Senja di Rumah Manjusri ..

IMG_3570

Ada yang masih ingat Legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso ? 😉

Salah satu cerita rakyat populer, yang mengisahkan perjuangan Bandung Bondowoso, pangeran dari Pengging, untuk mendapatkan cinta Roro Jonggrang, putri dari Keraton Boko. Syarat yang diajukan Sang Putri sungguh tidak mudah : membangun 1000 candi dalam waktu 1 malam. Namun, siapa sangka Bandung Bondowoso bukan manusia sembarangan, dia pangeran dengan kesaktian luar biasa. Seribu candi dalam 1 malam, bukan hal mustahil baginya. Roro Jonggrang cemas, ia sangka penerus tahta kerajaan tetangga itu tidak sanggup memenuhi permintaannya. Berlaku lah curang, ia. Hari masih jauh dari pagi, tapi Sang Putri memukul-mukul lesung, agar ayam-ayam jantan mengira matahari sudah datang. Saat itu, Bandung Bondowoso telah menyelesaikan 999 candi, kurang 1 saja. Mengetahui kecurangan Roro Jonggrang, ia pun murka. Sang Pangeran Pengging mengutuk Sang Putri Boko menjadi batu, lalu lengkaplah jumlah 1000 candi yang disyaratkan ..

IMG_3559_2

Nah, kisah tersebut melekat erat pada Candi Sewu ..

Candi yang saya kunjungi lepas mengagumi keelokan Plaosan ..

Candi yang terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten ..

Candi yang merupakan monumen batu dari masa lalu milik umat Budha terbesar kedua di Indonesia, sekaligus bersisian dengan Prambanan, candi Hindu terbesar di Indonesia ..

Candi yang ternyata memiliki cerita lain mengenai keagungan sejarah abad ke-8 ..

IMG_3566_2

Candi Sewu, disebut dalam Prasasti Kelurak dan Prasasti Manjusrighra sebagai Rumah Manjusri, yakni unsur Bodhisattva yang paling utama, yaitu kebijaksanaan mendalam dan ilmu pengetahuan tak terbatas. Candi ini terdiri dari 249 gugusan candi, bukan seribu, dan membentuk konstelasi Mandala Wajradhatu ..

Sebuah candi induk terletak di pelataran utama, disanalah pernah terdapat arca Budha Bodhisattva Manjusri setinggi 4 meter, that’s why Candi Sewu juga dijuluki sebagai Rumah Manjusri. Sayang, saat ini hanya batu ukiran teratai yang tertinggal disana. Lalu, candi induk dikelilingi oleh 8 candi pengapit, yang berdiri sepasang di masing-masing arah mata angin, di batas pelataran utama dan kedua. Sementara, 240 candi perwara terserak dengan formasi khas di pelataran kedua ..

IMG_3568_2

Seperti halnya Plaosan, Candi Sewu juga merupakan salah satu bukti akulturasi kuat antara Hindu dan Budha. Candi Sewu dibangun pada masa kepemimpinan Rakai Penangkaran, dari Wangsa Sanjaya, pada abad ke-8. Lalu, Rumah Manjusri ini ditengarai diperluas pada masa kepemimpinan Rakai Pikatan, yang memperkuat ikatan Hindu dengan Budha lewat perkawinannya dengan Pramudyawardhani, dari Wangsa Syailendra ..

IMG_3576_2

Ah, berada di tengah batu-batuan peninggalan peradaban masa lampau, selalu berhasil membuat saya menerawang tentang kemahsyuran yang pernah terjadi disana. Saya tidak bisa berhenti membidikkan lensa kamera, kompleks Candi Sewu terlalu menarik untuk diabaikan. Detail candi induk saja tidak selesai-selesai saya kagumi, apalagi candi pengapit dan candi perwaranya. Sepertinya butuh lebih dari 1 hari untuk benar-benar khatam mengelilingi Candi Sewu ini ..

Tak terasa, hari semakin tua. Langit tidak lagi hanya berwarna biru, jingga-jingga sudah mulai menyemburat halus disana. Sebelum gelap, saya harus segera pulang, meninggalkan Rumah Manjusri dalam pelukan senja. Sedikit harapan sempat saya langitkan, semoganilai kebijaksanaan dan penguasaan ilmu pengetahuan ala Manjusri dapat saya amalkan, meski sedikit saja .. 😉

***

11 thoughts on “Senja di Rumah Manjusri ..

  • February 14, 2015 at 16:26
    Permalink

    @ alid : Bulan ini kan kamu mo ke Yogya, mampir-mampir lah ke candi-candi di sekitar sana. Ahak ! 😉

    Reply
  • February 15, 2015 at 06:53
    Permalink

    Keren Mba. Fotonya ciamik. History nya menawan hati untuk dibaca. Jadi makin ‘ngeh’ soal peninggalan Indonesia.

    Reply
  • February 15, 2015 at 13:10
    Permalink

    Eh, aku pernah ke sini ga ya?
    *malah nanya ke Zizah*

    Kalau ke Prambanan, pernah.
    Tapi kalau ke Candi Sewu ……………… *mikir*

    Klo ngluyur ke Yogya, ke sini ah 😀

    Reply
  • February 15, 2015 at 13:24
    Permalink

    Kayaknya barusan saya ada lihat Prasasti Kelurak dan Prasasti Manjusrigrha (kalau namanya Rumah Manjusri berarti semestinya Manjusrigrha) deh di Museum Nasional. Di candi itu prasasti terkait masih ada nggak, Mbak?

    Btw, salam kenal! 😀

    Reply
  • February 15, 2015 at 18:07
    Permalink

    @ ryan : Terima kasih kunjungan & pujiannya, Ryan. Hehehe. Kebetulan cuaca waktu itu lagi bersahabat banget, jadi fotonya bisa lumayan. Nah, sejarah memang nyenengin kan kalo diketahui dengan cara seperti ini ? 😉

    @ mba dian : Emangnya kapan mau ke Yogyanya, Mba Dian ? *nyemil remah-remah harapan kosong* 😉

    @ gara : Nah, dari beberapa referensi yang saya baca, kedua prasasti itu memang tersimpan di Museum Nasional, Kak. Di Candi Sewunya sendiri ngga ada keterangan apapun, petugas pun ngga tau apa-apa. Huvt ! Salam kenal jugaaa .. Terima kasih sudah berkunjung .. 😉

    Reply
  • February 18, 2015 at 09:42
    Permalink

    Aku ya durung tau mrene. Ke Yogya dan sekitarnya seringnya ke rumah mantan aja.. *ehh*

    Dan tempatnya sepi…aku suka. Kalau dari jalan raya Yogya-Solo jauhkah?

    Reply
  • February 18, 2015 at 16:40
    Permalink

    @ kokoh : Whooaa .. Rumah mantan di Yogya ternyata ! Noted ! Hahahaha .. Ngga jauh, Koh, kurang lebih 1 – 2 km aja, ngesot sambil bayangin masa-masa pedih ditinggalin mantan gitu, sepuluh menit sampe lah .. 😀

    Reply
  • February 22, 2015 at 11:10
    Permalink

    Cerita Roro Jonggrang tak akan lekang dimakan zaman, dan selalu menarik mengenang kebesaran Sanjaya dan Syailendra pada masa lampau,:)

    Reply
  • February 22, 2015 at 19:24
    Permalink

    Gak kalah indah dengan Prambanan, mungkin malah lebih indah.
    *Trus jadi ingat Tur de temple-nya belum kelar*

    Reply
  • February 22, 2015 at 20:50
    Permalink

    @ rifqy : Sepakat, Qy ! Cerita Roro Jonggrang & Bandung Bondowoso itu nempel banget deh di kepala. Dulu sampe penasaran, kaya apa seribu candi yang dibikin itu. Hehehehe .. 😉

    @ mba yusmei : Prambanan penuh sih, Mba, sebenernya ya ngga kalah anggun ya .. 😀

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: