[Catper] Banda Aceh & Sabang, 6-9 Agustus 2010

Perjalanan ini saya rencanakan, kalau tidak salah, sejak akhir Mei lalu. Hanya setelah komen2an di status Facebook Mba Ratna, saya pun memutuskan untuk bergabung dan segera mencari tiket. Sebelum eksekusi perjalanan, banyak kendala, mulai dari kemungkinan batal ikutnya Mba Ratna, sampai kabar briefing mendadak di Kantor Pusat, yang membuat saya harus reschedulle tiket pulang. Fiuhhh .. Alhamdulillah, semuanya lancar2 kok .. ^^

6 Agustus 2010

Saya memulai perjalanan ke propinsi paling Barat Indonesia itu selepas Subuh. Harus ke Blok M dulu, berhubung X Trans shuttle bus jurusan Bintaro – Bandara habis. Untung, Ani bersedia mengantarkan saya, thanks yaaa .. :) Perjalanan dengan menggunakan bis Damri dari Blok M ke Bandara sangat lancar, cuma memakan waktu, kurang dari 1 jam. Yippy ! <Bis Damri Blok M-Bandara : 20K IDR> Sampai Bandara, setelah check in, saya sempatkan sarapan di salah satu kedai, mengingat perjalanan sampai ke Banda Aceh bakalan ditempuh dalam waktu yang cukup lama. Males kalo sampe kelaperan di pesawat. <Sarapan : 35K IDR. Mahal !>

Tepat pukul 8 pagi, saya boardingRute CGK – BNA ini saya menggunakan pesawatBatavia Air, dengan no penerbangan Y6-537. <Tiket Y6-537 : 607K IDR, airport tax Soe-Ta : 40K IDR>

Lepas tengah hari, saya landing di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandarmuda, Banda Aceh. Bersama 2 sahabat seperjalanan, Ombolot & Kokoh, yang ternyata 1 pesawat, mereka naik dari Medan. Menunggu kedatangan Mba Ratna, yang penerbangannya dari Kuala Lumpur sempat ter-delay, kami bertiga cemal cemil Pop Mie di kedai bandara. <Cemal cemil di kedai bandara : 18K IDR> Setelah personel lengkap, kami berempat segera bergerak menuju kota dengan jasa taksi bandara, yang tarifnyaflat –> 1 mobil 70K IDR, bisa diisi 4 orang penumpang. <Taksi dari Bandara ke kota : 17,5K IDR, parkir bandara : 1,25K IDR>

Sampailah kami di Banda Aceh. Kota yang menyenangkan. Bersih dan tenang. Kami langsung menuju ke penginapan di bilangan Simpang Lima, yaitu Guest House Gajah Putih. Karena proses booking penginapan ini kami percayakan pada seorang kenalan Ombolot, tanpa tau bagaimana rupa penginapannya, terus terang, saya pribadi (dan ternyata 3 orang yang lain pun sama) terkejut dengan kondisi kamar yang WOW ! Untuk250K IDR per malam, kamar seluas itu, dengan fasilitas semewah itu, tentu saja berlebihan. Kami sempat takut salah masuk penginapan loh .. Hehehe .. <Penginapan Gajah Putih : 125K IDR>

Setelah check in dan bersih2, kami segera menuju pesisir pantai Lhok Nga, dengan kembali menggunakan jasa taksi Pak Guru, begitu Beliau minta dipanggil, yang tadi kami gunakan dari bandara ke penginapan. Sebelum meluncur ke Lhok Nga, kami mampir makan ke Mie Razali. Mantap jaya deh menu mie acehnya. <Mie Razali : 25K IDR>

Sepanjang perjalanan menuju Lhok Nga, Pak Guru bercerita tentang terjangan tsunami yang begitu dahsyat di daerah Gampong, yang kami lewati itu. Merinding. Sesampai di Lhok Nga, kami menjumpai bangunan Pabrik Semen Andalas, yang sooo huge. Ngga kebayang, 4 tahun yang lalu, pabrik itu luluh lantak akibat gelombang tinggi. Tidak jauh dari PSA, kami berhenti di Taman Tepi Laut, salah satu pantai di Lhok Nga yang cantik. Sayangnya, pantai2 disini sudah dikapling2 oleh penduduk lokal, mirip2 di Anyer. Payahhh .. <Masuk Taman Tepi Laut : 1,25K IDR>

Puas di Taman Tepi Laut, kami menuju Pantai Lampuuk. Disana, kami menjumpai hamparan pantai yang ngga kalah cantik dengan view di Phi Phi Island, Thailand. Mirip2 laaahhh .. Air lautnya bergradasi, mulai dari hijau, turqouise hingga biru. Batu2 karang membingkai keseluruhan pemandangan dengan sempurna. Deretan saung2 di atas pasir menambah nyamannya Pantai Lampuuk. Disana, selain foto2 & narsis2an sampai puas, kami pun sempat minum kelapa muda yang yoaaaiii .. ^^ <Masuk Pantai Lampuuk : 2,5K IDR, kelapa muda & jajan2an : 12K IDR>

Setelah sholat Maghrib di Lampuuk, kami pulang ke Banda Aceh. Sebelum pulang ke penginapan, kami mampir melihat PLTD PLN Apung yang terdampar di pemukiman warga gara2 tsunami 2006 lalu. Saya hanya bisa terpana melihat benda sebesar itu bisa sampai ke daratan yang jaraknya tidak kurang dari 5 KM dari lautan. Terbayang, seberapa dahsyat gelombang tsunami waktu itu .. :( <Mobil putar2 Lhok Nga : 52,5K IDR>

Sampai di penginapan, setelah bersih2 seperlunya, kami sudah ditunggu AgusSarah, teman yang berdomisili di Banda Aceh. Kami diantar makan malam di Canai Mamak, dibayarin pula. Eheeeuuu, jadi terharu .. :p Setelah makan, kami mampir Masjid Raya Baiturrahman, yang legendaris karena lepas dari terjangan tsunami yang dahsyat. Sayang sekali, ngga bisa sholat disana, karena waktu sholat sudah lewat & masjid ditutup. Setelahnya, pulanglah kami ke penginapan. Istirahat .. :)

7 Agustus 2010

Sekitar pukul 8 pagi, kami dijemput Agus & Sarah, menuju Pelabuhan Ulee Lhue, Banda Aceh. Sampai di pelabuhan, langsung beli tiket KM. Pulo Rondo kelas Ekonomi, untuk menyeberang ke Pelabuhan Balohan, Sabang, Pulau Weh. Jangan khawatir, kelas Ekonominya sangat nyaman kok, ngga kaya KM Muria jurusan Jepara-Karimunjawa-Jepara. Komplit dengan kursi empuk & AC yang dingin. Waktu tempuh kapal ini cukup cepat, kurang dari 1 jam. <Tiket KM Pulo Rondo kelas Ekonomi : 60K IDR>

Untuk sarapan pagi itu, sudah disiapkan dengan menu2 menggiurkan oleh Agus & Sarah. Ahhh, pokoknya, selama di NAD kemarin, Agus & Sarah benar2 memanjakan kami. Makasih yaaa .. ^^

Sampai di Pelabuhan Balohan, kami sudah dijemput mobil dari penginapan tempat kami menginap, Freddie’s Santai Sumur Tiga. Sampai di penginapan, kami harus menunggu sejenak, karena kamar sedang disiapkan. Sementara menunggu, kami asyik foto2, main pasir, tidur2an di hammock dan akhirnya pesan camilan di kantin penginapan. Menunya yoi2, mulai dari Salad GreekPancake Cinnamons, Pancake Honey dan kelapa muda. Slurppp .. ^^ <Mobil jemputan dari pelabuhan ke penginapan : 25K IDR, cemal cemil di kantin penginapan : 20K IDR>

Kamar sudah siap ! Kami masuk untuk istirahat sebentar dan siap2 jalan lagi. Hari itu, kami sewa motor untuk putar2 kota Sabang. Biaya sewa per motornya 100K IDR per hari. Sebelum putar2, kami makan nasi dulu lah. Lapaaarrr .. :D Sesudahnya, kami menuju ke Pantai Anoi Itam. Sebuah pantai di pesisir Timur dengan pasir yang berwarna hitam, menyerupai pasir sungai. Kanan kiri pantai ini adalah tebing yang cantik. Ciamiiikkk .. :) Kemudian, kami sempat mampir ke pantai karang tak bernama. Bagus banget spot itu. Setelahnya, kami berniat menunggu sunset di Pantai Kasih. Sayangnya, mendung menghalangi. Mana ngga lama gerimis turun pula, ngga ada pilihan lain, kami harus pulang. Kebetulan sudah mendekati Maghrib juga .. <Sewa motor : 50K IDR, makan sore : 17K IDR>

Lepas Maghrib, hujan reda, kami kembali putar2 Sabang. Kali ini yang dituju adalahPujasera di tepian Jalan Perdagangan, pusat keramaian Sabang. Disana, kami makan makanan2 khas Aceh : Nasi Bebek dan makanan khas Sabang : Sate Gurita. Plus jusTerong Belanda yang katanya cuma ada di Sumatera. Setelah kenyang, kami menyusuri Jalan Perdagangan untuk hunting oleh2. Saya beli pernak pernik Indatoe dan sebuah toko yang saya lupa namanya, yang jelas, letaknya ada di ujung Jalan Perdagangan. <Makan malam di Pujasera : 21K IDR.

Istirahat ..

8 Agustus 2010

Pagi2, kami sudah siap untuk menjelajah Pulau Weh. Tujuan kami kali ini adalah Titik Nol Kilometer, di ujung Pulau Weh dan Pantai Iboih. Tepat pukul 8, mobil jemputan kami sudah datang. Sebelum meninggalkan kota, kami sarapan dulu di kedai makan Aneka Ria, Jalan Perdagangan. Kami makan Nasi Gurih. Wuenaaakkk .. ^^ <Sewa mobil seharian : 100K IDR, sarapan : 17,5K IDR>

Perjalanan dari kota Sabang ke Titik Nol Kilometer, memakan waktu kurang lebih 1 jam, dengan jarak sekitar 28 KM. Jalan yang kami lalui sudah mulus, namun memang berkelok2 dan sempit. Di sepanjang perjalanan, kami temui banyak monyet2 liar yang santai main2 di pinggir jalan. Lucunyaaa .. ^^

Sampai di Titik Nol Kilometer, yang terletak pada 6′ LU & 95′ BT, kami terpana dengan pemandangan tebing yang membingkai laut di depan Tugu Nol Kilometer. Kebetulan tugu sedang dipenuhi para ababil, jadi ya sudahlah, kami foto2 dengan latar belakang tebing cantik itu. Tapi setelah berhasil menyingkirkan para ababil, kami pun ikut2an labil, foto2 ngga jelas di Tugu Nol Kilometer. Hehehe .. ^^

Oh ya, di kejauhan, tampak Pulau Rondo, sendirian di tengah samudera. Katanya sih, sebenarnya disanalah titik nol kilometer Indonesia. Mungkin karena pulau itu tidak berpenghuni dan sulit dijangkau, jadi ya sudahlah, monumennya dibangun di ujung Pulau Weh aja gitu ya .. Hehehe .. ^^

Puas menginjakkan kaki di ujung Barat Nusantara, kami bergerak menuju Iboih, yang berjarak sekitar 8 KM dari Titik Nol Kilometer. Iboih cantik jelita juga looohhh .. Kami menyeberang juga ke Pulau Rubiah, yang jarak tempuhnya dari Pantai Iboih cuma sekitar 10 menit. Lautnya jerniiihhh .. Sukaaa ! Di Pulau Rubiah, kami sempat makan siang, tapi kurang sip sih. Sepertinya mending makan di Iboih, pilihannya lebih banyak. <Sewa perahu dari Iboih ke Pulau Rubiah : 37,5K IDR, makan siang di Pulau Rubiah : 19,25K IDR>

Setelah menyeberang balik ke Iboih, kami meluncur kembali ke kota. Saya harus mengejar KM Pulo Rondo sore itu, untuk balik ke Banda Aceh. Sementara Mba Ratna, Ombolot & Kokoh masih semalam lagi di Sabang. Kami sempat mampir ke semacam gardu pandang, yang dari sana terlihat laut yang berbingkai tebing2 hijau Pulau Weh. Mantappp !

Sampai di Balohan, saya langsung beli tiket KM Pulo Rondo kelas Bisnis. Kemudian makan siang di pinggiran pelabuhan, kali ini, Ombolot baik hati, traktir kami. Hehe .. ^^ Tepat pukul 4 sore, kapal bertolak meninggalkan Pulau Weh. Bye bye .. <Tiket KM Pulo Rondo kelas Bisnis : 75K IDR, penginapan di Freddie’s Santai Sumur Tiga : 150K IDR>

Di Ulee Lhue, saya dijemput Agus & Sarah. Malam itu, saya kembali menginap di Guest House Gajah Putih. Setelah check in lagi & mandi2 sebentar, saya, Agus & Sarah mengunjungi Monumen Kapal Tsunami. Disana satu kapal kayu nelayan yang berukuran cukup besar terdampar di atas rumah penduduk. Hingga kini, kapal terdampar tersebut diabadikan sebagai salah satu bukti kedahsyatan tsunami. Kemudian, kami sholat Maghrib di Masjid Raya Baiturrahman. Yayyy, akhirnya kesampaian sholat disana juga .. :) <Penginapan Gajah Putih : 250K IDR>

Malam itu, kami makan malam di semacam pusat jajanan Banda Aceh, yang bernama REX. Saya makan Sate Matang, salah satu makanan khas Aceh, plus Bebek Masak Gulai Putih hasil karya Sarah, yang yummy tingkat maksi. Kali ini, Agus kembali metraktir saya. Hehe .. Makasiii yaaa .. :D

9 Agustus 2010

Pagi2 benar, lepas Subuh, saya sudah dijemput Agus & Sarah untuk menuju ke bandara. Huhuhu .. Sedihnya, liburan ini sudah hampir selesai. Untuk kembali ke Jakarta, saya menggunakan pesawat Lion Air, dengan no penerbangan JT-397Take off dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandarmuda, tepat pukul 06.45, saat matahari belum muncul di Banda Aceh. Satu jam berikutnya, pesawat transit di Bandar Udara Internasional Polonia, Medan. Saya sempat turun, mengurus dokumen transit. Itung2 pernah menginjakkan kaki di Medan lah ya .. Hehehe .. ^^

Alhamdulillah, sekitar pukul 11 siang, saya landing di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta. Dan berakhirlah perjalanan saya yang berkesan ini. Fiuhhh .. :) <Tiket JT-397 BNA-CGK : 680K IDR, airport tax SIM : 25K IDR>

Total budget : 2512.25K IDR

Special thanks to :

- My Hunny, yang selalu ngijinin saya jalan2 & yang selalu paham bagaimana masing2 orang punya cara untuk bahagia.

- Mba Ratna, Ombolot & Kokoh, teman seperjalanan yang istimewa, yang melengkapi kesempurnaan keindahan cuilan surga yang Alloh turunkan di NAD.

- Sarah, sahabat baru, tuan rumah, sekaligus guide yang sempurna, membuat saya beranggapan bahwa semua gadis Banda Aceh memang sebaik, seramah, secerdas dan sehalus kamu.

- Agus, teman lama yang sudah 11 tahun ngga ketemu, ternyata ketemu di Banda Aceh, dalam kondisi yang jauuuuuhhhhh lebih baik dari waktu kita masih berseragam putih biru di Magelang dulu, matur suwun sanget, Pak .. :)

19 thoughts on “[Catper] Banda Aceh & Sabang, 6-9 Agustus 2010

  1. Pingback: Kisah Sahabat: Catatan Perjalanan ke Banda Aceh & Sabang, 6-9 Agustus 2010

  2. Boleh tahu alamat lengkap guest house gajah putih sama nomor telp yang bisa dihubungi.

    Terima kasih

  3. @ roy : Guest House Gajah Putih terletak di pertemuan jalan Sri Ratu Syafiatuddin dengan jalan Tgk Daud Beureueh, Banda Aceh .. Untuk nomor teleponnya, mohon maaf, pamfletnya kebuang, jadi saya ngga nyimpen lagi .. Coba nanti saya tanyakan teman saya yang di Banda Aceh ya .. :)

  4. @ rio : Sewa mobil dan motor sekalian dari penginapan Santai Sumur Tiga itu, Rio .. Pas nanti kamu kirim email ke Santai Sumur Tiga bahwa kamu mo booking kamar disana, nanti bakalan ditanyain, mau sewa mobil atau motor juga ngga .. Daftar harganya dikasihin lengkap kok, tenang aja .. :)

  5. Dear friends…

    We would like to say thank you to your comment about our hotel “Guest House Gajah Putih”. Now we already have a buffet breakfast at second floor and free wi fi acces in the some rooms, reception and restourant area. Hope we can meet again her..in the heart of Banda Aceh at Guest House Gajah Putih. And we welcome you better…. call us for reservation…

    Best Regard,

    Zulfikar
    OM GHGP
    081973977977
    085276577977

  6. waw keren…bagus artikel pengalamannya di Sabang dan Banda Aceh.
    Sertifikat tugu titik nol km ga diambil? kemaren gw taon 2010 kesana bayar 20 rb buat bayar sertifikatnya :)

  7. @ vika : Terima kasih, Vika ..

    Iya, ngga saya ambil, sayang banget ya sebenarnya. Tapi ngga papa lah, kan saya jadi ada alasan untuk kembali kesana. Hehehehe .. ;)

  8. wah saya akan ke banda aceh minggu depan, banyak sekali yg bisa saya dapatkan disini nih..
    btw, stay di freddie sumur tiga itu recommended tidak?
    dari segi lokasi dan juga makanan disana..

    dan apakah di pantai dekat penginapan bisa berenang?

    thx b4

  9. @ arifien : Senang sekali jika sharing saya ini bisa membantu kamu, Arifien .. ;)

    Menurut saya recommended kok, nyaman tempat istirahatnya, enak makanannya, walaupun kita tetap harus mencoba kuliner khas Sabang di luar yaaa. Pantai di depan penginapan pun landai, bisa cibang cibung disana ..

    Saran saya, booking dulu ya, Freddie lumayan terkenal dan banyak diincar orang yang berkunjung ke Sabang. Selamat liburan .. ;)

  10. dan..
    rupanya di freddie itu full di tanggal yang aku maui..
    :( sekarang mau nyari penginepan di sekitar sumur tiga yg lain apa ya..?
    :(
    ada casa nemo juga full? :( ( makin sedih deh..

  11. @ arifien : That’s what i mean .. Pasti penuh kalo long weekend, karena waktu itu, kami sudah pesan penginapan sekitar dua bulan sebelum kunjungan, via email ..

    Sepertinya masih banyak penginapan kecil di sekitaran pusat Kota Sabang, cuma maaf, saya tidak punya referensi .. ;)

    Semoga lancar ya liburannya ..

  12. @ mba hani : Wah, long wiken November udah ada rencana sendiri, Mba .. Have fun deh ya di Sabangnya .. Mampir Banda Aceh kalo ada waktu, kota yang menyenangkan ituuu .. ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>