[Trowulan] Bermula Dari Sungai Brantas ..

Trowulan adalah salah satu tempat yang sudah lama nangkring di wish traveling list saya, bahkan jauh sebelum saya mulai menggandrungi sejarah. Ketika seorang teman mengabarkan bahwa Komunitas Jelajah Budaya, yang dikelola oleh Mas Kartum Setiawan, akan mengadakan perjalanan kesana, tanpa pikir panjang, saya pun memutuskan bergabung ..

Perjalanan ini dinamai Jelajah Kota Tua : Situs Trowulan, Mojokerto”, digelar pada tanggal 16 – 17 Februari 2013. Meeting point ditentukan di Stasiun KA Jombang, Sabtu pagi lepas Subuh. Sebagai orang baru di tengah-tengah Komunitas Jelajah Budaya, saya agak kikuk menyesuaikan diri, plus sibuk menghafal nama teman-teman yang saya temui. Hehehe .. Alhamdulillah, Mas Kartum cukup luwes meleburkan satu peserta dengan lainnya, pun teman-teman seperjalanan begitu menyenangkan. Lucky me !

IMG_0221

Petualangan dimulai sesaat setelah seluruh peserta check-in penginapan dan bersih-bersih badan ..

Tujuan pertama adalaaahhh .. rumah mertua Mas Kartum ! Hehehe .. ;)

Yak, peserta Jelajah Kota Tua : Situs Trowulan, Mojokerto memang dijadwalkan sarapan disana. Terletak tidak jauh dari pusat keramaian Jombang, tepatnya Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Sebelum sampai di rumah beraura hangat itu, kami sempat melewati track yang super-duper memanjakan mata. Bagaimana tidak, hamparan sawah menghijau semu kuning ada di kanan kiri jalan aspal sempit yang kami lalui. Aaakkk .. Benar-benar sejauh mata memandang ! Menurut info dari Mas Kartum, kala masa kering, areal persawahan ini berubah menjadi kebun semangka. Tak heran, Kecamatan Megaluh dengan bangga mentahbiskan diri menjadi daerah penghasil buah yang cukup tersohor di Jawa Timur ..

Sampai di rumah mertua Mas Kartum, kami, rombongan yang datang dengan sebuah bis tanggung itu disuguhi menu Jawa Timuran, yang siap disantap sebagai sarapan. Diantara berbagai jenis makanan, yang paling menarik hati saya ya jelas Rawon Komplit ! Deuh, memang tidak ada Rawon Komplit senikmat di daerah asalnya. Bumbu kluwaknya terasa mantap, kecambah mininya kriuk-kriuk gurih, dilengkapi dengan aneka lauk pasangannya, seperti empal kering, telur asin, perkedel dan kerupuk. Saya sampai nambah .. :”)

Usai makan, saya pikir rombongan akan langsung meluncur ke Trowulan. Ternyata tidak, Mas Kartum mengajak saya dan teman-teman menuju tepian Sungai Brantas, yang terletak tidak jauh dari rumah. Awalnya saya berpikir, mengapa harus mengunjungi Sungai Brantas ? Saya mendapat jawaban ketika Mas Kartum menjelaskan bahwa peradaban Kerajaan Majapahit sedikit banyak dipengaruhi oleh keberadaan sungai terpanjang kedua di Jawa, setelah Bengawan Solo ini ..

IMG_0225

Sedikit tentang Sungai Brantas ..

Mata airnya berada di Desa Sumber Brantas, yang berada di Kota Batu, kemudian alirannya melewati Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang dan Mojokerto. Di Mojokerto, aliran sungai pecah menjadi 2, yaitu Kali Mas dan Kali Porong. Daerah Aliran Sungai Brantas sangat luas, meliputi kurang lebih 1/4 wilayah Provinsi Jawa Timur. Wow !

Nah, di tepian Sungai Brantas inilah peradaban Kerajaan Majapahit pernah bertumbuh besar. Bidang perdagangannya berkembang pesat, karena sungai ini cukup besar untuk dilayari dan disandari kapal-kapal dagang milik pihak luar kerajaan. Sebagai saksi bisu atas lalu lalangnya sebuah peradaban besar, Sungai Brantas masih banyak menyimpan ‘harta karun’ peninggalan kejayaan kerajaan. Banyak warga lokal yang nekad menyelam ke dasar sungai dan membawa koin-koin tua atau barang-barang antik sebagai temuannya ..

Jarak rumah mertua Mas Kartum ke Daerah Aliran Sungai Brantas sangat dekat, tidak lebih dari 100 meter. Lepas jalan kampung, kami bertemu dengan sungai irigasi, menyeberanginya, lalu menaiki punggungan batas sungai. Dan menghamparlah Sungai Brantas !

Alirannya tenang, namun jelas sangat menghanyutkan. Penampangnya sangat lebar, sehingga menyisakan pemandangan mungil daratan seberang sungai. Mulai terbayang di pelupuk angan, keramaian niaga di bawah kuasa Kerajaan Majapahit pernah terjadi disini. Kapal-kapal dagang besar berlayar perlahan, satu dua merapat di dermaga yang sengaja dibangun di tepian .. Huhuhu .. :’)

Baiklaaahhh ..

Tujuan pertama sudah, saya dan teman-teman Komunitas Jelajah Budaya pun melanjutkan perjalanan menuju pusat kota klasik Majapahit di Trowulan. Meski termasuk wilayah administratif Kabupaten Mojokerto, lokasi Trowulan terbilang sangat dekat dari Jombang. Waktu tempuhnya tidak lebih dari 1 jam, melewati jalan antar kota antar provinsi yang cukup ramai ..

Mau tahu petualangan saya selanjutnya, menjelajahi Trowulan, situs bekas kota Kerajaan Majapahit ini ? Tunggu di tulisan berikutnya yaaa .. ;)

***

 

9 thoughts on “[Trowulan] Bermula Dari Sungai Brantas ..

  1. quote :”Kapal-kapal dagang besar berlayar perlahan, satu dua merapat di dermaga yang sengaja dibangun di tepian .. Huhuhu .. :’)”

    Hehehe.. Serasa pengen nangis.. ditunggu kelanjutannya

  2. @ hamid : Insya Allah .. Makasih udah berkunjung .. ;)

    @ mas cumi : Bener banget ! Itu sambel wader bener2 tiada dua rasanya .. Maknyus abiiisss .. :9

  3. Nama desanya mertua Pak Kartum romantis yo, Desa Pacarpeluk.

    Anyway, baru tahu kalau letak kota pemerintahan Majapahit itu di Trowulan. Ditunggu kisah selanjutnya.

  4. @ p49it : Bangetsss ! Begitu baca nama desa di batas antar desa, kami langsung amaze, Pacarpeluk aja gitu. Hahahaha ..

    Menurut referensi dan informasi yang saya dapat selama trip disana, bahkan semacam panggung sitinggil Majapahit ada di sekitaran Kolam Segaran, tidak jauh dari Museum Trowulan ..

    Siap, Mba, mulai besok, saya lembur tulisan tentang perjalanan ke Trowulan .. ;)

  5. Seperti kebanyakan peradaban di masa lalu, Majapahit juga berada di sekitar aliran sungai ya mbak.. *jadi ingat #LasemTrip*

  6. @ bee : Begitulah, belajar dari banyak sejarah, ternyata sungai memang salah satu sarana penting suatu daerah untuk berkembang peradabannya ya ..

    *packing, balik ke Lasem lagi*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>