Ngebet Makan di Solo ..

Solo!

Bagi saya pribadi, kota yang satu ini sudah bergeser kesan dari sentra budaya menjadi pusat kuliner enak. Gudeg ceker Margoyudan menjadi lebih membuat saya kangen, dibanding suasana magis Keraton Kasunanan atau Pura Mangkunegaran. Durhaka benar saya ya ini. Hahaha. Ah, tapi saya harap banyak yang sepakat dengan pendapat saya, bahwa tidak ada makanan tidak enak di Solo. Ya kan? Ya kan? πŸ˜€

SakingΒ ngebet-nya ingin tahu lebih banyak hal kulinari yang semakin menjamur di setiap sudut kota, saya pernah lho, sengaja menghabiskan Sabtu Minggu untuk menjelajah beberapa tempat makan kekinian di Solo. Mengajak seorang sahabat yang lumayan expert di bidang jelajah rasa, saya relakan kenaikan sekian kilogram menerpa jarum timbangan badan. Fiuh. Ikhlas, ikhlas .. πŸ˜€

Lupakan kenaikan berat badan, fokus ke Ngebet Makan project. Hihihi. Ini dia beberapa tempat makan yang saya sambangi akhir tahun lalu ..

Sego Kalong
Jl. Madukoro No. 19, Kratonan, Serengan, Solo

Ngebet Makan Solo 2

Letaknya nylempit.Β Alih-alih berada di pinggir jalan raya, tempat makan ini berlokasi di sebuah gang sempit. Meski demikian, pencinta kuliner Kota Solo sudah cukup mengenalnya dengan baik. Menempati sebuah rumah lawas, bernuansa dominan krem – hijau, bertegel teraso, yang sebagian bermotif klasik, Sego Kalong sukses menghadirkan kesan kuno yang hangat ..

Ngebet Makan Solo 1

Menu yang disediakan di sana adalah nasi campur, dengan aneka macam sayur dan lauk rumahan, serta pilihan minuman tradisional, seperti beras kencur, kunir asem dan sebagainya. Nyam. Saya menikmati sepiring nasi merah, lengkap dengan tumis sayuran dan sebuah sosis Solo dengan paripurna. Kenyang? Iya, namun saya masih melanjutkan agenda makan pagi yang tertunda itu dengan sajian khas Sego Kalong lainnya, yaitu aneka ketan. Biar kekinian, ketan tersebut diracik dengan berbagai macam bahan. Yang paling heits sih green tea, secara ya, apapun di Indonesia segala macam yang dilabeli teh hijau pasti akan laku. Hehehe. Eh tapi ketan green tea, plus santan encernya Sego Kalong memang enak sih .. πŸ˜€

Makan berdua di Sego Kalong pagi jelang siang itu merogoh dompet sejumlah 38K IDR saja. Murah meriah ya ..

Omah Selat
Jl. Gotong Royong No. 13, Jagalan, Solo

Sudah tahu dong ya, bahwa Selat merupakan makanan autentiknya Solo. Bermula dari kebiasaan Keraton Kasunanan Surakarta yang cenderung terbuka pada budaya Barat, makanan ini merupakan modifikasi dari menu western, Salad, yang disesuaikan dengan lidah orang Jawa. Di Solo, ada beberapa warung Selat yang recommended, Omah Selat adalah salah satunya ..

Ngebet Makan Solo 3

Tempat makan ini bergaya sangat Jawa, didominasi material kayu dan penuh ukiran. Aneka hiasan jadoel pun terpasang di banyak muka dindingnya. Saya dan Farida duduk lesehan, menunggu seporsi Selat dan Galantine *semacam daging giling, yang disajikan dengan racikan sayur, acar dan kuah manis asam* tersaji. Tidak lupa, saya memesan secangkir es beras kencur dan berharap gerahnya hawa Solo siang itu bisa sedikit tersamar. Bagaimana rasanya? Hmm, tentu saja sedap, Gaes. Omah Selat berhasil menyajikan citarasa Selat yang gurih, tidak terlalu manis seperti yang dijual di tempat lain. Potongan dagingnya pun empuk, lumer di mulut. Begitu pula dengan Galantine-nya, tekstur daging gilingnya lembut. Nyam ..

Ngebet Makan Solo 4

Satu lagi keunggulan Omah Selat, harganya kantong mahasiswa. Hehehe. Saya dan Farida, makan berdua di sana, hanya habis 57,5K IDR saja ..

Es Krim Tentrem
Jl. Slamet Riyadi No. 132 – 136, Solo

Ngebet Makan Solo 6

Tujuan kami selanjutnya adalah Es Krim Tentrem, yang terletak di ruas jalan utama Kota Solo, Slamet Riyadi. Mudah menemukannya, karena restoran khusus es krim ini berada tepat di salah satu sudut perempatan Ngarsopuran. Kata Farida, “Mba, kamu harus nyoba es krimnya Tentrem. Rasanya ngga kalah sama Ragusa ..

Ngebet Makan Solo 5

Dan ternyata memang benar, citarasa es krim di Tentrem boleh diadu dengan Ragusa di Jakarta, Oen di Malang atau Zangrandi di Surabaya. Enak, tidak eneg, punya beragam varian dan harganya bersahabat. Tentrem ini sudah ada sejak tahun 1952, cukup lawas untuk ukuran sebuah tempat makan yang bisa bertahan sampai sekarang. Dulunya, Tentrem hanya sebuah kedai kecil, butuh waktu berpuluh tahun hingga akhirnya ia bermetamorfosis menjadi restoran yang lapang dan nyaman untuk ngariung bersama sahabat atau kerabat ..

Cemal-cemil es krim di sini, saya dan Farida merogoh kantong sebanyak 40,7K IDR ..

Wedangan Pendopo
Jl. Srigading I No. 7, Turisari, Mangkubumen, Solo

Solo sangat identik dengan wedangan, yang kalau di Semarang disebut angkringan atau di Yogya dikenal sebagai kucingan. Wedangan merupakan warung sederhana yang menyediakan berbagai macam menu rumahan, nasi campur yang dibungkus kecil-kecil dan minuman racikan tradisional, seperti teh jahe atau sekoteng ..

Ngebet Makan Solo 7

Wedangan Pendopo adalah salah satu dari, uhm, ratusan warung wedangan di Solo. Letaknya agak tersembunyi di dalam gang, namun nyaris tidak pernah sepi jelang jam makan malam. Menempati sebuah rumah joglo lawas, dengan interior kayu dan ukir-ukiran. Penerangannya agak remang, menggunakan rangka lampu teplok yang sudah dimodifikasi dengan lampu bohlam. Pilihan menunya beragam, namun sengaja saya tidak makan nasi, karena perut masih agak penuh. Jadilah saya mencomot lauk pauk bakar dan secangkir teh jahe. Hangat, nikmat ..

Ngebet Makan Solo 12

Seperti kebanyakan wedangan, makan minum di Wedangan Pendopo terbilang aman untuk dompet akhir bulan. Murce, kami cukup membayar 38K IDR. Eh tapi, tidak semua wedangan juga dink, yang punya harga miring. Ada beberapa di antara wedangan-wedangan nge-hits di Solo yang kalkulatornya rusak. Waspadalah .. πŸ˜‰

MeForU
Jl. Dr. Soepomo No. 54, Solo

Ngebet Makan Solo 8

Setelah seharian menclok dari satu tempat kekunoan ke tempat kekunoan yang lain, malamnya saya dan Farida berganti halauan, mengunjungi cafe kekinian. Terletak tidak jauh dari Hotel Red Planet (bekas Tune Hotel), MeForU terlihat mencolok dengan tampilan putih dan merah terang. Nasionalis. Hehehe. Lantai 1 difungsikan sebagai bakery, sementara lantai 2 adalah area makannya, yang berkesan western dan cukup manis untuk nge-date .. πŸ˜€

Ngebet Makan Solo 9

MeForU menyediakan banyak jenis menu, saya jadi agak bingung menentukan pilihan. Akhirnya, setelah Farida memutuskan untuk makan waffle ber-topping nuttela or something, saya cukup dengan secepuk creme brulle saja. Menurut saya, dari segi rasa tidak terlalu istimewa, enak, tapi tidak membuat saya terkesan. Mungkin sebab harganya yang lumayan tinggi, saya jadi agak hilang simpati. Hahaha ..

Untuk seluruh makanan yang dipesan, kami menebusnya di angka 93K IDR. Sesaat setelah menyelesaikan transaksi di kasir, Solo pun gerimis. Kami pulang hujan-hujanan deh .. πŸ˜€

Resto Pecel Solo
Jl. Dr. Soepomo No. 55, Solo

Tempat makan yang satu ini, saya sambangi pada hari kedua. Setelah sepagian leyeh-leyeh di hotel, jelang pulang ke Semarang, saya mampir makan siang di sini. Letaknya hampir berhadapan dengan MeForU, sepertinya cukup populer di kalangan warga Solo dan pendatang, terbukti dari area parkir yang nyaris penuh. Resto Pecel Solo ini menempati bangunan besar, dengan kesan lawas. Hanya kesan saja, karena saya tahu pasti, gedung tersebut baru saja direnovasi. Tegel terasonya tertata apik, langit-langitnya tinggi, meja kursi kayunya terlihat serasi dengan detail Jawa yang terpasang di muka dindingnya ..

Ngebet Makan Solo 10

Menu khas di restoran ini sama dengan namanya, Pecel. Menu pendampingnya pun beragam, seperti cabuk rambak, soto dan nasi merah. Harganya? Huwaaa, ini dia yang membuat saya agak terpana, meski sudah diperingatkan Farida sebelumnya. Mahal, Gaes! Ya, untuk ukuran menu pecel, Resto Pecel Solo ini membandrol jualannya dengan angka yang lumayan tinggi. Untung saja citarasa pecelnya tidak pas-pasan, jadi masih bisa dimaklumi lah. Ngga usah disebut ya besaran ‘harga mahal’-nya, biar penasaran .. πŸ˜€

Ngebet Makan Solo 11

Itu dia 6 tempat makan di Solo yang menjadi tujuan Ngebet Makan project saya dan Farida, akhir November 2015 lalu. Bisa lah ya jadi pilihan, ketika kamu berminat jelajah rasa di kota terbesar kedua di Jawa Tengah itu. Masih kurang? Jangan khawatir, follow saja akun IG Ngebet Makan (@ngebetmakan), karena di sana hal makan-makan, terutama yang ada di Solo, akan selalu up to date. Seriously!

Sampai ketemu di IG @ngebetmakan ya .. πŸ˜‰

***

47 thoughts on “Ngebet Makan di Solo ..

  • January 8, 2016 at 21:04
    Permalink

    Kesalahan banget buka postingan ini malem begini. Tanggung jawab mbak!! Mau selat dan galantinnyaaaa.. huhuhu..

    Reply
    • January 8, 2016 at 23:05
      Permalink

      Hahaha. Maafkan, Ri. Tulisan ini udah terlalu mangkrak di draft, harus segera dituntaskan dan di-publish. Suruh buatin Nenny, mesti lebih enak deh daripada yang di warung. Uhuy .. πŸ˜€

      Reply
  • January 8, 2016 at 22:57
    Permalink

    Busyeeet sehari makan berapa kali ituuuh? Kalap hahaha

    Reply
    • January 8, 2016 at 23:10
      Permalink

      Lima kali, Kak. Trus perutku kaya mau njeblug. Hahahaha .. πŸ˜€

      Reply
  • Pingback: Ngebet Makan di Solo ..

  • January 13, 2016 at 13:55
    Permalink

    duhhh kaaan pengen ke Solo lagi kaaaaaak :(
    dari sekian banyak yang disebutkan baru nyicip omah selat doank

    Reply
    • January 13, 2016 at 14:14
      Permalink

      Hahaha, ke Solo lagi? Hayuk lah, Dit. Ditunggu di pengkolan .. πŸ˜€

      Reply
  • January 15, 2016 at 12:11
    Permalink

    Pas aku ke solo tahun lalu, cuma ke tengkleng bu sri (kalo ga kliru) sama makan di boga-bogi.

    Duuuuuuh, kuraaaaaang :((( pengin ke solo lagi deh

    Reply
    • January 15, 2016 at 14:29
      Permalink

      Wah, berarti fix harus diulangi lagi ke Solonya, Kak! Hahahaha .. πŸ˜€

      Reply
  • January 17, 2016 at 13:26
    Permalink

    Kangen kuliner Solo!
    Offbeat banget emang kuliner Solo dibanding tetangga-tetangganya. Kangen Selat, Pecel Ndeso, Sosis Solo…haduh gak abis-abis deh ngomongin makanannya yang unik, murah, dan terkadang ‘menabrak’ pakem.

    Reply
    • March 6, 2016 at 18:58
      Permalink

      Kapan-kapan mampir Solo lagi, Koh. Makan sepuasnya kita. Plus kudu nyobain gudeg ceker dini hari di Margoyudan. Ngehits beuddd .. πŸ˜€

      Reply
  • January 27, 2016 at 11:29
    Permalink

    “Potongan dagingnya empuk, lumer di mulut”.

    Lal meninggal setelah baca itu. Aaaaaahh untung pas jam makan siang. \:9/

    Reply
    • March 6, 2016 at 18:59
      Permalink

      Aihhh, jangan meninggal, Kak. Masih banyak menu kuliner Solo yang kudu kita cicipi .. πŸ˜€

      Reply
  • January 28, 2016 at 16:45
    Permalink

    perutku nampung itu semua gak ya kalo ke sana? hehe..

    Reply
    • March 6, 2016 at 19:00
      Permalink

      Nampung! Ayo kapan-kapan kita cobain bareng, Kak .. πŸ˜€

      Reply
  • February 6, 2016 at 19:30
    Permalink

    widw jadi lapar saya -_- tempatnya asik semua yah cocok untuk cuci mata.

    Reply
    • March 6, 2016 at 19:03
      Permalink

      Saya pun pas nulis ini jadi kelaperan juga, Kak. Hahahaha. Iya, kebanyakan tempatnya lucu buat foto-foto. Instagramable, istilahnya. Hehehehe .. πŸ˜€

      Reply
  • February 22, 2016 at 10:15
    Permalink

    Malah belum pernah masuk Pecel Solo, ternyata tempate fotoable banget yahh πŸ˜€

    Reply
    • March 6, 2016 at 19:04
      Permalink

      Mahal tapi, Lim, jangan sering-sering ke sana. Hahaha .. πŸ˜€

      Reply
  • March 10, 2016 at 22:28
    Permalink

    kampung halaman suami nih…dan aku slalu happy tiap kali mudik ke solo ^o^.. bener mbak, ga ada makanan yg ga enak di solo itu…yg lebih asyiknya, hrgnya itu looooh, murmer bangeeetttttttt ^o^!!! yg blm prnh aku dtgin di atas itu pecel solo ama meforu… ntr pas ke solo lagi mw nyobain ah… πŸ˜‰

    es krim tentrem aku setuju tuh..walo tampilannya sederhana, tp rasanyaaaa juara..fave ku dr dulu tiap kesana itu es potong tentrem… ya ampuuun kebayang rasa rhum nya ^o^

    Reply
    • March 14, 2016 at 12:08
      Permalink

      Meforu ngga terlalu wajib dicoba, Fan. Mending balik lagi ke Es Krim Tentrem, kayanya pas deh lagi panas-panasnya gini. Slurp, bahagia banget makan yang dingin-dingin. Hehehe .. πŸ˜€

      Kalo pas ke Solo, kabarin dongs, siapa tau bisa ketemu .. πŸ˜‰

      Reply
  • August 31, 2016 at 17:04
    Permalink

    Wah, kapan-kapan kalau ke Solo bisa mampir nih, kelihatannya makanannya enak-enak tuh.

    Reply
    • November 2, 2016 at 15:47
      Permalink

      Ketauan cuma liat fotonya doang nih Si Kakak, ngga dibaca semua .. Hehehehe .. πŸ˜‰

      Reply
  • October 27, 2016 at 13:48
    Permalink

    Itu masuk ke perut semua nggak? kalo nggak kuat bisa kok ngajakin ane, gratis nggak perlu bayar.. ane mau kok. sumpah
    infosiana

    Reply
    • November 2, 2016 at 15:46
      Permalink

      Alhamdulillah kuat kok habisin sendiri, Kak .. πŸ˜€

      Reply
  • November 1, 2016 at 21:03
    Permalink

    Wah ngeliat foto-foto makanannya jadi bikin laper nih. Enak-enak lagi makanannya

    Reply
    • November 2, 2016 at 15:45
      Permalink

      Hahaha .. Memang enak maksimal .. Hati-hati ya, kekenyangan .. πŸ˜‰

      Reply
    • December 29, 2016 at 09:03
      Permalink

      Hahaha, ayok lah, Kak. Kalo barang sepiring masih kuat traktir .. πŸ˜€

      Reply
  • November 13, 2016 at 16:24
    Permalink

    katanya masakan sana biasa manis-manis ya?
    benarkah?
    thank

    Reply
    • December 29, 2016 at 09:02
      Permalink

      Iya, dominan rasanya memang lebih manis dibandingkan dengan daerah lain. Tapi enak kok, beneran deh. Coba dulu, Kak ..

      Reply
  • November 16, 2016 at 10:44
    Permalink

    Walah…. ini dia listnya. Insyaallah akan aku coba! Makasih kompilasinya mba.. :)

    Reply
    • December 29, 2016 at 09:01
      Permalink

      Sama-sama, Kak. Ayo segera dieksekusi kalo pas maen ke Solo .. πŸ˜€

      Reply
  • November 16, 2016 at 13:40
    Permalink

    Haduhhhhh… aku kayaknya salah baca dan salah waktu nih, aku bacanya siang-siang gini dannnn perutku lagi ada konser… heymm sedihhh…

    Reply
  • November 22, 2016 at 20:07
    Permalink

    Haduh, ikutan ngiler juga nih

    Ngebet pengen ngerasain enaknya makanan solo yang selalu nagih!

    Reply
    • December 29, 2016 at 08:52
      Permalink

      Posisi di Solo kan, Kak? Cusss berangkat makan-makan segala yang ditemui di jalan. Hehehe ..

      Reply

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d bloggers like this: