Galaksi Kinanthi

Galaksi Kinanthi : Sekali Mencintai Sudah Itu Mati ?

.. suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa seseorang yang engkau cintai, sebab, dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani ..

Saya tahu novel ini pertama kali dari Dansapar, sahabat saya, yang mengalami nasib malang, karena Galaksi Kinanthi miliknya agak cacat, hilang beberapa halaman. Hehehe .. Waktu itu, saya tidak tahu siapa itu Tasaro **sang penulis**, tidak tahu juga bagaimana cerita Galaksi Kinanthi, tapi entahlah, seperti ada yang menarik-narik saya untuk segera membaca novel yang satu itu. Mungkin dari sub title nya yang, err, dalem .. Atau dari penggambaran bulan purnama di langit New York yang kelam .. Entahlah .. :)

Sayangnya, perjuangan saya mencari Galaksi Kinanthi di rak-rak toko buku besar kandas. Tidak satupun penjaga Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas dan beberapa toko buku lainnya yang sempat saya kunjungi mengatakan bahwa Galaksi Kinanthi masih tersedia. Semua bilang habis ! Duh, ada apa ini ? Masa iya, buku bagus tidak dicetak ulang .. Itu pertanyaan saya, yang tidak terjawab sampai detik saya menulis post ini .. Akhirnya, setelah beberapa bulan menyerah, saya menemukannya juga. Galaksi Kinanthi karya Tasaro teronggok di rak butut sebuah kios buku sederhana di Pasar Johar, Semarang. Tanpa pikir panjang, saya ambil novel yang tinggal satu-satunya itu, meskipun sampulnya agak mbredhel2 .. :)

Dan, yesss .. Feeling saya pada novel ini benar ! Tasaro sukses membawa saya mewek ketika saya baru saja membuka halaman pertama. Bagaimana tidak, jika Tasaro membuka novel karyanya setebal 432 halaman itu dengan cara seperti ini :

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta :

Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila.

Berhati-hatilah ..

Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna.

Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah .. Engkau akan mulai merengek kepada Tuhan. Meminta sesuatu yang mungkin itu telah haram bagimu.

Great !!

Hmm, membaca Galaksi Kinanthi membuat saya terbang ke beberapa tempat di belahan dunia yang berbeda-beda. Gunung Kidul, sebuah daerah pegunungan kapur yang gersang di Selatan Yogyakarta. New York dan beberapa kota di USA, tempat gemerlap yang merupakan pusatnya para hedon. Riyadh, kota yang menjadi salah satu tujuan para TKI, neraka yang berkamuflase seolah-olah surga. Bahkan, saya juga sempat diajak Tasaro melancong ke Kuwait, Tibet .. Wah .. :)

Point of interest di novel Galaksi Kinanthi ini adalah ketulusan **kalau terlalu picisan dibilang cinta** Kinanthi dan Ajuj, sepasang sahabat masa kecil yang harus terpisah oleh nasib. Nasib Kinanthi yang terlahir sebagai anak penjudi, sementara Ajuj yang berayahkan seorang rois kampung. Nasib yang kemudian juga membawa masing-masing dari mereka menempuhi jalannya sendiri. Jalan yang menyabang begitu jauh, Ajuj dimana Kinanthi kemana ..

Setelah membaca kisah Kinanthi – Ajuj dalam Galaksi Kinanthi ini, saya membayangkan William Shakespeare meratap-ratap di kuburnya, menyesal menciptakan Romeo Juliet yang akhirnya hanya mati, setelah menelan kebodohan yang dijubahi kata cinta. Apalagi Raam Punjabi, yang hanya berhasil mensinetronkan kisah Fitri Farel hingga sekian ratus episode dan hasilnya membuat orang-orang terpicing risih .. :)

Tulus. Itu yang saya pelajari dari rangkaian kata Tasaro dalam Galaksi Kinanthi. Begitulah seharusnya cinta, tulus ..

Kinanthi — Jika waktu adalah kupu-kupu, sudah lelah hatinya melanglang setiap sudut bumi. Sampai waktunya untuk berhenti. Tetap menunggu, namun tak berharap untuk bertemu. Dia menyadari, tidak semua cinta layak diperjuangkan. Maka, yang tertinggal adalah jejak kasih yang mulai memburam ..

Ajuj — Bagiku, Galaksi Cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kau saksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut keinginan-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku tetap akan ada disana. Tersenyumlah .. Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu ..

Kinanthi — Apa di masa depan, biarkan. Bahkan, engkau akan tetap remaja, meskipun usia kita kelak telah menua. Aku yang berdosa. Bahkan, mengingatmu mungkin … adalah dosa ..

Ajuj — Sejak kita kanak-kanak, telah kususun mimpi untuk menyandingmu. Menjadikanmu istriku. Meramaikan rumah kita dengan tangis tawa anak-anak. Mimpi itu sudah semakin tua. Sayangnya, aku sudah harus terjaga ..

Huaaahhh .. Berkali-kali saya terhenti membaca, mengusap mata yang berkaca-kaca. Berkali-kali nge-share quote2 dahsyat hasil racikan Tasaro di Facebook. Ampuuunnn .. Membaca Galaksi Kinanthi seperti menjatuhkan saya pada kisah klise **cinta ngga kesampaian**, namun tidak biasa, bahkan istimewa. Sempurna !

Eh eh, Galaksi Kinanthi tidak hanya membeberkan cinta-cintaan melulu loh .. Isu hangat tentang human trafficking, penyandingan ajaran Islam dan Kejawen, sampai tragedi gempa Yogya 2006, dibahas manis oleh Tasaro. Mantap !

Galaksi Kinanthi adalah satu dari sedikit buku yang layak dibeli, dipunyai dan dibaca sepenuh hati. Fokus, tajam, namun tetap mendayu-dayu **satu hal yang disukai penikmat fiksi macam saya ini**. Silahkan berburu, semoga masih bisa menemuinya di rak-rak buku Gramedia atau toko-toko buku serupa ..

Terakhir, ini quote kesukaan saya .. :)

Setelah Tuhan, kaulah yang mampu mematikan matahari ..

17 thoughts on “Galaksi Kinanthi

  1. huwaaaa
    pengin baca lg sih tapi bukunya cacat jd malas
    ;(

    skrg lg baca kisah mendayu2 dr italia
    seorang nenek yg abis terkena serangan jantung menuliskan kesehariannya di sebuah buku buat cucunya yg sdg berada di amerika
    judulnya pergilah ke mana hati kan membawamu (kalo gak salah sih)
    *blm kelar baca, terjemahannya menurutku bagus
    (efek krn kecewa dgn buku kahlil gibran nya elex yg harga ratusan ribu tp terjemahannya krg puitis, hiks! Kenapa sih Sapardi Djoko cm nerjemahin 2 buku kahlil gibran sih, beda bgt terjemahannya)

    halah malah curcol
    ;p

  2. oh ya, zah. dulu yg sempet aq baca berulang2 sih always laila by andi eriawan (gagas), formulanya kasih tak sampai, covernya pun jg sendu, tenu saja mendayuuuuu-dayuuuuu ;)

    dan satu lg yg dulu srg aq baca adalah kumpulan cerpen FLP, Ketika Duka Tersenyum.

    klo skrg gmn mo baca ulang kalo buku2 yg blm dibaca aja menumpukkkkkk
    halah curcol lagi
    hahahahhaaa

  3. @ sapar : Lha apa perlu diimpor dari Semarang, Par ? Tak golekke ning Johar meneh .. Hehehehe .. :)

    Kemana Hati ‘Kan Membawamu & Always Laila udah baca, udah dulu banget tapi, jadi rada2 lupa gimana ceritanya .. Hehehehe .. ^^ v

  4. Dear Azhka,

    Setelah membaca ulasanmu di atas, saya penasaran sekali ingin membaca bukunya, entah apakah masih bisa dicari di toko-toko buku? Mungkin kita sehati, dan suka pada cerita semacam di atas, hingga saya merasa buku yang kamu ceritakan sangat menarik untuk dibaca. Thanks for sharing.

    Salam,
    Dhea

  5. @ dhea : Dear Dhea,

    Kalau di Semarang, saya tidak menjumpainya lagi di toko2 buku. Mungkin kalau di Jakarta masih ada ya, karena kan pilihan toko bukunya lebih banyak, siapa tahu ada yang masih punya stok .. :)

    Menurut saya, Galaksi Kinanthi memang recommended sekali untuk menggalau .. Hehehehe .. ;)

  6. Dear Azhka,

    Sayangnya saya juga tidak tinggal di Jakarta nih, tapi di sebuah pulau kecil dekat Sumatra, nampaknya akan semakin sulit mencari buku tsb walau saya belum sempat mencarinya. Hmm…menggalau, istilahnya tepat sekali, apalagi memang hati saya sedang galau teramat sangat hehehe …

    Salam,
    Dhea

  7. @ dhea : Dear Dhea ..

    Susah juga ya .. Ngga tau juga, kenapa buku ini ngga meledak di pasaran, bahkan cepat sekali ditarik dari rak2 toko buku, padahal isinya berkualitas, penulisnya Tasaro pula .. :(

  8. Dear Azhka,

    Apa kabar? Lama saya nggak mampir di sini karena berbagai kesibukan. Oh ya, sekedar mau berbagi informasi, pada akhirnya saya bisa memesan Galaksi Kinanti melalui tokobukumenarakudus.com (secara online). Ini sedang menunggu pengiriman dari mereka, semoga nggak nyasar saja.

  9. @ dhea : Alhamdulillah, akhirnya berjodoh juga sama buku yang satu ini. Iya, semoga ngga nyasar dan cepet bisa dinikmati ..

    Selamaaattt .. ;)

  10. Pengalamanku baca buku Tasaro adalah buku “Wandu, Berhentilah Jadi Pengecut” yang kalo gak salah salah satu buku pertama dia. Bacanya pun ketika jaman kuliah. Itu pun hasil nemu di perpustakaan di sebuah SMP sebelah rumah. Bagus bukunya.

    Yang kedua, buku berjudul “Di Serambi Mekkah” aku dapatkan dari onggokan buku di toko buku lokal di Banda Aceh. Novel yang berlatar belakang konflik Aceh sebelum tsunami menarik hati untuk ku baca. Secara, tinggal di Aceh gitu.. Dan ternyata bagus juga.

    Sayang ya, penulis buku bagus kayak Tasaro kok buku2nya kurang populer ya.. Aku minjem lah mbak buku ini.. *Mau nyari udah hopeless duluan*

  11. @ bee : Wah, aku baru baca 1 bukunya Tasaro, Bee .. Punya sih yang biografinya Rasulullah SAW, cuma ya belom kebaca .. Hehehehehe ..

    Hmm, nanti kalo nemu lagi di lapak Johar, tak beliin dulu, Bee .. Semoga sih masih ada, soalnya waktu itu cuma ada 1 .. ;)

  12. Assalamu’alaikum,

    Mungkin Galaksi Kinanthi memang stoknya terbatas ya, ketika saya hendak memesan ke tokobukumenarakudus untuk kedua kalinya (niatnya mo ngasih teman), eeeh katanya nggak ada stock. Sedang karya Tasaro lain (seperti “Muhammad,Lelaki penggenggam hujan” dan “Muhammad, Para Pengeja Hujan”, maaf kalau saya salah menuliskan judul), keduanya saat ini saya temukan di Gramedia.

  13. @ dhea : Waalaikumsalam ..

    Sepertinya gitu, Dhea .. Beberapa waktu lalu, saya jalan2 ke kios tempat saya menemukan Galaksi Kinanthi saya. Disana pun udah ngga ada, apalagi di Gramedia .. Agak mengherankan ..

  14. Apa kabar Azhka? waktu begitu saja berlalu dan ternyata lama sekali sejak kunjungan terakhirku ke sini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>