Purwokerto : Kampung Halaman Bank Rakyat Indonesia ..

Suatu hari di tahun 1894 ..

Pikiran Raden Bei Aria Wirjaatmadja mendadak kalut, bertolak belakang dengan keriuhan Tayuban yang digelar di hadapannya. Sang Patih Banyumas tengah menghadiri undangan khitan putra seorang guru di wilayah ampuannya. Beliau merasa kemewahan pesta tersebut tidak sebanding dengan penghasilan seorang pengajar. Usut punya usut, ternyata benar, Si Empunya Hajat meminjam dana dari rentenir, untuk menggelar syukuran megah itu. Aria Wirjaatmadja pun murung, berkelebat di kepalanya mengenai besarnya bunga pinjaman yang akan menghantui Sang Guru ..

***

Museum_BRI_1

Peristiwa itulah yang menjadi titik mula lahirnya Bank Rakyat Indonesia, sekaligus awal sejarah perbankan di Indonesia. Sejak undangan pesta khitan tersebut, Aria Wijaatmadja berinisiatif untuk membentuk sebuah entitas pengoordinasi dana rakyat. Tepatnya pada tanggal 16 Desember 1895, Hulp en Spaarbank der Inlandsce Bestuurs Ambtenaren (Bank Bantuan dan Simpanan Milik Pegawai Pangreh Praja Berkebangsaan Pribumi) mulai beroperasi. Masyarakat menyebut entitas tersebut dengan Bank Priyayi. Bank Priyayi beberapa kali berganti nama, yaitu De Poerwokertosche Hulp Spaar and Landbouw Credietbank, pada tahun 1898; Syomin Ginko, pada masa pendudukan Jepang; dan akhirnya resmi menjadi Bank Rakjat Indonesia (BRI), pada Februari 1946 ..

Museum_BRI_2

Dan, di Banyumas, tepatnya di Purwokerto, rangkaian peristiwa penting bagi sejarah perbankan di Indonesia tersebut terjadi. Ya, di sana, kampung halaman Bank Rakyat Indonesia ..

***

Langit Purwokerto begitu biru, saat itu. Hawa dingin, ditingkahi semilir angin, sesekali, menambah kesan baik saya pada kota di tengah Jawa tersebut ..

Ini hari kedua saya, Mba Yusmei dan Farida berada di sana. Setelah sebelumnya berwisata alam, tujuan kami berikutnya adalah Goes to Museum. Memang dasar museumholic! Setiap perjalanan, hukumnya wajib bertandang ke, minimal 1, museum. Haha .. 😉

Berbekal Google Maps, saya, Mba Yusmei dan Farida sampai juga di pelataran Museum Bank Rakyat Indonesia, yang terletak di Jl. Jend. Sudirman No. 55, Purwokerto. Kondisinya begitu sepi, khas kebanyakan museum di Indonesia. Hanya ada seorang penyapu halaman, saat kami memarkir kendaraan.

Nuwun sewu, Pak, museumipun bika? “.

Bapak paruh baya tersebut mengangguk dan mempersilakan kami bertiga masuk ke dalam. Setengah ragu kami melangkah, tidak ada siapapun di dalam bangunan utama museum. Bingkai-bingkai kayu peraga koleksi berdiri kaku, seperti menunggu anak-anak negeri yang tertarik menguliti kisah masa lalunya. Muram ..

Selamat datang di Museum BRI, Mba .. “, tiba-tiba sepotong suara memecahkan keheningan ..

Suara tersebut milik Erisa, Sang Pemandu yang siap menceritakan segala hal yang berkaitan dengan sejarah perbankan di Indonesia pada umumnya dan kisah BRI pada khususnya. Huft, saya lega sekali mengetahui kehadiran Erisa di antara kami. Sebab apalah artinya museum tanpa seorang pemandu. Koleksi-koleksinya hanya akan bisu terpampang di depan mata, tanpa balutan cerita kisah masa lalunya ..

Museum_BRI_6

Bersama perempuan muda berhijab itulah, kami mengelilingi kompleks Museum BRI, yang terdiri dari 3 bagian utama. Gedung museum adalah yang pertama. Bangunan berarsitektur kolonial ini mempunyai 2 lantai. Lantai atas menyajikan informasi mengenai sistem keuangan, berbagai mata uang yang pernah digunakan di Indonesia dari masa ke masa, wadah penyimpanan uang tradisional dan diorama peristiwa berdirinya Bank Rakyat Indonesia yang digawangi oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja. Sementara, lantai dasar lebih dikhususkan bagi seluk beluk sejarah Bank Rakyat Indonesia, seperti foto jajaran direksi yang pernah menjabat, mesin-mesin perbankan dan aneka dokumen penting. Sebuah perpustakaan dengan ratusan koleksi buku ekonomi dan perbankan pun kami jumpai di sana ..

Museum_BRI_5

Bagian utama yang kedua adalah Monumen Raden Bei Aria Wirjaatmadja. Patung setengah badan Sang Patih Banyumas ini terletak di sisi kanan gedung museum. Monumen ini dibangun sebagai penghormatan kepada Aria Wirjaatmadja, yang telah meletakkan dasar pemikiran berdirinya sebuah sistem perbankan modern di Indonesia ..

Museum_BRI_7

Tepat di samping monumen, berdiri sebuah joglo sederhana. Inilah bagian utama ketiga, yang menurut saya paling menarik, yaitu replika kantor De Poerwokertosche Hulp Spaar and Landbouw Credietbank. Bangunan seluas 31 m2 ini dibuat persis dengan aslinya, meski letaknya sedikit bergeser. Material dindingnya memang menggunakan batu bata baru, namun kayu penyangga atap, kusen pintu dan jendela, bahkan beberapa properti ruang kerja Raden Bei masih asli ..

Museum_BRI_3

Ah, Museum BRI benar-benar lihai menyimpan kepingan sejarahnya. Rapi, detail dan unik ..

Setelah kurang lebih 1 jam berkeliling di Museum BRI, jelang pukul 11 siang kami berpamitan pulang. Terutama saya, bergegas menuju ke stasiun. Kamandaka tidak pernah bersedia menunggu keterlambatan penumpangnya .. 😉

See you again, Purwokerto, kampung halaman Bank Rakyat Indonesia ..

***

Museum Bank Rakyat Indonesia
Jl. Jend. Sudirman No. 55 (Jl. Bank), Purwokerto
Buka : Minggu – Kamis, 08.00 – 14.00
HTM : GRATIS!

37 thoughts on “Purwokerto : Kampung Halaman Bank Rakyat Indonesia ..

    • August 26, 2015 at 17:49
      Permalink

      Iya, Kak Feb, cara mereka menampilkan replika Bank Priyayi di masa-masa awalnya benar-benar menarik. Terima kasih juga sudah berkunjung, membaca & mengapresiasi yaaa .. 😀

      Reply
  • August 26, 2015 at 06:22
    Permalink

    Sayang dulu pas ke Purwokerto belum sempat singgah di museum ini, hanya sebatas lewat dengan angkot karena kita lebih memilih ke Pasar Manis buat membeli nopia dan oleh-oleh lain :haha *dikeplak*. Museum numismatik yang unik, dan siapa sangka, dari Purwokerto akan lahir jaringan bank terbesar di Indonesia yang bisa menjangkau pelosok terkecil negeri sekalipun, hampir-hampir menyamai kantor pos!

    Reply
    • August 26, 2015 at 17:51
      Permalink

      Kyaaa, kebalikan aku dong, Pasar Manisnya cuma dilewatin doang. Ngga sempet beli Nopia juga. Hahaha .. Iya, aku juga ngga nyangka, Kak, ternyata di Purwokertolah, BRI lahir .. 😀

      Reply
  • August 27, 2015 at 00:01
    Permalink

    Weleh, mungkin ke depannya, pengunjung setelah berkunjung ke museum ini langsung bikin akun tabungan BRI nih 😀

    Reply
    • August 27, 2015 at 08:36
      Permalink

      Strategi marketing yang luar biasa. Hahaha. Ngga papa sih, asal tiap tanggal muda ATM nya ngga error mulu .. 😀

      Reply
  • August 27, 2015 at 11:02
    Permalink

    wah abis dari purwokerto ternyata, haha
    haha sejujurnya saya yg asli purwokerto dari lahir pun sampai sekarang belum pernah ke museum BRI haha -_-

    Reply
    • August 27, 2015 at 17:31
      Permalink

      Hahaha, kadang suka gitu deh, kota sendiri malah ngga terjamah. Hayoklah, Kak, sowan ke Museum BRI. Menarik loh .. 😀

      Reply
  • August 27, 2015 at 13:31
    Permalink

    HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEHHHH??? KENAPA SAYA TERLEWAT MUSEUM BERSEJARAH INI WAKTU KE PURWOKERTO *gak santeeeeeee*

    Lucu ya Bank Priyayi, jadi dulu yang boleh nabung hanya priyayi? hmm

    Reply
    • August 27, 2015 at 17:33
      Permalink

      Kamu pasti pas lagi tepar setepar-teparnya habis dari Pancuran Pitu, Kak, makanya ngga ngeh kalo Purwokerto punya museum ini. Hihihi .. 😀

      Bukan, disebut Bank Priyayi karena dana awal yang terkumpul di dalamnya dari para pejabat atau priyayi di wilayah Banyumas. Gitu kurang lebih, Kak ..

      Reply
  • August 28, 2015 at 06:23
    Permalink

    Sayang, pas kemaren ke Purwokerto fokusnya di wisata alam.Berarti harus ke Purwokerto lagi nih buat ke museum ini

    Reply
  • August 30, 2015 at 07:38
    Permalink

    Barutau ada museum BRI di sana
    Kemarin kelewat aja waktu pas lewat Purwokerto

    Reply
    • September 3, 2015 at 20:53
      Permalink

      Hayooo, balik lagi ke Purwokerto. Sambil nyemil mendoan, bisa lah mampir Museum BRI lagi .. 😉

      Reply
  • September 2, 2015 at 07:05
    Permalink

    Tapi, konon BRI skrg spiritnya udah beda jauh sama konsep yang diusung pertama kali dibentuk dulu. Testimonial yang disampaikan beberapa nasabahnya sih kayak rentenir juga katanya. Cmiiw. Mungkin pengambil kebijakannya perlu berkaca lagi dengan mengunjungi museum ini sebagai pengingat, bahwa sesungguhnya BRI dibentuk sebagai upaya menghindarkan masyarakat dr ancaman para rentenir, bukan malah menjadi rentenir itu sendiri :'(

    Reply
    • September 3, 2015 at 20:57
      Permalink

      Sepakat, Adie. Selain testimonial tentang rentenir itu, saya juga ada sedikit cerita waktu mengajukan permohonan KPR. Duh, ngga ada pemisahan fungsi antara marketing, valuer dan approval. Artinya kredit bisa diberikan sembarangan, kan? Saya malah serem. Ini menunjukkan manajemen BRI agak tidak sehat .. :(

      Reply
  • September 7, 2015 at 15:32
    Permalink

    Wah kapan2 klo ke Purwokerto mo mampir sini ah ..aku juga museumholic nih hehehhe…
    Seneng akhirnya bisa mampir ke blognya mbak azizah yg keren ini..selama ininaku kemana aja yah?? Salam kenal ya mbak ^-^

    Reply
    • September 12, 2015 at 11:22
      Permalink

      MBAK MUNAAA !!!

      Mimpi apa aku semalem, sampe Mba Muna komen di blogku?! Aaakkk, senangnyaaa ..
      Mba Muna museumholic juga? Jadwalin ketemuan yuks, Mba, keliling museum di Semarang sambil ngobrol sama Mba Muna pasti bakal nyenengin bingits .. 😀

      Reply
  • September 17, 2015 at 07:40
    Permalink

    Ini nih museum inceran yang dari dulu belum sempet diplipiri. Okelah, kudu memantapkan tekad ke Purwokerto dalam waktu dekat 😀

    Reply
    • September 17, 2015 at 17:45
      Permalink

      Gih, kesana, Lim! Sambil nyemil mendoan panas. Josss gandhosss .. 😀

      Reply
  • September 17, 2015 at 14:31
    Permalink

    seger deh kaaaak tampilan blognya yang baruuu, berasa abis mandi di curug gitu 😀 *komen OOT* *disiram*

    Reply
    • September 17, 2015 at 17:47
      Permalink

      Eeehhh, emang habis mandi di curug kok, Kak! Masalahnya reportasenya belom aku tulis di blog. Hahahaha .. 😀

      Reply
  • October 19, 2015 at 21:14
    Permalink

    Senangnya nemu postingan soal Purwokerto. Selama ini penasaran dan pengen main ke Purwokerto, tapi belum ada ide mau ngapain aja di sana nantinya, selain mlipir ke Baturraden. So ini bisa jadi referensi banget nih :-)

    Reply
    • October 20, 2015 at 10:13
      Permalink

      Jujur ya, Kak Bart, museum ini nemunya ngga sengaja, pas iseng googling di alun-alun Purwokerto. Hahahaha. Tapi beneran, worth it buat dikunjungi kok. Selamat eksplorasi Purwokerto ya, Kak .. 😀

      Reply
  • October 21, 2015 at 08:27
    Permalink

    Wah, keren ya, baru tau ini kalau ada museum bank rakyat Indonesia hehe

    Reply
    • October 21, 2015 at 11:32
      Permalink

      Saya pun, Kak. Kalo ngga berbekal keisengan googling, ngga bakal tau ada Museum BRI ini di Purwokerto .. 😉

      Reply
  • Pingback: Rail Trip (3) : Purwokerto | djangki

    • December 22, 2015 at 21:01
      Permalink

      Sama-sama, Kak Isna .. Meluncur ke tulisanmu aahh .. 😀

      Reply
  • November 5, 2016 at 09:28
    Permalink

    Baru tahu kalau BRI punya museum sejarah pendiriannya… jangan-jangan cuma BRI saja yang punya ya, Kak…

    Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: