughts on “Postcard From Tondano : Langit Memerah Saga ..

  • January 11, 2015 at 14:25
    Permalink

    Aduhai, senjanya… Yang saya pikirkan justru bisakah kita naik ke gunung-gunung yang mengelilingi Danau Tondano itu? Pasti rasanya lebih menantang dan menakjubkan :)

    Reply
  • January 11, 2015 at 18:09
    Permalink

    Tjantiknya!..
    Pasar Tomohon setahuku yang jualan segala macam hewan buat dimakan itu ya Zou?
    Penasaran aku..

    Reply
  • January 11, 2015 at 19:17
    Permalink

    @ rifqy : Cantik ya, Kak ?! Hiburan banget buat saya yang udah sebel, kesorean sampe Tomohon, ngga bisa eksplor pasarnya. Ihiks. Eh, ternyata dapet view Tondano yang secantik ini .. 😉

    @ mba nisa : Iya, Mba, Pasar Tomohon jual tikus hutan & kelelawar, tapi ya itu, aku ngga sempet mampir .. :(

    Reply
  • January 17, 2015 at 00:30
    Permalink

    aaahh.. bahasamu kak, mendayu sekali
    jadi berasa gak ada apa-apanya, seperti serbuk jas jus yang ilang kena angin 😀

    Reply
  • January 17, 2015 at 01:56
    Permalink

    aku malah nggak sempat ‘galau’ di sini karena satu dan lain hal
    eeaa terjebak nostalgia deh jadinya

    Reply
  • January 18, 2015 at 09:23
    Permalink

    @ yofangga : Bentar, bentar, bagian mana yang mendayu, Yof ? Lha wong ini gara-gara kehabisan kata-kata, ngga banyak cerita yang saya dapat selama disana, makanya dibanyakin fotonya aja. Wakakakaka .. 😉

    @ sapar : Hwahahahaha .. Macak Raissa tenan iki, Par ! Pukpuk, sesungguhnya move on itu memang hanya mitos, ngga mungkin kejadian .. *dikeplak*

    Reply
  • January 18, 2015 at 22:02
    Permalink

    @ winny : Hai, Winny, salam kenal juga. Hayuk kapan-kapan kirim-kiriman kartu pos .. 😉

    Reply
  • January 22, 2015 at 13:59
    Permalink

    @ ainun : Iyaaa, senja di Tondanonya memang cantik. Hihihi .. Btw, apa kabar, Ainun ? 😉

    @ rifqy : Betul, fotogenic, karena aslinya ngga seberapa oke, mungkin karena saya datengnya kesorean, udah ngga bisa beraktifitas apa-apa .. 😉

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: