Menilik Sastra di Museum Kata ..

museum_kata_belitong_3

Jelang tengah hari, ketika bis kami berjalan melambat di tepi jalan beraspal kasar yang tidak terlalu lebar. Kami telah sampai di Museum Kata, rupanya. Berlokasi di Jalan Laskar Pelangi No. 7, Gantong, Belitung Timur, museum ini ada di kampung halaman pendirinya, Andrea Hirata, penulis novel fenomenal “Laskar Pelangi”. Semua mengenalnya, bukan? 😉

Saya bergegas melangkahkan kaki menuju museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia ini. Tidak ada se-Rupiah pun yang harus dibayar pengunjung untuk memasukinya. Bangunan Museum Kata biasa saja, hanya sepetak rumah limas, yang ditandai dengan gapura batu bata dan hamparan bunga ilalang di sekelilingnya. Beberapa typography terlihat menyemarakkan kesederhanaan tersebut. Ah, semangat Andrea sungguh terasa di sana, ditambah serbuk-serbuk kenangan perihal masa kecilnya. Perfect idea ..

museum_kata_belitong_6

Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu ..

Mimpi-mimpi Andrea, yang telah mewujud menjadi nyata, diabadikan di seluruh bagian Museum Kata. Di ruang depan, saya disambut berbagai rangkai kata, tak hanya yang mendayu-dayu, namun juga yang tak henti memotivasi. Selanjutnya, hawa Laskar Pelangi menyeruak. Ruang tengah Museum Kata bercerita tentang perjalanan novel persahabatan Ikal dan rekan-rekan di Gantong, Belitung Timur. Beberapa cuplikan adegan, bermacam penghargaan, deretan terjemahan dalam 20-an bahasa dan lain sebagainya ..

museum_kata_belitong_5

Sementara di ruang-ruang selanjutnya, Andrea meletakkan kesan Ikal, Lintang dan Mahar. Ikal, digambarkan begitu kehilangan Lintang, sahabat jeniusnya, yang memutuskan untuk berhenti sekolah demi mencari nafkah. Lintang sendiri merupakan potret anak-anak yang terpaksa memupus mimpi sebab kondisi. Kemudian Mahar adalah bocah berintuisi seni tinggi, dengan sedikit kesan mistis, meski sangat dinamis. Semua tergambar begitu apik dan rapi, saya seperti bernostalgia membaca kembali lembaran-lembaran “Laskar Pelangi” ..

museum_kata_belitong_4

Melangkah ke belakang, beberapa sahabat saya sudah duduk manis di sana. Usut punya usut, Museum Kata menyulap bagian dapurnya menjadi sebuah warung kopi bertajuk Kupi Kuli. Bukan rahasia lagi, masyarakat Belitung Timur memang begitu akrab dengan air hitam tersebut, termasuk Andrea. Katanya,

Semakin dalam berkubang di dalam warung kopi, semakin ajaib teman-temanku ..”

Di warkop Kupi Kuli, pengunjung museum dapat mencicip kopi khas Belitung, yang bagi sebagian besar Orang Melayu seteguknya dianggap sepadan dengan sebuah kisah hidup. Tsahhh ..

museum_kata_belitong_2

Museum Kata belum selesai sampai di sana. Halaman belakangnya menyimpan sebuah replika SD Muhammadiyah Gantong, yang menjadi tempat bersejarah bagi Ikal dan para Laskar Pelangi. Panggung ekspresi pun mewarnai museum ini, di pelataran sisi kiri. Di bagian museum yang ini, saya membayangkan anak-anak kecil berlarian kesana kemari, sesekali duduk membaca kisah-kisah sederhana atau berkreasi sesuka hatinya. So cute ..

Waktu saya untuk mengeksplorasi Museum Kata memang tidak begitu lama. Jadwal kunjungan dalam rangka Tour de Belitung Timur 2014, yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur sungguh padat merayap. Meski demikian, tak apa, saya sungguh bersyukur pernah singgah di rumah mimpi dan motivasi yang dibangun oleh Andrea Hirata. Museum yang didirikan dengan pondasi kecintaan terhadap sastra, berdinding semangat untuk terus berkarya dan beratap rasa syukur yang tak berkesudahan atas segala macam pencapaian ..

museum_kata_belitong_7

Jadi, hendak berkunjung ke Belitung?

Coba periksa lagi rencana perjalananmu. Yakinkah bahwa Museum Kata Andrea Hirata ada dalam daftar tersebut. Sebab Belitung bukan hanya tentang pantai-pantai yang elok, dengan batuan besar mencuat di sana sini; Belitung juga mempunya kisah mengenai mimpi-mimpi yang tak diijinkan putus asa oleh pemiliknya, hingga akhirnya Tuhan mewujudkannya menjadi sesuatu yang nyata. Cerita itu ada di seluruh penjuru Museum Kata Andrea Hirata, rumah dimana sastra diagungkan menjadi harta tak terhingga ..

Tiliklah ia .. 😉

***

17 thoughts on “Menilik Sastra di Museum Kata ..

  • July 29, 2015 at 23:48
    Permalink

    Keren banget yah belitung… Untuk transportasi umum menuju museum susah ngga kak?

    Reply
    • July 30, 2015 at 07:56
      Permalink

      Banget, Kak! 😀

      Nah, itu dia, Belitung, khususnya Kabupaten Belitung Timur masih harus memikirkan PR transportasi umum menuju destinasi-destinasi wisata andalannya. Waktu itu saya ngga lihat ada angkutan umum, Kak. Pilihannya ya sewa mobil dari kota .. 😉

      Reply
  • July 30, 2015 at 06:18
    Permalink

    Beltim adalah ttg pantai-pantainya yg cantik dengan batu-batu besar. Dan Beltim juga ttg Andrea Hirata. Cantik tulisanya Mbak Noer :)

    Reply
    • July 30, 2015 at 07:58
      Permalink

      Mba Eviii, apa kabaaarrr?

      Terima kasih sudah berkunjung dan mengapresiasi. Sudah lama saya ngga bertamu ke rumah maya Mba Evi nihhh .. :(

      Reply
  • July 30, 2015 at 09:22
    Permalink

    Saya pengen banget ke Belitung.
    Museum kata ini, jauh gak dari Sekolah Laskar Pelangi?

    Reply
    • July 30, 2015 at 10:48
      Permalink

      Ayo buruan ke Belitung, Kak. Wisatanya lengkap, alam ada, sejarah banyak. Kulinernya pun serba nikmat. Ihiy .. 😀

      Museum ini ngga jauh, paling sekitar 5 menit perjalanan santai ..

      Reply
  • July 30, 2015 at 16:35
    Permalink

    Semoga bisa mengunjungi Belitung Timur suatu saat nanti. Keren sekali, Mbak, baik tempatnya, maupun pendeskripsiannya di sini yang sangat bersahabat :)). Jejak kenangan memang kalau disimpan akan sangat indah, tapi lebih indah lagi jika dibagikan ke banyak orang, sehingga bisa menginspirasi :)).

    Reply
    • July 30, 2015 at 17:09
      Permalink

      Alhamdulillah, terima kasih, Gara .. 😉

      Padahal Museum Kata ini menempati sepetak tanah yang menurut saya begitu sederhana dan apa adanya, jauh dari kemegahan, tapi tetap bisa menginspirasi. Ternyata benar, yang penting itu niat, selebihnya semesta akan mendukung .. 😀

      Reply
    • July 31, 2015 at 13:39
      Permalink

      Kalo aku sih jadi keinget janjinya Mba Dian buat ke Semarang .. :(

      Reply
  • July 31, 2015 at 15:11
    Permalink

    dulu ke Belitung 5 tahun yang lalu belum ada kayak gini-gini…..jadi pengen ke sana lagi deh. Temenin aku kak :)

    Reply
    • July 31, 2015 at 17:05
      Permalink

      With my pleasure, Kakak ..

      Njuh ndang budhal. Sekalian nyobain Majesty Motorhome aja kali, bobok di mobil. Pasti asoy, hahaha .. 😉

      Reply
  • August 12, 2015 at 09:05
    Permalink

    Sama Mbak, bisa jadi kalau kelak ke Belitung, saya harus pertama kali ke museum kata ini. Kerasukan diksinya Andrea Hirata! :O

    Reply
    • August 25, 2015 at 17:18
      Permalink

      Wajib, Qy, menurutku Andrea Hirata memang menginspirasi, khususnya ya lewat Laskar Pelangi itu. Dia berhasil menghidupkan tokoh-tokoh dalam novelnya. Hehehe .. 😀

      Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: